
"Tentu. Awas saja kalau kamu meninggalkan aku lagi."
"Hahaha tidak Flint sayang."
"Nanti malam, kita makan di luar lagi ya."
"Makannya setelah pulang saja."
"Baiklah."
—————————————————————
Seusai mereka makan siang, mereka kembali ke perusahaan dan sesampainya disana, mereka berpisah. Flint ke ruangannya sendiri, Julie ke ruangannya sendiri.
"Ada yang habis makan banyak nih. Sudah siap tempur dengan tumpukan dokumen ini?" ledek Arthur saat menyambut Julie.
"Hahahaha sebanyak apapun makananku, lebih banyak dokumen dokumen ini. Mereka sudah seperti makanan penggantiku setiap hari."
"Hahahahahah pekerjaan kita lebih banyak tetapi pegawai disini minim."
"Tidak apa apa. Kita pasti bisa selesai dengan pegawai yang minim. Ini dibagi saja ya, aku akan membawa 6 dokumen ini ke ruanganku, sisanya kamu. Bye, selamat bekerja." pamit Julie dengan membawa tumpukan dokumen.
Cerah sekali wajah Miss Julie. Padahal sedang banyak pekerjaan. Eh tunggu, dia membawa 6 dan sisanya 4 untukku. Kenapa tidak 5 dan 5 saja? gumam Arthur.
Tok tok tok. Arthur mengetuk pintu ruangan Julie.
"Ada apa, Arthur?"
"Miss membawa 6 dokumen dan sisanya 4 untukku. Kenapa tidak 5 dan 5 saja supaya rata dan adil?" kata Arthur.
"Tidak apa apa. Aku sudah terbiasa, nanti kalau aku perlu bantuanmu, aku akan memanggilmu."
"Baiklah kalau begitu, Miss. Saya permisi dulu." ucap Arthur dan segera membuka pintu.
"Arthur." Arthur segera menolehkan tubuhnya sesaat Julie memanggilnya.
"Tidak perlu memanggilku, Miss. Bicara non formal saja kepadaku. Layaknya seorang teman."
"Ok. Ba-ik. Mi, eh Julie."
Arthur keluar dari ruangan Julie. Sambil berjalan menuju meja kerjanya, dia masih tidak habis pikir. Atasannya menganggap dia sebagai seorang teman. Jarang sekali ada atasan seperti itu dan kenapa bisa ada atasan yang seperti itu.
————————————————————
Waktu menunjukkan pukul 6. Tidak terasa bagi Julie, sedari siang dia hanya berkutat dengan kertas dan komputer. 1 jam lagi menuju jam pulang kantor. Itu berarti, Julie harus cepat cepat menyelesaikan pekerjaannya agar tidak numpuk di kemudian hari.
Tinggg. Notifikasi masuk di ponsel Julie.
Flint.
Aku akan pulang lebih lama, ada pekerjaan yang harus kuselesaikan. Tunggu aku ya ^^
Julie.
Baiklah.
Baguslah jika Flint pulang lebih lama. Berarti aku masih punya waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan ini. gumam Julie.
Julie melanjutkan pekerjaannya lagi. Namun tidak lama kemudian, banyak pegawai di bagiannya yang sudah berjalan melewati ruangannya untuk pulang. Kenapa waktu berjalan cepat sekali? Tetapi pekerjaanku tidak cepat pergi.. gumam Julie.
"Belum. Berhenti memanggilku dengan sebutan Miss." jawab Julie tanpa melihat ke arah Arthur.
"Ah iya, lupa. Masih banyak?"
"Tinggal 2. Kamu pulang saja." jawab Julie yang masih berkutat dengan komputernya.
"Aku masih ada pekerjaan sedikit lagi. Aku ingin keluar membeli kopi, ingin sesuatu?"
"Ohh kopi di dapur sudah habis kah?" jawab Julie yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Tidak, tapi aku ingin membeli di luar sembari mencari udara segar."
"Ohh kamu beli untuk dirimu saja. Aku akan minum kopi kalau lagi lembur saja."
"Baiklah, aku pergi."
————————————————————
"Ahh akhirnya selesai juga pekerjaanku hari ini."
"Astaga! Sudah jam 8 lewat. Tapi kok Flint belum mengabariku ya." Julie berbicara sendiri.
Julie.
Aku baru selesai dengan pekerjaanku. Bagaimana denganmu?
30 menit kemudian.
Flint.
Maafkan aku, sepertinya aku lembur hari ini. Kamu pulang diantar Calvin ya?
Julie.
Lembur bersama sekretarismu?
Flint.
Iya ada Calvin juga.
Julie.
Biarkan Calvin bekerja bersamamu. Aku akan pulang sendiri.
Flint.
Jangan, hatiku tidak akan tenang membiarkan kamu pulang sendiri.
Julie.
Lalu, kamu pikir hatiku akan tenang membiarkan kalian berduaan disaat Calvin mengantarku pulang?
Flint.
Aku akan mengantarmu pulang. Tunggu aku di lobi.
Pesan itu tidak dibalas lagi oleh Julie. Sambil menunggu, Julie merapikan barang barangnya yang berantakan di atas meja.