
"Kita putus saja." ucap Julie. Langkah Flint terhenti seketika.
"Apa katamu?" jawab Flint.
"Kita putus saja."
"Hey Julie. Aku rasa ini bukan pertama kalinya kita dihadapkan dengan masalah. Kenapa harus putus yang menjadi jalan keluarnya?"
"Iya, Flint. Aku malu. Aku malu jika harus bersanding dengan dirimu. Papaku sudah tidak punya apa apa lagi, Flint. Bagaimana denganmu? Perusahaan papamu semakin maju di tangan kamu. Namamu sudah mendunia. Aku tidak bisa, Flint. Aku tidak bisa. Maafkan aku."
"Juliee.. itu tidak akan menjadi masalah kalau kam.." ucapan Flint terpotong.
"Flint, aku capek. Aku ingin istirahat. Kamu pulanglah." tegas Julie dan beranjak memasuki rumahnya.
Julie sudah memasuki rumahnya. Keberadaannya sudah tidak dapat dilihat oleh Flint lagi. Dengan terpaksa Flint meninggalkan rumah Julie.
Disamping itu, setelah Julie masuk kedalam rumahnya, Liza dan Gio berdiri hendak mengucapkan sesuatu. "Sudahlah. Aku ingin beristirahat. Kalian juga beristirahatlah." ketus Julie.
Sedangkan Flint kembali ke perusahaannya. Mukanya tampak lebih lesu dari biasanya. Orang orang yang melihatnya pun tahu bahwa Flint sedang ada masalah. Flint sadar bahwa banyak karyawannya itu sedang melihat dirinya. Namun dia tidak peduli, dia berjalan terus sampai ke ruangannya.
Flint melewati Calvin tanpa mengucapkan kata kata. Melihat dirinya dicuekkan oleh Flint, Calvin beranjak masuk ke dalam ruangan Flint.
"Hey ada apa dengan dirimu?" tanya Calvin.
"Tidak. Bekerjalah seperti biasa. Jangan hiraukan aku." jawab Flint.
"Kamu tidak ingin bercerita?"
"Tidak."
"Baiklah."
"Pergilah."
"Baiklah aku pergi. Asal kamu tahu, wajahmu terlihat sama seperti ayahmu waktu itu saat meninggalkan ibumu."
"Ayahku? Meninggalkan ibuku?"
"Tidak. Ceritakan padaku."
"Tidak. Kamu tidak ingin bercerita padaku."
"Aku sedang ada masalah dengan Julie. Nanti kuceritakan jika masalahku sudah selesai. Cepat sekarang ceritakan padaku tentang ayah dan ibu."
"Yaa waktu itu ayah dan ibumu juga sedang ada masalah. Lalu ayahmu memutuskan menikah dengan anak seorang pengusaha Silky Airlines dan memutuskan ibumu. Padahal saat ayahmu memutuskan ibumu, ibumu ingin memberitahu ayahmu bahwa ibumu sedang hamil kamu. Namun tidak jadi diberitahu, ibumu pergi meninggalkan kota ini sampai ayahmu menemukannya tidak sengaja di supermarket dengan perut ibumu yang sudah besar."
"Bisa bisanya ayahku menikahi wanita lain disaat ibuku sedang hamil? Beli Silky Airlines sekarang juga. Ini perintah."
"Baiklah. Maka dari itu aku takut kalau kamu melakukan hal yang sama seperti ayahmu. Raut wajah kalian tampak sama persis.
"Kali ini beda. Bukan aku yang memutuskan Julie."
"Kamu yang diputuskan? Kenapa bisa?"
"Julie sudah tahu kebenarannya Calvin."
"Hei, kamu kan disuruh untuk tutup mulut oleh orang tua dia. Ini bukan salahmu, Flint."
"Julie tahu. Dia memutuskanku karena dia merasa tidak pantas lagi bersama denganku. Sehebat itukah diriku?"
"Hmm.. yaa.. Sehebat itu dirimu. Kamu mampu menaklukan perusahaan² besar dan membawa perusahaan ini ke posisi urutan ke 2 di Asia."
"Kalau begitu aku benci menjadi orang hebat. Aku diputuskan pacarku sendiri karena menjadi orang hebat."
"Pulanglah, Flint. Beristirahatlah sejenak, hari ini tidak banyak pekerjaan."
"Benarkah? Baiklah aku pulang. Handle sebentar perusahaan ini. Aku akan segera kembali."
Flint berjalan ingin meninggalkan ruangannya.
"Flint. Kamu belum memberitahu Julie tentang per.." ucap Calvin terpotong.
"Aku akan memberitahunya nanti, tidak sekarang. Aku pergi" jawab Flint.