When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Bekerja di Balik Jeruji Besi



"Pastikan anda tidak keliru dalam menyelidiki kasus orang meninggal ini. Kalau terbukti saya dan suami saya tidak terlibat, saya akan pastikan anda tidak akan bisa mengenakan jubah seorang jaksa lagi." kata Julie.


"Saya permisi." pamit jaksa.


"Apa saya dan suami saya akan berada di balik jeruji besi (penjara) ?" tanya Julie ketika jaksa sudah memegang gagang pintu.


"Ya, untuk sementara, sampai kami menemukan pelaku yang sebenarnya." jawab Jaksa.


"B*rengsek!" pekik Julie.


Flint dan Julie dimasukkan ke dalam jeruji besi yang biasa dikenal penjara. Mereja dimasukkan ke dalam sel yang berbeda namun bersampingan. Mereka masih setia menggunakan pakaian kantornya walaupun sudah diberikan pakaian tahanan karena mereka yakin, tidak akan lama mereka dipenjara.


"Kira-kira apa yang sedang terjadi di luar sana?" tanya Julie.


"Entahlah. Media pasti sedang digemparkan dengan kejadian kita. Yang jelas saham perusahaanku akan turun drastis." jawab Flint.


"Apa kamu ingat perkataanmu saat menunggu Kesha operasi? Mati satu tumbuh seribu, kamu takut masalah satu berakhir dan akan tumbuh masalah yang lebih hebat lagi. Dan ternyata itu menjadi kenyataan, masalah kehamilan Kesha selesai tetapi kita mendekam di balik jeruji besi ini." kata Julie.


"Lalu apa kamu ingat saat kamu bilang ingin beristirahat dari semuanya; pekerjaan, Kesha, masalah. Ini juga menjadi kenyataan, kita sedang beristirahat di balik jeruji besi ini. Kita tidak perlu memikirkan pekerjaan lagi, Kesha atau masalah lainnya." balas Flint.


"Benar. Kita harus beristirahat dan inilah saatnya." kata Julie.


"Maafkan aku. Kalau aku tidak menerima Kesha di Young Scarlette, ini semua tidak akan terjadi. Kita tidak akan dipenjara seperti ini." ucap Flint.


"Sudahlah. Untuk apa menyalahkan yang sudah terjadi." kata Julie.


"Kira-kira, apa Luke nantinya akan malu kalau tahu orangtuanya itu mantan narapidana?" tanya Flint.


"Tidak. Kita tidak akan menjadi narapidana. Hati-hati kalau ngomong." jawab Julie.


"Bapak Flint, ibu Julie, ada yang ingin bertemu dengan kalian." kata seorang penjaga tahanan.


Ternyata yang ingin bertemu dengan mereka adalah keluarganya sendiri. Sara, Key, Audy, dan Edgar. Mereka ditempatkan dalam satu ruangan.


"Flint, Julie, apa yang terjadi? Kenapa kalian dipenjara?" tanya Sara dengan paniknya.


"Panjang ceritanya, ma." jawab Flint.


"Kalian tenang saja. Kita tidak akan lama berada di sini." timpal Julie.


"Tapi kenapa sayang? Kenapa kalian dipenjara? Apa masalah kalian? Kita semua bisa bantu kok. Kalian sudah menemukan pengacara? Mama dan papa punya pengaca yang hebat." kata Sara.


"Tidak usah, ma. Aku dan Julie bisa mengatasinya sendiri. Oh ya, bagaimana dengan Luke?" tanya Julie.


"Mama sudah menitipkan Luke ke mamamu Julie. Kamu tidak usah khawatir." jawab Sara.


"Lalu bagaimana dengan keempat perusahaanku? Apa semuanya sedang kacau balau?" tanya Flint.


"Tentu. Saham perusahaanmu menurun drastis. Mungkin para direktur pemegang saham sedang memperebutkan perusahaanmu. Tapi kamu tidak usah memikirkan itu dulu. Yang harus kamu pikirkan adalah bagaimana caranya keluar dari sini." jawab Key.


"Itu tidak boleh terjadi. Aku tidak akan membiarkan perusahaanku jatuh ke tangan orang lain selain anakku!" kata Flint.


"Flint kamu punya kewenangan untuk memberikan kekuasaan selagi situasi sedang darurat kan? Berikan kepada Audy untuk mengambil alih perusahaanmu. Keluarkan surat resmi pemberian kekuasaan kepada Audy." ucap Julie.


"Tapi kak.. untuk 4 perusahaan sekaligus, aku mana bisa.." sahut Audy.


"Ini untuk sementara saja sampai kita keluar dari sini. Ayo, Flint. Keluarkan surat resmi itu kepada Audy. Audy kan adik kandungmu." bujuk Julie.


"Baiklah baiklah. Pa, boleh aku pinjam ponsel papa? Aku ingin menelepon Calvin." ucap Flint.


Key memberikan ponselnya kepada Flint. "Halo, Calvin. Keluarkan surat resmi pemberian kekuasaan sementara dan berikan itu pada Audy. Datanglah ke Young Corporation (pusat dari 4 perusahaan Flint.) dan temui Audy di sana." perintah Flint.


"Baiklah. Kapan kamu akan keluar?" tanya Calvin.


"Bagaimana situasi di semua perusahaanku?" tanya Flint.


"Kacau. Gedung perusahaanmu dikerumuni oleh media, para direktur pemegang saham ingin mengadakan rapat untuk mencari penggantimu Flint." jawab Calvin.


"Tahan mereka sebisamu. Ulur waktu, jangan sampai mereka menemukan penggantiku." kata Flint.


"Baiklah." jawab Calvin.


Flint mematikan teleponnya.


"Audy, kamu harus segera ke Young Corporation dan temui Calvin di sana. Ambil surat resminya sebagai bukti kalau kamulah yang berhak menggantikan kakak dalam keadaan darurat." ucap Flint.


"Baiklah." jawab Audy.


"Tentu saja." jawab Sara.


"Pa, Edgar, aku ingin kalian mengamati situasi di Young Corporation. Cari orang-orang mencurigakan yang ingin mengambil alih semua perusahaanku." kata Flint.


"OK. Kita semua pergi sekarang." kata Key.


Flint dan Julie kembali ke sel tahanan. Sementara keluarga kompak itu sedang melancarkan aksinya. "Kamu pasti bisa, Audy." ucap Edgar kepada Audy di depan pintu ruangan rapat.


"Iya, kamu berasal dari darahku, darah pemimpin. Kamu pasti bisa." kata Key.


"Baiklah. Karena papa dan kakak bisa, aku pasti bisa." ucap Audy. Audy menarik napas panjang, lalu mulutnya komat-kamit sedang membaca doa.


Sepertinya direktur Benji orang yang tepat untuk menggantikan Flint yang payah itu. Terdengar kalimat itu dari dalam.


"Tuh kan, kamu dengar itu Audy? Flint pasti akan kecewa sekali kalau bukan kamu yang menggantikan dia." kata Edgar.


"Hanya kamu yang bisa menghentikan mereka Audy. Semua nasib perusahaan kakakmu berada di tanganmu, Audy." timpal Key.


Akhirnya Audy membuka pintunya dan masuk ke dalam.


"Tidak ada yang bisa menggantikan posisi kakakku sebagai pemimpin." ucap Audy di hadapan semua petinggi perusahaan.


Waduh! Ini isinya orang penting semua! Mana bisa aku berhadapan dengan mereka semua. batin Audy.


"Menurut kebijakan perusahaan pasal 121, pemimpin perusahaan wajib mengeluarkan surat resmi pengalihan kekuasaan secara darurat, apabila pemimpin tidak bisa menjalankan tugasnya lagi.


Pasal 122 mengatakan seseorang yang bisa mengambil alih kekuasaan dan menggantikan pemimpin adalah seseorang yang memiliki hubungan darah dengan pemimpin.


Pasal 123 mengatakan jika pemimpin tidak memiliki keturunan atau keturunannya masih di bawah umur, pemimpin bisa memberikan kekuasaan kepada saudaranya yang memiliki hubungan darah seperti adiknya, sepupunya, atau keponakannya." Audy membaca tulisan yang ada di surat resmi itu.


"Ini semua tertera jelas dalam Undang-Undang Perusahaan.


Saya, Audystern Young, putri bungsu dari Keystern Young dan adik dari Flintstern Young, di hadapan petinggi perusahaan ingin menyampaikan kalau sayalah yang berhak mengambil alih kekuasaan Young Corporation. Ini surat resmi yang dikeluarkn kakak saya." sambung Audy lalu memberikan surat itu kepada salah satu direktur.


"Bagus, Audy." ucap Edgar yang melihat dari pintu.


"Darah kehebatanku mengalir sempurna ke semua anakku." kata Key.


Edgar dan Key saling bertatap-tatapan. "Kita kan harus mengamati orang yang mencurigakan!" ucap Edgar.


"Kenapa kita masih di sini?!" balas Key.


Key dan Edgar pun berlari dari pintu tersebut. Saat berlari, Edgar menarik tubuh Key dan bersembunyi di balik tembok.


Itu kan Kesha! batin Edgar.


"Ada apa? Kita harus menjalankan tugas kita." kata Key.


"Om, itu wanita adalah mantanku." ucap Edgar sambil menunjuk Kesha.


"Lalu? Kamu mau bilang kalau kamu masih mencintai dia? Kamu ingin memutuskan Audy dan kembali pada mantanmu itu?! Iya?!" kata Key.


"Ssttt. Jangan keras-keras. Dia itu yang menyebabkan semua ini terjadi. Flint dan Julie masuk penjara karena dia." ucap Edgar.


"Kamu tahu dari mana?" tanya Key.


"Tentu Flint dan Julie sendiri yang menceritakan semuanya padaku." jawab Edgar.


"Baiklah, kita harus menghampiri dia!" ucap Key.


"Eh tunggu! Jangan dulu. Flint hanya menyuruh kita mengamati saja." kata Edgar.


"Lalu kita harus diam saja gitu?" tanya Key.


"Dia bekerja di Young Scarlette sebagai asisten desainer. Coba om pikirkan, kenapa asisten desainer bisa berada di Young Corporation yang merupakan pusat dari semua perusahaan?" jawab Edgar.


Key membulatkan matanya. "Akses mana yang dia gunakan untuk masuk ke gedung ini?" tanya Key.


"Mencurigakan bukan? Apalagi dia sekarang berada di lantai ruangan rapat. Sehebat apa aksesnya itu?" balas Edgar.


"Baiklah, Edgar. Kita harua memata-matai dia!" kata Key.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.