When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Mendatangi Kesha



"Tidak. Aku mandi dulu." jawab Julie lalu berlari ke dalam kamar mandi.


Buru buru Julie membuka bungkus testpack itu. Tanpa pikir panjang, Julie mengambil gelas yang digunakan Flint untuk kumur-kumur itu menjadi wadah tempat menampung air maninya.


"Apapun hasilnya, aku harus tetap bersyukur." ucap Julie pelan.


Sambil menunggu hasil, Julie tidak bisa tenang. Dia mondar-mandir di dalam kamar mandi yang luas itu.


Kalau positif? Tidak apa-apa tapi sekarang ini aku sedang ada masalah. Kalau negatif mungkin aku dan terutama Flint akan sedih. Baiklah, apapun itu hasilnya, aku harus menerimanya. Positif atau negatif aku harus tetap bersyukur. batin Julie.


Julie pun melihat testpack nya. Ketika melihat hasil testpack nya, Julie menjerit keras.


"Ada apa Julie?" Flint menggedor-gedor pintu kamar mandi ketika mendengar Julie menjerit dari dalam.


"Apa kamu baik-baik saja di dalam? Apa kamu jatuh Julie? Buka pintunya Julie." Flint terus menggedor-gedor pintu kamar mandi.


"I-iya sebentar.." ucap Julie.


Bagaimana ini? Kasih tahu ke Flint tidak ya? Tapi kita lagi ada masalah? Ah bodolah, masalah Kesha tidak penting. batin Julie.


"Julie! Buka pintunya." kata Flint.


"I-iya." Julie membuka pintu kamar mandinya.


"Kamu tidak apa-apa? Bagian mana yang sakit?" tanya Flint.


"Tidak. Tidak ada. Aku tidak jatuh." jawab Julie.


"Lalu kenapa kamu teriak tadi?" tanya Flint.


"I.. ini.." Julie memberikan testpack nya.


"HAAAHHH?!? Positif??? Yeeeyyy!!" ucap Flint lalu menggendong Julie, menciumi wajahnya.


"Anak kedua yeyyy! Pokoknya setelah ini kamu tidak boleh banyak pikiran, tidak usah memikirkan Kesha, urusan dia serahkan saja padaku. Kamu juga tidak boleh kelelahan." kata Flint.


"Iya bawel. Tapi kita harus tetap ke tempat Kesha." ucap Julie.


"Ke rumah sakit dulu." kata Flint.


"Baiklah." Flint kembali memeluk erat tubuh istrinya sampai tidak sadar kalau Luke sedang tengkurap di ranjang melihat orang tuanya itu.


"Ei Luke punya adik. Yaampun kecil-kecil sudah jadi kakak.. tidak apa-apa ya, Luke.. dedenya masih di perut mama kok.." kata Flint kepada Luke.


Flint dan Julie pun bersiap-siap ke kantor. Tetapi sebelum ke kantor, mereka harus ke rumah sakit dulu untuk cek kandungan lalu ke tempat Kesha. Entah apa yang ingin dilakukan Julie terhadap Kesha, yang jelas Julie sangat ingin menemuinya.


"Ma, titip Luke ya. Kalau babysitter nya datang lagi, usir saja. Kita tidak akan memakai babysitter lagi." kata Flint.


"Baiklah." jawab Sara.


"Tumben kalian agak siang ke kantornya." sahut Key.


"Iya tadi ada drama dulu di kamar mandi." jawab Flint.


"Drama di kamar mandi?" tanya Sara.


"Iya tuh. Masa Julie muntah-muntah cuman karena mencium bau susunya Luke. Padahal susunya juga dari dia sendiri." jawab Flint.


"Oohhh mual kali. Mau mama kerokin?" tanya Sara.


"Tidak sakit dia. Tapi hamil." jawab Flint.


"Waahh hamil lagi.. Selamat sayang.." Sara memeluk Julie.


"Luke saja belum setahun. Dia masih 8 bulan. Sebegitu inginnya kamu mengalahkanku?" kata Key kepada Flint.


"Ya begitulah.." jawab Flint.


"Sudah sudah. Kita mau ke rumah sakit nih. Kita pergi dulu ya ma, pa." pamit Flint.


"Hati-hati." kata Sara.


Flint dan Julie pun berangkat ke rumah sakit Young Hospital. "Kesha masih cuti. Seharusnya dia tidak ke mana-mana kan." kata Julie.


"Untuk apa kamu memikirkan itu. Sekarang kita kan mau ke rumah sakit. Yang kamu harus pikirkan ada atau tidak dokternya." ucap Flint.


"Hmm iya. Tapi kan rumah sakitmu besar, mana mungkin tidak ada dokter kandungan satu pun." kata Julie.


"Tidak usah pikirkan Kesha lagi. Hari ini hari terakhir kamu berurusan dengan dia." ucap Flint.


"Tapi, Flint. Aku berpikir kalau kita tidak bisa berhenti sekarang." kata Julie.


"Apa lagi Julie? Kamu ingin Kesha berbuat hal yang lebih gila pada Luke?" ucap Flint.


"Kalau begitu kita harus tutup akses Kesha dengan Luke. Supaya dia tidak akan bisa menyentuh Luke apalagi berbuat sesuatu pada Luke." kata Julie.


"Come on, Julie. Kita harus berhenti. Aku juga sudah tidak ingin berpura-pura bodoh dengan menuruti semua keinginannya." ucap Flint.


"Kita tidak perlu menuruti keinginannya lagi, Flint. Justru kita harus membuat dia menuruti keinginan kita." kata Julie.


"Dengan cara apa?" tanya Flint.


"Ada sebab ada akibat. Dia harus menerima balasan dariku atas perbuatannya selama ini." jawab Julie.


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Flint.


"Aku sudah menyimpan bukti pemfitnahan dia saat di hotel, aku juga sudah menyimpan bukti Kesha menawarkan babysitter lalu aku juga menyimpan bukti saat babysitter itu memasukkan racun ke dalam botol susu Luke. Itu semua sudah cukup untuk membuat dia nurut dengan kita." jawab Julie.


"Berhati-hatilah." balas Flint.


——————————————————————


"Selamat bapak ibu. Ibu Julie positif hamil. Usia kandungannya sudah memasuki 4 minggu." kata dokter. Flint dan Julie memakai dokter yang sama saat dengan Luke dulu.


"Ini resep obatnya ya. Diminum rutin ya bu jangan bolong-bolong." sambung dokter.


"Terima kasih ya dok." kata Flint.


"Sama-sama, sampai bertemu bulan depan." kata dokter.


Setelah menebus obat, Flint dan Julie segera menuju ke tempat Kesha. "Ingat, kamu benar-benar harus berhati-hati. Ada nyawa di dalam perutmu." kata Flint.


"Iya aku akan berhati-hati. Kamu tenang saja." ucap Julie.


"Setelah ini kamu fokus ke anak-anak saja. Jangan jadikan Kesha sebagai beban pikiranmu. Itu akam berpengaruh pada janin." kata Flint.


"Iyaaaa." ucap Julie.


Sesampainya di apartemen Kesha, mereka segera meluncur ke kamar yang Kesha tempati. Julie menarik napas panjang. Amarah yang sudah dia tahan dari semalam, akan dia keluarkan semuanya pada saat itu juga.


Entah apa yang akan Julie lakukan, Flint sendiri masih belum mengetahuinya. Tugas dia bukan ikut menghakimi Kesha tetapi menjaga istrinya yang sedang hamil.


Apa yang akan Julie lakukan? Sepertinya dia hanya akan menggunakan mulutnya itu untuk membalaskan perbuatan Kesha kepada Luke. Tidak mungkin Julie akan menggunakan tangannya karena kalau iya menggunakan tangan, pastinya dia sudah menggebu-gebu dari tadi, tapi ini tidak. Dia kelihatan sangat tenang. Ya Tuhan, lindungilah istriku dan anakku yang ada di dalam perutnya. batin Flint.


"Kamu harus berhati-hati, Julie." kata Flint.


"Iya, tenang saja. Setidaknya dia tidak bisa melukai aku." ucap Julie.


Tok tok tok tok. Flint mengetuk pintu kamar Kesha. Kesha membuka pintunya. "Eh, ada apa kalian ke sini?" tanya Kesha.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.