When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Wanita Gila



"Apa susahnya untuk memberitahuku? Aku sebagai istrimu tidak akan melarang apa yang ingin kamu lakukan. Hanya saja aku tidak ingin melihatmu bertindak gegabah." kata Julie.


"Maafkan aku Julie.. aku tidak ingin kamu terlibat kalau aku memberitahumu." ucap Flint.


"Kamu sungguh menyakiti hatiku, Flint. Aku tidak marah kalau kamu ingin menemui Kesha, yang membuatku marah adalah kamu yang tidak memberitahuku.." kata Julie terpotong. Dia tidak mampu untuk meneruskan ucapannya.


Flint memeluk Julie. "Maafkan aku sudah menyakitimu.."


Julie melepas pelukan Flint. "Lakukan semaumu. Aku tidak akan mengacaukan lagi rencanamu." kata Julie lalu melangkah pergi.


Tentu Flint mengejar Julie. "Julie... hey... hey.."


"Aku akan kembali ke Young Scarlette." kata Julie.


"Biar kuantar, ya?" pinta Flint.


"Baiklah." ucap Julie.


Flint kemudian mengantarkan Julie ke Young Scarlette. Selama di perjalanan, mereka berdua saling diam. Tidak ada satupun dari mereka yang mengajak berbicara. "Sebentar lagi jam makan siang. Bagaimana kalau ke rumah?" ucap Flint setelah memberanikan diri untuk berbicara.


"Baiklah." jawab Julie.


Flint melajukan mobilnya ke rumah untuk makan siang bersama.


"Apa kalian sedang ada masalah?" tanya Sara.


Rupanya Sara menyadari "diam"nya pasutri tersebut.


"Tidak, ma. Bagaimana dengan Luke? Apa dia rewel?" kata Flint.


"Tidak sama sekali." jawab Sara.


"Oh ya.. Flint.. kapan kamu akan mulai memikiran Young Culinary?" tanya Key.


"Hmm.. papa tahu kan Audy masih menyelesaikan skripsinya." jawab Flint.


"Kalau tidak ada masalah lebih baik jangan menundanya lebih lama lagi." ucap Key.


"Iya, pa. Tenang saja. Begitu Audy selesai skripsi, aku akan langsung memulainya." kata Flint.


Tidak ada masalah apanya? Selama Kesha masih hidup, masalah akan terus berdatangan. batin Flint.


"Tidak usah sampai aku selesai skripsi. Aku juga sudah sering membahasnya dengan Edgar." sahut Audy.


"Oh yaa... sudah sejauh mana?" tanya Key.


"Kita sudah mengumpulkan menu makanan untuk restoran Young Culinary." jawab Audy.


"Kalau begitu, tunggu apa lagi? Segera buatkan restoran untuk Young Culinary." ucap Julie kepada Flint.


Julie? Masalah kita ada di depan mata. Bagaimana bisa kamu setuju?!? batin Flint.


"Heemm baiklah. Datanglah ke Young Building nanti." kata Flint.


"Oh ya, suruh Edgar juga." sambung Flint.


"Kenapa harus aku yang menyuruh? Kakak saja, kakak kan temannya." sahut Audy.


"Memangnya kamu tidak ingin pergi bareng dengannya?" tanya Flint.


"Ehem ehem.." Sara berdehem.


"Apa ada hal yang mama tidak tahu?" tanya Sara.


"Edgar dan Audy sudah memulai pdkt, ma. Hahahahah.." jawab Flint.


"Tidak, dia bohong, ma." sahut Audy.


Kling. Julie menaruh sendoknya di atas piring. Mereka semua terdiam karenanya. "Ehemm.. tidak ada yang perlu disembunyikan di dalam keluarga. Ajaklah Edgar kalau kamu tidak ingin menjadi orang ketiga. Karena aku dan kakakmu akan berpacaran di kantor." ucap Julie.


"Telepon saja. Memangnya kamu sudah menolak dia? Belum kan?" kata Flint.


"I-iya. Nanti kutelepon." ucap Audy.


"Kalau begitu, aku dan Flint kembali ke kantor ya." ucap Julie.


"Sampai bertemu nanti, Audy." kata Flint lalu melangkah pergi.


Flint dan Julie kembali berada di dalam mobil yang sama dengan keheningan.


"Aku janji tidak akan mengulangi kejadian hari ini." ucap Flint.


"Tidak perlu seperti itu." kata Julie.


"Aku tidak ingin kita diem-dieman seperti sekarang." ucap Flint.


"Lalu bicaralah." kata Julie.


"Tidak ada." kata Julie.


Flint menggaruk pelipisnya. "Lalu sampai kapan kamu mendiami aku?" tanya Flint.


"Aku tidak mendiami kamu. Hanya saja tidak ada yang ingin kubicarakan padamu." jawab Julie.


"Aku benar-benar minta maaf. Tapi bolehkah kamu tidak ikut terlibat dalam hal ini? Kamu boleh terlibat dalam semua urusanku tapi tidak dengan yang ini. Kumohon." kata Flint.


"Baiklah. Aku mengerti." jawab Julie.


Baiklah, Flint. Aku akan mengeluarkan diriku dari masalah ini. Berhati-hatilah. batin Julie.


Sesampainya di Young Building, ternyata Edgar sudah menunggu Flint dan Julie di ruangannya. "Cepat sekali kamu sampai. Audy mana?" tanya Flint.


"Dia masih ada kelas. Dia menyuruhku untuk datang duluan." jawab Edgar.


Flint menghampiri Edgar dan duduk di sampingnya. "Hey, Ed. Apa Audy sudah menolakmu?" tanya Flint.


"Apa dia bilang begitu?" tanya Edgar.


"Tidak. Tapi kelihatan sekali kalau dia tidak ingin ada urusan lagi denganmu." jawab Flint.


"Oh ya?" tanya Edgar.


"Apa yang Audy katakan saat menolakmu?" tanya Julie.


"Kemarin aku membuatkan buldak untuknya dan mengajak dia ke taman. Sesampainya di taman.. 'aku takut salah mengartikan kebaikanmu selama ini.' Dia bilang begitu padaku." jawab Edgar.


"Lalu? Sudah begitu saja? Kamu tidak mengatakan apapun?" tanya Flint.


"Sebelum aku ingin bilang, dia sudah bilang lagi.. 'berhentilah melakukan semua ini, mengantar-jemputku, membawakan aku buldak, ke suatu tempat bersama.' Apa lagi yang bisa kukatakan? Dia sudah menyuruhku berhenti." jawab Edgar.


Flint menepuk jidatnya. "Dulu saat kamu mengejar Kesha, kamu berlari dengan cepat dan tidak berhenti sampai kamu mendapatkannya. Sekarang dengan Audy, kamu sudah berjalan biasa dan kamu berhenti di saat orang menyuruhmu berhenti?" Flint memberikan perumpamaan.


"Flint.. apa kamu tahu kalau seseorang yang rutin berlari setiap hari lalu tiba-tiba bolos berlari satu kali, dan ketika dia mencoba berlari lagi, dia akan lebih cepat kelelahan padahal dulunya dia rajin berlari.


Sama seperti Edgar, dia harus mengasah kemampuan berlarinya agar mampu berlari dengan cepat." ucap Julie.


"That's right. Kamu tidak boleh menyerah, Ed. Bahkan Audy sudah bilang 'Aku takut salah mengartikan kebaikanmu' itu artinya Audy sebenarnya sudah jatuh hati padamu namun dia takut kalau kamu baik padanya bukan karena kamu suka padanya." kata Flint.


"I got it. Oh my God, kenapa tidak memberitahuku lebih awal?" kata Edgar.


"Oh ya Ed. Selagi Audy masih belum datang. Ada yang harus kita sampaikan padamu." ucap Julie.


"Apa itu?" tanya Edgar.


"Kesha hamil anak Flint." jawab Julie.


"Siapa? Siapa yang hamil anak kakak?" ucap Audy seketika.


****. Sepertinya salah besar kalau aku mensetting pintu otomatis terbuka. batin Flint.


"Audy??"


"Siapa yang hamil anak kakak? Kak... beritahu aku.." ucap Audy kepada Julie.


Julie melirik Flint seolah-olah mengatakan "bagaimana ini?"


"Ahh duduklah duduk. Kamu baru datang. Mau minum apa?" ucap Flint.


"Kakak menghamili siapa?!?" ucap Audy.


"Mantanku." jawab Edgar.


"Hah?!? Apa ini? Kenapa sekarang aku merasa bodoh sekali?" kata Audy.


"Sudah kubilang duduk dulu." ucap Flint.


Audy pun menurut. Mereka semua kini duduk di atas sofa yang empuk tetapi tetap saja suasana di ruangan itu sangat tegang sekali.


"Jadi, mantan Edgar ini namanya Kesha. Edgar, Kesha, Flint dulunya satu SMA. Edgar dan Kesha sudah berpisah lama lalu saat Young Scarlette resmi didirikan, Kesha bekerja di sana.


Dia mengincar posisiku, bukan posisi sebagai pemimpin tetapi posisi sebagai istri dan ibu dari anak Flint.


Tentu saja Audy, kehamilan dia itu tidak ada sangkut pautnya dengan kakakmu. Itu hanya akal-akalan dia saja." jelas Julie.


"Walaupun hanya akal-akalan dia, kakak mohon kamu jangan memberitahukan ini kepada siapapun, termasuk mama-papa." kata Flint.


"Wanita gila! Pokoknya ya kak. Aku tidak ingin dia menjadi kakak iparku! Jangan sampai kakak menikahi dia karena dia hamil anak kakak!" ucap Audy dengan nada tinggi.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.