
Flint termenung dikamarnya hendak tidur. Dia tidak bisa tidur padahal sudah berkali kali mencoba memejamkan mata. Dikepalanya terus mengiang ngiang kata "bagaimana cara memulai mendekati Julie?". Akhirnya dirinya pun pasrah.
Ia keluar kamarnya dan berjalan ke kamar orangtuanya. Ia mengetuk pintu kamar orangtuanya. Key, ayahnya, membuka pintu kamarnya. "Flint, mengapa belum tidur?"
"Papa, apakah aku mengganggu tidurmu?"
"Tidak. Mama dan papa belum tidur. Ada apa?"
"Bisa bicara sebentar dikamarku?"
"Baiklah."
Antara Key dan Sara dengan anak anaknya memang terjalin hubungan yang erat. Bukan seperti orang tua, namun seperti teman. Flint dan adiknya Audy memang sedari kecil sudah dididik oleh Key dan Sara untuk selalu terbuka. Oleh sebab itu Flint tidak ragu lagi untuk menceritakan, meminta solusi dan sebagainya.
Sesampainya dikamar Flint. "Ada apa Flint?" tanya Key.
"Pa. Bagaimana cara Papa mendekati Mama dulu?"
"Ahahaha Flint. Mengapa kamu menanyakan hal itu? Kamu ingin mendekati perempuan?"
"Iya Pa. Flint bingung harus mulai bagaimana. Aneh sekali kan Flint ini?"
"Jangan pernah sengaja mendekati perempuan, Flint. Kamu harus dekat dengannya secara natural, tidak dibuat buat."
"Bagaimana caranya, Pa?"
"Kamu jangan terlalu memperlihatkan kalau kamu ingin mendekatinya. Misalnya, mengajaknya makan bareng dikantin. Jangan."
"Lalu bagaimana Pa?"
"Papa tidak bisa memberitahumu mengenai ini. Kamu harus memakai caramu sendiri, Flint."
"Tidak disangka anak Papa sudah besar. Sudah ingin mengenal yang namanya pacaran. Goodluck, boy. Tidurlah, selamat malam." kata Key lalu berjalan keluar kamar Flint.
Bagaimana ini? Kenapa sulit sekali untuk Papa memberitahuku bagaimana caranya? Tinggal bilang saja, kok. Kenapa Papa tidak mau memberitahuku? Baru pertama kali Papa tidak membantuku, tidak memberikan jalan keluar dalam permasalahanku. Bagaimana ini? Apa aku akhiri saja tantangan dari teman temanku? Memikirkan awalnya saja sudah membuatku pusing. Perempuan memang membingungkan. gumam Flint sambil menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.
Sepertinya aku harus mengakhiri tantangan ini. Ya, aku harus mengakhirinya. Besok aku akan bilang ke teman temanku bahwa orang tuaku tidak mengizinkan ku untuk berpacaran. Hmm, tidak tidak. Mereka bisa menganggapku anak culun. Oh, aku bilang saja bahwa Julie bukan seleraku. Ya, aku akan bilang begitu. gumam Flint didalam hatinya. Flint pun akhirnya tertidur.
"Ada apa Papa? Kenapa Papa senyam senyum melihatku?" ucap Flint.
"Oh tidak. Kamu terlihat semangat sekali hari ini. Apa yang membuatmu begitu semangat hari ini, Flint?" ucap Key menyindir Flint.
"Tidak ada." jawab Flint.
"Aku tidak melihat ada perbedaan dengan kakak hari ini." sahut Audy.
"Mama juga."
"Apa yang kalian sembunyikan kaum adam?" tanya Sara.
"Hmm tidak. Aku tidak menyembunyikan apapun. Ayo Audy berangkat sekarang. Daa.. Mama." sahut Key sambil mencium kening Sara.
"Flint?" tanya Sara.
"Mm..ti.. tidak ada Ma. Aku juga berangkat sekarang ya. Daa.. Mama.." jawab Flint.
Sesampainya di sekolah, Flint langsung menemui teman temannya. "Hei. Aku tidak bisa menerima tantangan kalian semua. Maafkan aku, tetapi kurasa Julie bukan seleraku." jelas Flint.
"Bagaimana bisa?"
"Memang kamu sudah mencobanya?"
"Lalu seperti apa seleramu?"
"Kurasa kamu sudah tidak tertarik dengan perempuan lagi, Flint."
kata teman teman Flint.
"Bukan begitu. Yang jelas aku tidak bisa menerima tantangan kalian. Dah.. sampai nanti."
Terimakasih atas partisipasi kalian. Jangan lupa klik tombol favorite agar tetap update dengan episode terbarunya. Novel ini update setiap hari.
🙏🙏