When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Pundak



"Sudah, saat tahu akan ada pegawai baru di bagianku."


———————————————————


Jam menunjukkan pukul jam 7 malam. Jam yang ditunggu tunggu oleh Flint. Sedari siang, dia tidak bisa berhenti melirik jam yang berada di tangannya. Sebenarnya masalah pegawai bisa diurus orang lain, namunn entah mengapa Flint sangat excited kali ini.


"Malam, bos." yang ditunggu tunggu Flint sudah tiba.


"Hey darimana saja kamu? Kenapa lama sekali?"


"Kamu menungguku atau menunggu ini?" kata Calvin sambil menyodorkan file.


"Cepat berikan padaku."


"Nih."


"729 orang dari 980 pegawaimu tidak layak berada di perusahaanmu. Dan 50% merupakan pegawai dengan status tinggi seperti manager, kepala bagian, bahkan direktur. Mereka hanya mengandalkan bawahannya yang bekerja."


"Baiklah, cukup. Umumkan kepada 729 orang ini untuk tidak perlu masuk bekerja besok. Berikan surat pemutusan hak kerja dan gaji bulan ini. Lalu umumkan akan ada rapat besok pagi kepada semua direktur."


"Bagaimana dengan kursi kosong di profesi direktur?"


"Biarkan kosong. Apa yang dikerjakan para bawahanku langsung berikan padaku."


"Pulanglah, sudah malam. Terima Kasih untuk hari ini, Calvin."


Jarang sekali dia mengucapkan terima kasih. Sama seperti ayahnya. gumam Calvin.


——————————————————


Rapat di esok harinya.


"Rapat pagi ini tidak akan ada yang dibahas. Saya cuma ingin menyampaikan bahwa akan ada 729 orang di perusahaan ini akan berhenti bekerja. Ini semua sudah sesuai dengan prosedur perusahaan dan tidak lupa saya ingin mengucapkan selamat tinggal kepada direktur yang akan berhenti bekerja. Terima kasih atas kesetiaannya kepada perusahaan ini." Flint meninggalkan ruangan.


"Panggil Julie ke ruanganku." perintah Flint saat berjalan menuju ruangannya.


"Suruh dia sudah harus sampai di ruanganku sebelum aku." tambah Flint.


"Baik." jawab Calvin.


Disamping itu, "Hahhhh??? Flint sudah gila?" kaget Julie setelah mendengar perintah itu. "Mood nya sedang tidak baik. Hati hati." ucap Calvin.


Julie berlari terbirit birit menuju ruangan Flint. Sesampainya disana, sudah ada laki laki yang duduk di kursi meja yang mewah itu.


"Kamu mendapat hukuman karena terlambat sampai disini, Miss Gray." ucap Flint.


"Akan ada 730 orang yang berhenti bekerja." kata Julie.


"729."


"Tidak akan pernah diizinkan."


"Ada apa denganmu hari ini?"


Flint pun duduk di sofa dengan merentangkan kedua tangannya, dan 1 kaki yang bersila. Flint menepuk pundaknya. "Sini." katanya.


Julie pun menuruti Flint yang kala itu mukanya agak lesu. Julie duduk di samping kekasihnya itu. "Aku yang seharusnya memberikan pundakku untukmu bersandar." ucap Julie.


"Bersandarlah." sambung Julie sambil mengarahkan kepala Flint ke pundaknya.


"Ternyata ini berat untukku.


Melepas lebih dari 700 orang yang bekerja di perusahaan ini.


Tidak.


Lebih berat ketika mendengar mereka sering mengandalkan junior, malas bekerja, tidak berkompeten.


Selama ini yang aku tahu hanya hasil akhirnya,


tetapi aku tidak tahu proses menuju hasil itu bahwa ada orang yang bekerja keras sendirian, atasan mereka hanya bisa menyuruh, menindas mereka untuk bekerja.


Sedangkan perbulannya, gaji seorang atasan yang tidak bekerja apa apa lebih besar dibanding seorang bawahan yang bekerja mati matian.


Apa aku layak disebut seorang pemimpin?" curhat Flint di pundak Julie.


"Kamu layak, Flint. Kamu layak disebut pemimpin. Kamu dengan percaya diri bisa menghapus ratusan orang yang seperti itu, kamu bisa membawa perubahan. Untuk karyawan yang masih berada di bawah. Bahkan di balik sifat kerasmu, yang seenak jidat mengeluarkan orang, kamu masih bisa merasa berat melepaskan mereka. Walaupun ada yang sudah bekerja bertahun tahun, tapi karena kamu bijaksana, kamu bisa melakukannya. Kamu sudah membawa perubahan di perusahaan kamu sendiri."


"Aku selalu mendambakan pundak yang empuk dan mulut yang mengeluarkan kata bahwa kamu ada di sisiku. Tidakkah kamu tahu, saat saat seperti ini, posisi seperti ini membuatku ingin menghentikan waktu agar aku bisa terus seperti ini. Kamu selalu ada di saat saat tersulitku. Terima kasih, Julie."


"Flint.."


"Apa?"


"Aku lapar."


Flint terbangun dari sandarnya. "Tidakkah kamu tahu bahwa kamu mengacaukan suasana kita yang sedang romantis?" katanya.


"Tapi aku lapar.."


"Baiklah baiklah ayo makan."


Flint dan Julie pun turun menuju lift untuk sampai ke lobi. Sekarang, saat keluar meninggalkan ruangan atau saat masuk ke ruangan, sudah ada 2 orang yang menyapa Flint, bukan Calvin saja.


Ketika Flint dan Julie sudah turun, Jeny pun bertanya kepada Calvin, "Wanita yang bersama Sir tadi siapa?"


"Oh itu, Julie. Kekasih Flint sejak 5 tahun yang lalu. Kamu bisa memanggilnya Miss Julie." jawab Calvin.