When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Tidak Tertarik



"Lain hari saja. Nikmatilah waktu kalian." jawab Audy.


"Eh, selagi kamu ada di sini, mari kita bahas Young Culinary." kata Flint.


"Apa hubungannya dengan keberadaanku?" jawab Audy.


"Young Culinary akan menjadi milikmu."


"Aku belum saja memegang Young Airlines. Kakak sudah menambahkannya lagi?"


"Young Culinary kan sesuai dengan ranahmu. Makanan. Hehehehe.."


"Memangnya itu bukan ranah kakak juga?"


"Papa menginginkan Young Culinary menjadi milikmu seutuhnya. Kalau ingin protes, protes saja ke papa."


"Hadeh..."


"Kamu sudah kepikiran konsep untuk Young Culinary nantinya?"


"Yang kupikirkan Young Culinary akan membuat restoran dengan menu makanan di semua penjuru dunia. Makanan barat, korea, dan dalam negeri." jawab Audy.


"Yang memikirkan makanannya Edgar. Kalian akan bekerja bareng dalam Young Culinary. Nantinya Young Culinary akan membuat restoran yang tersebar di kota kota besar dalam negeri. Coba pikirkan nama restoran yang cocok."


"Kapan Young Culinary akan dibangun?"


"Aku dan Calvin sedang mencari lahan untuk membangun perusahaan."


"Siapa yang akan bekerja disana? Aku pasti bekerja di Young Airlines. Kakak di Young Building. Masa papa?"


"Benar juga, kakak tidak kepikiran."


"Kakak dan papa terlalu banyak memikirkan cabang dari Young Company."


"Edgar."


"Ya?" jawab Edgar.


"Kamu saja yang menduduki kursi Young Culinary." kata Flint.


"Hey mana mungkin? Aku tidak tertarik berbisnis."


"Ini bukan bisnis. Kamu bekerja di Young Culinary untukku."


"Tetap saja aku tidak tertarik. Aku hanya tertarik memasak."


"Hmmm... baiklah, aku akan bicarakan ke papa."


"Baiklah kalau begitu aku pulang. Entah kenapa, aku merasa bosan membahas pekerjaan." jawab Audy.


"Hati hati."


"Sampai jumpa."


"Kalau kamu mau mengantarnya pulang, antarkan saja."


Edgar berdiri seraya mengambil kunci mobilnya.


"Hey, dude. Aku hanya bercanda, dia ada supir yang selalu mengantar jemput dia kemanapun. Kenapa kamu menangkapnya dengan serius?" ucap Flint.


Edgar mencekik leher Flint.


"Kamu menyukai adikku? Apa saja yang kalian bicarakan tadi sebelum aku datang?"


"Tidak banyak."


"Apa saja?"


"Oh ya, dia membawakan buldak untukmu."


"Benarkah? Uhhh... senangnya.. memang dia yang paling baik."


"Hey? Aku membuatkan buldak untukmu kemarin. Dia hanya membeli. Sedangkan aku?"


"Ya ya ya. Kalian berdua paling baik. Pacaranlah sana."


"Omong kosong."


"Tapi aku melihat adikku tidak tertarik padamu."


"Benarkah?"


"Iya. Tapi kalau kamu ingin berusaha, pasti dapat. Dulu Julie juga tidak tertarik padaku, jangankan denganku, sama laki laki saja tidak tertarik."


"Bagaimana caranya membuat wanita tertarik?"


"Hey ? Kamu terlalu lama sendirian sampai membuat wanita tertarik saja tidak tahu caranya."


"Jangan meledekku. Mendekati Julie saja kamu harus berkonsultasi dahulu pada papamu. Lagipula aku tidak pernah membuat Kesha tertarik. Tapi dia menyukaiku seiring berjalannya waktu."


"Ya seperti itulah. Papaku bilang kalau mau mendekati wanita, jangan terlalu kelihatan. Natural saja. Memangnya kamu mau mendekati siapa? Adikku?"


"Mana ada. Aku tidak ingin mendekati siapa siapa."


"Yah, Ed. Aku sudah senang loh tadi."


"Itu akan waktunya. Aku kan masih punya waktu 2 bulan darimu."


"Yes, man. Kalau ingin mendekati Audy, beritahu aku saja. Aku akan senantiasa membantumu."


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.