
Perempuan atau laki laki ya sekretaris pembantu Calvin?
—————————————————
"Aku punya 2 calon. 1 laki laki dan 1 perempuan." jawab Calvin.
"Oh yaaa?? Wahhh.." kata Julie.
"Hey.. aku menyuruhmu mencari 1 orang bukan 2 orang.." sahut Flint.
"Iya aku tau.. tapi ada 2 orang yang terbaik." jawab Calvin.
"Pilih 1 orang yang terbaik dari 2 yang terbaik itu." kata Flint.
"Yang pertama, dia berjenis kelamin perempuan, kuliah jurusan sekretaris, pandai menghafal, menghitung, mencatat. Lalu yang kedua laki laki, dia salah masuk lowongan pekerjaan, dia kira lowongan pekerjaan ini bebas pekerjaannya, menurutku dia handal di bidang keuangan, karena sudah ada prestasi penghargaan di bidang ini. Kurasa dia bisa membantu Julie." jelas Calvin.
"Laki laki? Membantu Julie? Tidak tidak. Tidak bisa. Sudah banyak pegawai laki laki di perusahaan ini. Apalagi di bidang keuangan. Jika semakin bertambah, aku takut aku tidak mengantisipasinya." kata Flint.
Calvin dan Julie saling bertatap tatapan. Mereka tidak bisa menemukan kesinambungan antara pegawai jenis kelamin laki laki dengan orang yang tepat untuk membantu Julie.
"Ya maksudku, jika banyak pegawai laki laki yang bekerja di sekitar Julie, mataku bisa panas melihatnya." sambung Flint.
"Ya sudah kalau begitu biarkan yang perempuan masuk ke sekretaris, yang laki laki bekerja di bagianku. Bagaimana?" nego Julie.
"WAHH mana bisa seperti itu. Ambil yang perempuan saja. Yang laki laki tolak dengan alasan perusahaan ini hanya membutuhkan sekretaris." ucap Flint.
"Hey.. segitu gampangnya kamu menolak seseorang? Bagaimana jika kamu yang mengalaminya? Mau?" jawab Julie.
"Itu salah dia karena dia tidak membaca instruksi dengan benar. Lowongan pekerjaan hanya untuk sekretaris." jawab Flint.
"Walaupun begitu, kalau dia memiliki segelintir prestasi, mengapa tidak?" jawab Julie.
"Masih banyak yang memilik segudang prestasi selain dia." jawab Flint.
"Iya, banyak memang yang memiliki segudang prestasi, apalagi di tempatku. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang bekerja keras sepertiku. Bangun pagi ke kantor, bekerja sampai mata lelah, tangan keriting, pulang malam dan seperti itu setiap harinya. Ternyata kamu tidak peduli dengan aku." oceh Julie.
"Apa maksudmu? Bagaimana bisa aku dekat dengan laki laki lain jika setiap saat kamu selalu memanggilku kesini!" jawab Julie.
"CUKUPPPPP!!!" teriak Calvin.
Flint dan Julie berhenti dari pertengkaran mereka. Mereka kaget dengan teriakan Calvin yang menggelegar di tengah ruangan.
"Aku itu sudah capek dengan seleksi hari ini. Ditambah lagi dengan kalian yang bertengkar. Huh. Begini saja, setiap pegawai kan ada masa percobaan 3 bulan, berikan mereka berdua kesempatan saja. Jika selama 3 bulan, kamu bisa menghentikan mereka jika mereka tidak memuaskan." jelas Calvin.
"Setuju!" kata Julie.
"Aku tidak setuju. Masa percobaan hanya untuk sekretaris. Tidak untuk laki laki. itu." kata Flint.
"Ayolah, Flint. Kesampingkan rasa cemburumu itu. Kita perlu merombak habis pegawai di perusahaan ini yang tidak kompeten. Tidak hanya di bagian Julie saja." jelas Calvin.
"...." Flint terdiam.
"Lagipula, secara tidak langsung, barusan Julie memberitahu kita bahwa banyak pegawai yang tidak bekerja sekeras Julie. Lihat kantung mata Julie, itu dikarenakan lembur akibat pegawai yang malas." sambung Calvin.
"Biarkan saja. Memang hanya kamu yang dapat mengerti aku." kata Julie.
"Baiklah baiklah. Beri 2 orang itu masa percobaan selama 3 bulan. Dan mulai besok, tugasmu Calvin adalah mengecek siapa saja yang tidak kompeten di perusahaan ini. Kasih aku datanya setelah semua pegawai pulang. Lusa aku akan mengadakan rapat mengenai pemberhentian pegawai yang tidak kompeten di perusahaan ini." jelas Flint.
"Setelah pertengkaran? Kamu baru memikirkan aku? Huh." Julie ngambek.
"Maafkan aku sayang. Sini aku cium." kata Flint.
"Baiklah aku keluar. Lanjutkan ciuman kalian." kata Calvin.
Calvin melangkah pergi.
"Sini deketan. Aku mau cium." ucap Flint lalu memonyongkan bibirnya.
Julie segera mengambil bantal di sofa dan menempelkan di bibir monyong Flint.