
"Ehh.., Flint. Tumben sudah pulang? Ada apa?" tanya Sara ketika melihat putranya itu masuk kedalam rumah.
"Iya. Sudah tidak ada yang perlu dikerjakan lagi." jawab Flint.
"Kamu sakit?"
"Tidak, Ma. Aku ingin ke kamar dulu ya."
"Tidak ingin makan dulu?"
"Nanti sehabis mandi."
"Baiklah."
Selepas Flint masuk ke dalam kamarnya, Sara masuk ke dalamnya untuk bertemu dengan suaminya, Key.
"Key, Flint sudah pulang dari kantor." ucap Sara.
"Benarkah?"
"Iya. Dia bilang sudah tidak ada yang perlu dikerjakan lagi."
"Benarkah? Hebat sekali anak itu. Aku saja tidak pernah tidak ada pekerjaan."
"Tapi dia terlihat pucat, lesu."
"Apa dia sakit?"
"Tadi aku tanya katanya tidak."
"Mungkin dia lelah, hari ini kan Julie pulang dari Amerika."
"Oh iya! Apa Julie sudah tahu kebenarannya?"
"Sara! Flint sepertinya sedang ada masalah dengan Julie. Ayo ke kamarnya."
Key dan Sara bagaikan bermain tebak tebakan mengenai apa yang terjadi terhadap anaknya itu. Setelah mengira ngira, Key dan Sara memutuskan untuk ke kamar anaknya itu karena mereka tidak ingin membiarkan anaknya merasa sendirian saat berada dalam masalah.
Key membuka pintu kamar Flint dan beranjak masuk, diikuti oleh Sara. "Tidak ada." kata Key.
"Dia sedang mandi."
"Baiklah kita tunggu. Ngomong ngomong, rapi sekali ya kamar Flint."
"Aku mewariskannya kepada anak anakku. Oh ya, Key. Aku takut sekali bahwa kamar ini akan kosong nantinya. Flint pasti juga akan ada keinginan untuk membeli rumah atau tinggal di apartemen kan?"
"Beli rumah boleh boleh saja. Tapi untuk tinggal dirumah itu, dia harus punya keluarga dulu, jadi aku tidak akan mengizinkan dia keluar dari rumah ini dan tinggal di rumah sendirian tanpa keluarga."
"Ohh.. ini.. sudah lama kita tidak ke kamarmu. Kamarmu rapi sekali, Flint." jawab Key.
"Iya dong, siapa dulu pemiliknya." jawab Flint.
"Flint.. bagaimana pekerjaan di kantor? Apakah berat?" tanya Key.
"Ah tidak Pa. Mana berat. Buktinya sekarang aku bisa pulang lebih awal." jawab Flint.
"Mama kira kamu sakit, mukamu pucat." sahut Sara.
"Ahahah.. tidak Ma."
"Flint, ada masalah?" tanya Sara.
Flint menaruh handuk yang sedari tadi melingkar di lehernya. Dia berjalan dan duduk di kursi dan menyandarkan kepalanya di kursi. Menghirup nafas dalam dalam dan mengeluarkannya seperti orang yang sedang putus asa.
"Julie memutuskanku Ma, Pa." jawab Flint setelah membuang nafasnya.
"Benarkah?" kata Key.
"Karena apa?" kata Sara.
"Karena dia sudah tidak punya apa apa, menurutnya dia tidak pantas lagi bersanding denganku." jawab Flint.
"Flint.. bukankah perusahaan papanya sudah kamu selamatkan? Dan sudah berada di tanganmu? Kenapa kamu tidak beri tahu dia?" tanya Key.
"Aku memang berencana memberi tahu dia. Namun tidak sekarang. Aku tidak mau hubungan kita membaik karena dia tahu perusahaan papanya sudah di tanganku." jawab Flint.
"Tapi kalau kamu tidak beri tahu dia, hubungan kalian tidak akan membaik." jawab Sara.
"Lebih baik hubungan kita tidak membaik daripada membaik karena dia tahu perusahaan papanya ada di tanganku." tegas Flint.
Drrt. Calvin is calling...
"Halo, ada apa Calvin?" jawab Flint.
"Flint, kamu besok masuk kerja tidak? Kita harus menghadiri pertemuan di PT Cosaca jam 8 pagi." kata Calvin.
"Oh baiklah. Besok aku masuk kerja, tenang saja."
"Ok sampai jumpa besok."
Ada apa pertemuan di PT Cosaca? Biasanya Calvin akan pergi sendiri atau PT Cosaca yang ke perusahaanku. Hmm.