
"Kalo kamu ga sikat gigi aku ga mau. Udah diem .. sutt.." ucap Julie dan berjalan meninggalkan Flint.
Kini mereka semua duduk berkumpul di meja makan. Menyantap hidangan yang dimasak oleh Bi Nola sudah menjadi rutinitas mereka setiap hari.
"Julie.. kamu sudah tidak bekerja lagi atau sedang cuti?" tanya Sara.
"Aku tidak bekerja dulu sementara. Papa belum membutuhkanku, hehehe." jawab Julie.
"Kamu kerja denganku saja." ucap Flint.
"Hahaha kalau ada Julie boro boro kamu kerja." sahut Key.
"Kenapa? Aku selalu bekerja dengan sungguh sungguh ada atau tidak ada Julie." jawab Flint.
"Waktu itu sepertinya aku melihatmu tidur." balas Key.
"Itu karena pekerjaanku sudah selesai." ucap Flint.
"Sudah sudah.. berisik.." ucap Sara.
"Ma, pa, Audy.. tahu tidak.. Julie itu sebenarnya jago menggambar baju loh.." ucap Flint.
Kreek.. Julie menginjak kaki Flint.
"Oh ya? Kenapa tidak jadi desainer saja, Julie?" tanya Sara.
"Kupikir awalnya kakak itu desainer loh. Ternyata akuntan.." ucap Audy.
"Ehehe iya.. minatku lebih ke ekonomi." jawab Julie.
"Itu dulu. Sekarang kamu minatnya ke menggambar kan?" tanya Flint.
"Tidak." jawab Julie dengan senyum palsu mengisyaratkan Flint untuk diam.
"Lalu??"
"Aku berminat jadi ibu rumah tangga aja, hhehe." Julie kembali memalsukan senyumnya.
"Bukan ibu rumah tangga kalau belum punya anak." kata Flint.
Uhuk.. uhukk.. uhukk... Julie terbatuk ketika mendengar perkataan Flint.
"Keselek apa? Ini minum." tanya Flint sambil memberikan gelas berisi air.
Glek.. glekk.. glek.. Keselek perkataanmu. ucap Julie dalam hati.
"Keselek nasi lah." ucap Flint.
"Memangnya Flint mau punya anak berapa?" tanya Sara.
Uhuk.. uhukk.. uhukk... Julie terbatuk lagi untuk kedua kalinya.
"Kenapa sih sayang? Kunyah yang benar.." ucap Flint.
"10? Kamu pikir melahirkan bayi manusia itu segampang melahirkan bayi kucing?" ucap Julie.
"Betul.. buatnya sih gampang ya.. Melahirkannya itu.. behh.. laki laki tidak pernah tahu rasanya hamil 9 bulan lalu melahirkan." ucap Sara.
"Ya sudah kamu maunya berapa?" tanya Flint.
"3." jawab Julie.
"Terlalu sedikit. 6." kata Flint.
"Sudah sudah. Mending sesuaikan dengan perusahaan Young. Kan sekarang baru 2. Itupun 1 nya belum resmi." ucap Key.
"Young Culinary sudah buat Audy.." kata Flint.
"Berarti 2." sahut Julie.
"Enak saja. Aku akan buat banyak perusahaan Young lainnya. Kamu bilang melahirkan itu sulit kan begitu juga denganku. Membuat perusahaan untuk masa depan anak anak juga sama sulitnya. Jadi sekarang kita impas." ucap Flint.
"Iiiihhhh."
"Flint sepertinya terobsesi ingin punya anak banyak." ucap Sara.
"Iya lah. Punya banyak anak itu menyenangkan." jawab Flint.
"Sudah makannya? Ayo kita naik." Flint mengajak Julie naik ke kamar.
Selepas Flint meninggalkan meja makan, "Sepertinya Flint ingin membuat anak." ucap Key.
"Iiishh. Masih ada aku di sini." ucap Audy.
"Bukannya kamu sudah mempunyai KTP?" tanya Sara.
"Tetap saja kalian tidak bisa membicarakan hal itu di depanku. Sudah aku naik dulu." jawab Audy.
"Eh jangan Audy.. kita nonton aja yuk di bawah.. mama punya judul film series baru.." cegah Sara.
"Iya Audy kita nonton saja di bawah.." kata Key.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.