When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Bangun



Aksi pertama berjalan... lancar!


Flint dan Julie berjalan kembali ke ruangan Flint. Karena dirasa sudah cukup dengan aksinya tadi. Dan tidak sabar untuk menemui Calvin yang masih berada di ruangannya.


"Bagaimana sekarang?" tanya Flint yang baru saja memasuki ruangannya bersama Julie.


"Sudah teratasi. Dia sempat memasukkan virus yang dapat melemahkan sistem jaringan di komputermu namun akhirnya virus itu berimbas ke komputernya sendiri. Mungkin itu mengakibatkan komputernya tidak bisa dipakai dalam beberapa hari ke depan." jelas Calvin.


"Huh syukurlah. Calvin, coba cari tahu bagaimana caranya dia bisa meretas komputerku."


"Aku hampir lupa memberitahumu. Ternyata selain bersekolah di bidang ekonomi, dia juga bersekolah di bidang IT namun belum tamat. Mungkin dari situ dia sudah mengetahui langkah langkah untuk meretas."


"Omong omong, bagaimana cara kalian mengalihkan Arthur?"


"Hanya bermesraan dengan kekasihku."


"Omong kosong. Flint banyak bertanya kepada Arthur tentang pekerjaannya di perusahaan ini." ketus Julie.


"Oh ya, kamu yakin kalau itu ulah Arthur?" tanya Flint.


"Sangat yakin dan sudah dipastikan. Tadi akua memeriksa dari mana peretas itu dan itu berada di salah satu komputer milik perusahaan ini. Lalu aku cek dan komputer milik Arthur lah hasilnya."


"Daripada menyusahkan diri sendiri, lebih baik kita hentikan saja Arthur." celetuk Julie.


"Tidak bisa seperti itu Julie. Young Building selalu memberi kesempatan seorang pekerja selama 3 bulan. Setelah 3 bulan, baru kita bisa memutuskan, ingin melepaskan atau menetapkan. Eh iya, Calvin. Bukti Arthur meretas komputerku berikan kepadaku." jawab Flint.


"Iya, Flint. Bagaimana dengan komputernya?" tanya Calvin.


"Biarkan saja. Kalau dia mengadu ke Julie, kamu jawab saja akan kamu laporkan kepada tim penanganan, ok?" jawab Flint untuk Julie.


"Ya baiklah. Bisa dibilang masalah pertama ini sudah selesai. Kamu harus mentraktirku, Flint." kata Calvin.


"Kapan aku tidak mentraktirmu? Pesanlah, kita makan bersama di sini." jawab Flint.


"Hey! Baru beberapa jam yang lalu kalian makan. Dan sekarang ingin makan lagi? Aku tidak bisa ikut kalian. Aku mundur." kata Julie.


"Aku masih kenyang. Kalian makanlah." jawab Julie.


"Iya, Calvin. Jangan dipaksakan, karena nanti malam kita akan dinner romantis." celetuk Flint.


"Kita? Bersama siapa? Jeny?"


"Ah ayolah Julie. Hatiku hanya untukmu."


"Malam ini aku akan makan bersama Arthur. Aku tidak bisa dinner romantis bersamamu."


"Oh begitukah. Dengan apa yang sudah Arthur lakukan barusan, kamu bisa makan bersamanya?"


"Tentu saja."


"Ohh kali ini aku tahu siapa yang pengkhianat sebenarnya. Pergilah dari hidupku."


"Ah tidak sayang. Aku hanya bercanda." ucap Julie sambil duduk di pangkuan Flint dan mengelus elus pipi Flint.


Ya. Julie duduk di pangkuan Flint yang membuat sang adik kecil Flint terbangun.


"Hey sampai kapan kamu ada disitu?" tanya Flint kepada Calvin. Mendengar bahwa dirinya diusir dengan cara yang halus, Calvin pun beranjak keluar dari ruangan Flint dengan muka masam.


"Benarkah kamu hanya bercanda sayang?" tanya Flint sambil menyelipkan rambut Julie ke belakang telinga.


Julie mengangguk.


"Kamu sudah membangunkan adik kecilku sayang." kata Flint.


"Adik kecil?"


Flint segera mendorong kepala Julie agar dekat wajahnya. Kemudian dia mendekatkan bibirnya ke bibir pink milik Julie. Dilumat habislah bibir merah muda milik Julie itu. "Mmphh.. mphh.. mhh.." Mereka terhanyut dengan ciuman mereka sendiri. Mereka saling ******* habis bibir satu sama lain. Yang dimana Julie masih berada di dalam pangkuan sang kekasih.