When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Mulai



"Tidak tidak tidak. Sampai bertemu 1 jam lagi."


————————————————————


Julie pun melanjutkan pekerjaannya. Namun hatinya tidak tenang. Dia masih saja kepikiran dengan perbuatan Arthur tadi. Selama 1 jam ke depan, pikiran itu terus menghantuinya.


Triririring. "Hey sudah jam 5 lewat, mengapa belum ke sini?" ucap Flint di seberang sana.


"Baiklah. Aku ke sana sekarang." jawab Julie.


Julie pun segera merapikan berkas berkas yang berada di atas mejanya dan keluar dengan mengunci pintu terlebih dahulu. Karena takut akan terjadi kejadian seperti tadi.


"Akhirnya sampa juga. Aku kangen sama kamu tahu tidak?" ucap Flint saat Julie tiba di ruangannya.


"Makan apa hari ini? Waah banyaknya.." ucap Julie sembari mengambil sendok.


Flint pun menangkap tangan Julie dengan cepat. "Mau cerita apa?" kata Flint.


"Makan dulu. Supaya aku bisa bercerita."


"Ohhh jadi sekarang harus di suap dulu dengan makanan?"


"Hahahaahah..."


———————————————————


"Sudah selesai makannya?"


"Hahahahah sudah."


"Sekarang ceritalah."


"Bagaimana kalau panggil Calvin terlebih dahulu? Tadi kan aku bilang aku mau cerita ke Calvin juga."


"Arghhh baiklahhh." Flint pun beranjak dari sofanya menuju meja. "Calvin, ke ruanganku sekarang." ucap Flint di telepon."


"Ada apa, Flint?" ucap Calvin.


"Duduklah, Julie ingin menceritakan sesuatu kepada kita." jawan Flint.


"Tadi selepas aku pergi dari sini. Aku kembali ke ruanganku. Lalu.." Julie memulai ceritanya. Ada 2 laki laki yang sudah duduk manis mendengarkannya.


"Lalu???" kata 2 pria manis itu.


"Itu? Itu yang ingin kamu ceritakan?" tanya Flint.


"Iya."


"Aku dan Calvin sudah melihatnya melalui CCTV. Itu sudah tidak mengejutkan lagi bagi kami, Julie." ucap Flint dengan sombongnya.


"Ohh benarkah?" tanya Julie.


"Tadi saat Calvin ke toilet, Jeny juga melakukan hal yang sama di meja Calvin." kata Flint.


"Aku jadi takut. Sebelum aku kesini, aku mengunci pintu ruanganku. Eh iya, Flint. Pintu sepertimu bisa di bajak tidak?"


"Kenapa? Kamu ingin pasang pintu sepertiku di ruanganmu?"


"Aku jadi takut dengan perbuatan Arthur tadi."


"Tenang saja, Julie. Aku dan Calvin terus memantau Arthur dan Jeny."


"Julie, kira kira ada barang yang hilang di ruanganmu?" sahut Calvin.


"Tidak. Tadi aku sudah memeriksa berkas berkas tidak ada yang hilang. Tapi seandainya dia mengincar sesuatu di ruanganku, aku tidak tahu apa yang dia incar."


"Kalau di ruanganmu pasti yang dia incar adalah laporan keuangan, mungkin dia akan memanipulasi dan akan melakukan penggelapan dana perusahaan." kata Calvin.


"Lalu, kalau Jeny, apa yang dia incar darimu?" tanya Julie.


"Menurutku, dia masih belum tahu ingin mengincar apa. Sesampainya di mejaku, dia akan mencari cari dan sekiranya itu penting, dia akan mengambil dan mengancam kita. Tapi itu masih dugaanku saja." jawab Calvin.


"Mengancam? Apa yang sebenarnya ingin dia dapatkan, sih?"


"Dari yang aku lihat sih, dia mengincar Flint. Karena jika sudah mendapatkan Flint, dia akan mendapatkan segalanya."


"Aish yang benar saja."


"Tenang saja, mereka tidak akan kupakai lagi setelah 2 bulan nanti." celetuk Flint.


"Aku sudah memperingatkan Jeny bahwa waktunya tersisa kurang dari 3 bulan, dan ternyata peringatanku membuatnya tergesa-gesa. Hari ini, dia mulai melakukan rencananya dengan 'mengobok obok' meja kerjaku." kata Calvin.


"Aku rasa Jeny dan Arthur tidak perlu kita khawatirkan lagi. Tapi kita harus berhati-hati karena mereka sudah sadar waktunya tidak banyak lagi, mereka sudah memulainya hari ini."