When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Makan Malam



"Bagaimana dengan Audy? Kamu setuju tidak?"


Mata Julie kian melotot tajam. "Cocok."


"Hahaha sudah kuduga. Tapi di antara mereka masih tidak ada yang berani mendekat."


"Mungkin mereka sudah punya pilihannya masing masing?"


Tiba tiba Flint memeluk erat tubuh Julie. "Eh kenapa?" reflek Julie.


"Aku ingin lagi." ucap Flint.


Julie reflek melepaskan diri dari pelukan Flint dan segera keluar dari jacuzzi. Sementara Flint, dia hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu dan melanjutkan berendam.


Selesai Julie memakai baju, Julie pun bergegas ke dapur. Tempat penginapan yang Flint pesan merupakan losmen, lengkap dengan dapur, ruang makan, ruang keluarga.


Dengan segala alat perkakas dapur, Julie memasak makan malam untuk mereka berdua. Hitung hitung untuk mengurangi pengeluaran mereka selama liburan. Kalau makan di rumah kan lebih irit jadinya.


Sebagai seorang yang doyan makan, pasti hidung Flimt sangat peka terhadap bau masakan. Untuk itu dia segera menyelesaikan berendamnya dan memakai pakaian lalu menghampiri Julie yang sedang memasak.


Flint datang karena hidungnya yang mampu mencium wangi makanan dari jarak jauh, dia pun memeluk istrinya dari belakang, bermanja manja dengan tubuh istrinya sementara tangan Julie sibuk dengan masakannya.


"Wangi sekali." ucap Flint sambil mengendus endus.


"Wangi aku atau masakanku?" tanya Julie.


"Bagaimana kalau kujawab, masakanmu?"


"Pergilah."


"Kamu yang wangi."


"Jadi masakanku tidak wangi? Kamu tidak menyukainya? Aku kurang terampil dalam memasak? Begitu maksudmu?"


"Inailahi.. bukan begitu maksudku."


"Hahahaha pergilah. Kamu menggangguku. Tunggu saja di meja makan."


"Tidak mau. Aku mau di sini."


Bukan Flint kalau dia tidak manja, bukan Flint kalau dia tidak ngeyel orangnya. Ya bagaimana pun wujud Flint, karakteristik Flint, tidak bisa dipungkiri bahwa sekarang Julie menerima Flint sepenuh hati dan menjadi suaminya.


"Woahhh.. wangi bangettt!! Aku makan ya!" ucap Flint dengan hebohnya.


Kalau sudah dihadapkan dengan makanan, jiwa karismatik Flint sebagai pemimpin sudah tidak terlihat. Jika sudah bertemu dengan makanan, Flint tidak lagi peduli dengan sekitarnya, bukankah begitu para pecinta makanan?


"Enak?" tanya Julie.


"Enak lahhhh! 10 jempol buat kamu." kata Flint sambil mengacungkan 2 jempolnya.


"Oh jadi gini rasanya makan masakan istri? Pantes papa dulu rela relain makan di rumah pas makan siang trus kalau lembur dia pulang dulu trus balik lagi ke kantor." ucap Flint saat mereka sudah menyelesaikan makan.


"Hahahah.. masa iya?? Lucu sekali papamu."


"Sekarang kan sudah jadi papamu juga. Tapi apakah bisa aku setiap hari menikmati masakan kamu? Kaya papa menikmati masakan mama?"


"Bisa lah. Kenapa enggak?"


"Kan kamu nanti kerja."


"Suami tetep prioritas. Aku tetep masak buat kamu kok."


"Yang bener?" Flint menyamperi Julie dan memeluknya.


"Iya.."


"Makan malam sudah, makan kamu yang belum." ucap Flint.


"Kan semalem udah!!"


"Orang makan aja sehari 3x loh, Julie."


"Jadi kamu mau makan aku sehari 3x juga gitu?"


"Enggak, maunya lebih." Flint mulai menciumi bibir Julie.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.