When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Kedatangan Edgar



Eh tunggu, bukannya seharusnya aku memikirkan pernikahanku? Baiklah sekarang aku memikirkan pernikahanku. Eh tapi apa yang harus kupikirkan? Gedung sudah dicari, busana sudah cocok, dekor tinggal menunggu gedung. Mungkin Tuhan menyuruhku untuk rileks sedikit. Baiklah sekarang aku akan rileks sedikit. OH TIDAK!!! MANA BISA RILEKS! Cincin pernikahan saja belum. Mau nikah pakai apa nanti. Ah tidak!


Flint.


Julie, kita belum mencari cincin pernikahan.


Julie.


Ah ya, kapan ya? Hari ini?


Flint.


Selesai makan siang. Kamu sibuk?


Julie.


Tidak kok.


Flint.


Baiklah, sampai ketemu nanti.


Flint masih tidak habis pikir. Bisa bisanya dia berpikir untuk rileks sedangkan cincin pernikahan tidak terpikirkan. Dan Calvin tiba tiba masuk, itu membuat jantungnya ingin copot secopot copotnya berhubung pintunya yang otomatis. Orang bisa masuk saja seperti hantu.


"Kubawakan beberapa gambar gedung dan dekornya. Semoga cocok." kata Calvin.


"Baiklah. Kubawa dulu ini semua, nanti aku diskusikan bersama Julie."


"Ok. Sepertinya pekerjaanku selesai."


"Selesai ndasmu. Sebentar lagi Papa datang. Dia ingin mendiskusikan Young Airlines bersamamu."


"Memang pekerjaanku tidak pernah habis."


"Seperti uangmu. Tidak pernah habis."


"Ah apa? Aku tidak mendengarnya. Baiklah aku keluar dulu. Sampai jumpa."


Rasanya Flint ingin melempar sepatu pantofel yang dia kenakan ke wajah Calvin. Namun apa daya, hatinya tidak berani melakukan itu.


Selepas Calvin keluar dari ruangan Flint, dia bertemu dengan Edgar yang hendak masuk ke ruangan Flint. "Hey, Edgar."


"Hey.. Flint ada di dalam?"


"Oh ada. Masuklah."


"Terima kasih."


Edgar pun masuk ke ruangan Flint. "Sedang apa calon pengantin?" sapa Edgar.


"Hey, man. Apa kabar?"


"Baik. Bagaimana denganmu?"


"Seperti yang kamu lihat, baik baik saja."


"Ohh aku masih tidak bisa membayangkan kalau kamu tidak selamat dari kecelakaan pesawatmu itu."


"Pede sekali kamu ya. Yang kupikirkan hanya satu."


"Apa?"


"Aku belum membawakan kepadamu seorang kekasih."


"Ya lebih baik secepatnya kamu bawakan kekasihmu kepadaku. Hari esok tidak ada yang tahu."


"Hey berhenti berbicara seperti itu. Akan kupercepat."


"Bagaimana proses kedekatanmu dengan Audy?"


"Dekat palamu benjol. Mana ada aku mendekati Audy."


"Bersiaplah menangkap bunga yang kulempar di pernikahanku. Konon katanya kalau kamu menangkap bunga yang kulempar, kamu akan segera memiliki pasangan."


"Ya baiklah aku akan belajar menangkap benda mulai dari sekarang."


"Tapi kulihat sudah ada kemajuan sekarang. Sebelumnya, kamu sama sekali tidak tertarik membahas wanita. Efek terlalu lama sendiri? Hahahaha."


"Iya tahu, tahu iya. Yang akan segera menikah. Sudah sampai mana persiapan pernikahanmu?"


"Fitting busana sudah. Cincin, gedung dan dekor akan kubahas bersama Julie hari ini."


"Cepat sekali."


"Audy di rumah."


"Hey!" Edgar melempar bantal di sofa.


"Kenapa? Aku hanya bilang Audy di rumah. Kenapa emosimu mencuat seperti itu?"


"Tidak."


"Aku bilang Audy di rumah. Siapa tahu kamu ingin mengajaknya kencan."


"Heh! Kencan kencan! Memangnya dia tidak kuliah?"


"Kalau tidak kuliah, kamu mau ingin mengajaknya berkencan?"


"Tidak, Flint. Tidak. Audy terlalu baik untukku."


"Kata siapa? Memang sudah mencoba?"


"Belum. Tapi kelihatannya begitu."


"Sebenarnya kamu sudah tertarik sama Audy ya?"


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.


Guys, buat yang nanya visualnya Edgar si tokoh pendatang baru seperti apa, kalian bisa bayangin artis korea Rowoon SF9 atau Song Kang. Buat yang belum tahu dia siapa, bisa dicari di google. Maaf Author belum bisa kasih fotonya karena kalau masukin foto, up nya akan semakin lama. Sampai jumpa, readers🤗