When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Jangan Tinggalkan Aku!



"Terima kasih sudah mengontrol dirimu." ucap Julie dan memberikan kecupan di kening Flint.


"Akan kulakukan apapun untukmu." jawab Flint sambil memberikan bra dan kemeja Julie.


"Kapan terakhir kali kamu makan?" sambung Flint sambil memakaikan bra Julie.


"Sarapan tadi pagi.. ?" jawab Julie.


"Pantesan perutmu rata. Eh??? Tadi pagi??? Kamu tidak makan lagi setelah itu?" tanya Flint dengan penuh kebingungan.


"Bagaimana aku bisa makan. Siaran televisi penuh dengan pesawatmu yang jatuh. Bagaimana denganmu? Kamu juga belum makan kan?" jawab Julie.


"Enak saja.. Sebelum ke sini aku sama Calvin mampir dulu ke tempat makan.." ucap Flint sambil memakaikan kemeja Julie.


"Kamu bisa mampir makan disaat seluruh dunia sedang mengkhawatirkanmu!?!?"


"Hahaha.. iya. Aku sama Calvin tadi laparnya tidak tertolong lagi. Sudah selesai. " jawab Flint yang kini sudah selesai mengancingkan kemeja Julie.


"Aku lapar. Masakin aku di bawah." ucap Flint.


"Baik, Yang Mulia." jawab Julie.


"Jangan lupa masak juga untukmu. Aku mandi dulu."


"Ok." Julie pun beranjak ke bawah dan memasakkan Flint sesuatu. Tadinya dia bingung apa yang harus dimasak karena sudah tengah malam begini, namun akhirnya dia masak ramen dengan telur, sayur, dan potongan sosis.


Ramen sudah jadi bertepatan dengan Flint yang menutup pintu kamar, hendak turun ke bawah.


"Wanginya.." ucap Flint sambil memeluk Julie dari belakang.


"Aku belum mandi." jawab Julie.


"Ramennya yang wangi, bukan kamu."


"Flint.. di dapurmu ada pisaukah?"


"Ampunnnnn!!!"


"Makanlah. Tidak ada lagi yang bisa kumasak selain ini."


"Julie.."


"Ya?"


"Aku tidak mau melihatmu memakai rok sependek ini. Ketat pula."


"Baiklah.. Ngomong ngomong, bagaimana caramu kembali?"


"Sebelum jatuh, pesawat sudah menunjukkan gelagat aneh. Calvin dengan segera memanggil helikopter untuk menjemput kita. Tidak ada satupun yang berani terjun dengan paralayang. Jadi hanya kita yang berhasil selamat."


"Kenapa kamu tidak meneleponku? Atau menelepon siapa saja untuk mengabari?"


"Kamu tahu? Aku dan Calvin terjun di tempat yang tidak tepat dan akhirnya mendarat di tempat yang sepi. Hanya ada rumput rumput. Sinyal sangat susah di sana. Calvin saja susah menghubungi helikopter yang akan menjemput kita."


"Lalu akhirnya? Bagaimana kalian bisa dijemput?"


"Berjalan lurus sampai ada sinyal."


"Ketahuan sekali kamu menangisiku. Matamu sembab."


"Manusia mana yang tidak menangis setelah mengetahui tunangannya kecelakaan? Pesawat pula."


"Hahahahah jangan seperti itu, aku malu."


"Papamu sampai panik karena anak buahnya tidak bisa menemukanmu disaat semua korban sudah ditemukan."


"Mereka semua tewas padahal aku sudah mengajaknya terjun bersama."


"Bagaimana dengan pesawatmu?"


"Akan sulit untuk menarik pelanggan. Tapi aku akan membuktikan kalau pada akhirnya pesawatku aman."


Flint dan Julie yang sedang makan dibawah, rupanya diamati Key dan Sara dari lantai 2. "Julie menginap saja malam ini. Tidur di kamar Flint, biar Flint tidur di ruang kerjanya." ucap Sara yang mengejutkan mereka.


"Oh, mom. Kamu sudah tidak sayang kepadaku? Bukannya tadi baru saja kamu bilang kamu menyayangiku?" jawan Flint yang merasa dirinya diberi perlakuan yang tidak adil.


"Lantas? Kamu ingin tidur dimana?" tanya Key.


"Di kamarku lah." jawab Flint.


"Mau tidur bersama?" tanya Key.


"Iya. Seperti papa dulu."


"Tangguhkan jabatanmu di Young Building sekarang!" ucap Key dengan sarkasnya.


"Setelah aku bawa menjadi peringkat 2 terbaik di Asia, papa menyuruhku menangguhkannya? Tidak semudah itu, ferguso."


"Hahahaha.. mungkin lebih baik aku pulang saja." sahut Julie.


"Eh.. jangan.. Menginap saja. Nanti pingsan lagi bagaimana?" kata Sara.


"PINGSAN????" Flint terheran mendengar Julie pingsan. Matanya melotot tajam.


"Eh kalau begitu mama tidur dulu ya. Selamat malam." pamit Sara dan Key. Mereka segera lari terbirit birit masuk ke dalam kamarnya.


"Pingsan? Kamu pingsan tadi?" tanya Flint kepada Julie.


"Tidak. Aku hanya tidur sebentar."


"Aku akan mengelitikimu kalau kamu bohong."


"Ah baiklah. Iya tadi aku pingsan. Tapi sebentar doang kok!"


"Baru kutinggal sebentar saja kamu sudah pingsan."


"Makanya jangan tinggalkan aku!"


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.