
"Tidak peduli. Kembalilah bekerja ke ruanganmu. Aku akan pulang sebentar, ada yang harus kubicarakan dengan orang tuaku."
Flint??? Uang darimana untuk dinner di hotel bintang 5 yang mahal dan mewah itu?
Atas perintah Flint, Julie pun pergi dari ruangan Flint dan akan ke ruangannya sendiri untuk kembali bekerja. Sebelum menggapai lift untuk turun, dia melewati Calvin yang bekerja selalu standby di dekat ruangan Flint. Julie menghampiri sekretaris pacarnya itu.
"Calvin! Masa tadi Flint ngambek ke aku, lalu dia bilang kalau aku mau dimaafin, aku harus traktir dia makan. Tidak nanggung nanggung lagi, dia minta traktir di Grand Emerson!!! Sedangkan gaji bulan ini saja belum turun. Haduhh yang benar saja..." Julie mencurahkan hatinya kepada Calvin.
"HAHHHH??? SERIUS?!?! Flint minta di traktir makan?"
"Iya!"
"Di Grand Emerson?"
"Iya!"
"Asal kamu tahu Julie, setiap ada klien yang ingin bertemu dengannya, Flint mengajak untuk bertemu di Grand Emerson. Klien itu langsung tanpa basa basi menolak dan membatalkan pertemuan. Ahaahahah."
"Itu pasti karena harganya yang fantastis!!! Flint tidak menyadari bahwa semua orang tidak sekaga dirinya.. Aku bingung sekali harus membayar pakai apa.."
"Ya pakai uang lah.. apalagi??? Hahahahah.."
"Calvin kamu sedang mengejekku? Sepertinya kamu senang sekali ya melihat aku seperti ini. Suatu saat nanti kamu pasti akan merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan sekarang!!! Tunggu saja dan nikmatilah."
"Hahaaahhah!!! Aku mah sudah sering kena imbasnya saat Flint moodnya sedang buruk. Hahahahah.."
Tiba tiba Flint pun turun dari ruangannya. Julie pun langsung buru buru memencet tombol lift.
"Ya, Sir." jawab Julie.
"Hah? Eh? Gajiku dipotong?" jawab Julie dengan keterlambatan responnya.
Pintu lift pun terbuka. Flint masuk duluan. Sebelum Julie masuk, dia melirik Calvin sebentar. Kala itu, Calvin sedang mengangkat kedua tangannya yang menandakan untuk menyemangatkan Julie yang sedang dalam keadaan terpuruk itu.
Di dalam lift...
"Hari ini tidak usah makan malam ya?" Julie mengajak Flint berbicara namun Flint tidak menjawab. Pandangannya sangat tajam lurus ke depan.
"Aku janji akan menraktirmu di lain waktu, ok?" Flint masih tidak menjawab. Pandangannya masih bersikukuh melihat ke depan.
"Atau kita makan di tempat lain saja? Aku tahu tempat yang makanannya lebih enak!!" Untuk ketiga kalinya, dia diabaikan sang tercintanya.
Julie seperti berbicara kepada hantu. Dia percaya betul bahwa dia tidak berpacaran dengan hantu. Tapi sekarang? Sudah 3x dia mengajak berbicara, namun pacarnya itu masih tidak menjawab.
"Flint kamu benar benar marah ya? Maafkan aku.. tapi untuk makan malam hari ini.. aku benar benar tidak bisa." Julie berbicara untuk yang kesekian kalinya. Lift yang membawa mereka sudah sampai di lantai tempat Julie bekerja. Julie pun keluar dari lift meninggalkan kekasih yang sedang mengabaikan dirinya itu.
Saat lift ingin menutup kembali, Flint menahan dengan jarinya yang panjang itu. "Kutunggu kamu jam 7 di lobi utama." ucap Flint.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.