When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Jelek



Flint pun melihat CV para desainer yang akan bekerja di Young Scarlette. "Rata-rata masih muda ya. Masih berumur 25an. Paling tua kulihat berumur 38 tahun." ucap Flint.


"Iya, ada yang berjenis kelamin laki-laki 6 orang." jawab Calvin.


Tanpa menjawab Calvin, Flint melanjutkan melihat CV para desainer, membalik kertas CV satu persatu.


"Oh ya mampir ke rumah dulu ya. Aku ingin mengambil gambar-gambar Julie." ucap Flint.


"Baik." jawab Calvin.


"What.. Kesha Guererro?" ucap Flint.


"Kenapa? Kamu mengenalnya?" tanya Calvin.


"Teman SMA ku dan Edgar dulu." jawab Flint.


"Oh ya? Benarkah? Tapi sepertinya itu desainer yang direkomendasikan Edgar." kata Calvin.


"Edgar? Edgar yang merekomendasikan?" tanya Flint.


"Iya.. apakah di sana tertulis bahwa dia dari negara ini? Kalau iya, berarti bukan aku yang mencari." jawab Calvin.


"Tapi dia bilang sulit untuk menghubungi Kesha." kata Flint.


Ddrrtt.. ddrrrttt.. ddrrrttt.. Edgar is calling..


"Hey, man. Aku dengar kamu akan segera bertemu dengan desainer?" tanya Edgar.


"Iya ini sedang dalam perjalanan." jawab Flint.


"Aku salut padamu. Tidak kusangka akan secepat ini." kata Edgar.


"Terima kasih, Ed. Oh ya, terima kasih juga atas rekomendasi desainer darimu. Kamu memberikanku desainer yang hebat-hebat." ucap Flint.


"Kamu sudah melihatnya? Sama-sama bro, semoga aku mendapat komisi dari ini hehehe.." kata Edgar.


"Tapi kok di sini ada Kesha? Bukannya dia sulit dihubungi? Apa dia sudah pulang ke negara ini?" tanya Flint.


"Kesha? Berhenti bawa-bawa nama mantanku." jawab Edgar.


"Bukan begitu, Ed. Tapi ini benar, aku melihat CV Kesha di daftar desainer yang akan bekerja di Young Scarlette." kata Flint.


"Benarkah?" tanya Edgar.


"Bukannya kamu yang merekomendasikan?" tanya Flint.


"Ah tunggu-tunggu. Aku tidak merekomendasikan Kesha. Bahkan aku tidak tahu di mana keberadaannya. Tapi ada salah satu desainer yang membawa asistennya. Apa asistennya itu Kesha ya?" kata Edgar.


"Siapa nama desainer itu?" tanya Flint.


"Emma." jawab Edgar.


Flint membalikkan kertas CV desainer, mencari cari CV desainer yang bernama Emma itu.


"Oh ya. Bisa jadi asistennya itu Kesha. Tapi di CV Kesha tidak tertulis dia sebagai asisten. Oh ya, bukannya dia menjadi model?" kata Flint.


"Arghh.. Flint, bisakah aku ke tempat pertemuanmu dengan desainer?" tanya Edgar.


"Hanya untuk bertemu Kesha? Big no. Aku tidak mengizinkannya." jawab Flint.


"Come on, Flint. Aku ingin bertemu dengannya." kata Edgar.


"Tidak, Ed. Kalau kalian berjodoh, kalian mungkin bertemu tapi tidak di tempatku." ucap Flint.


"Aku hanya akan melihatnya, Flint. Aku tidak mengajaknya berbicara. Kumohon, izinkan aku." kata Edgar.


"Oh my God, Ed. Bagaimana kalau pertemuan kalian bisa membuka masa lalu yang sudah kamu tutup rapat itu? Bagaimana dengan Audy? Aku pernah melihatmu mengantarnya pulang ke rumah sebanyak 4 kali." ucap Flint.


"Aku dan Audy bertemu hanya untuk membahas Young Culinary. Dan mengantarnya pulang karena itu sudah malam." kata Edgar.


"Yakinkah hanya sebatas itu?" tanya Flint.


"Iya, aku yakin. Kamu bisa tanyakan ke adikmu langsung." kata Edgar.


"Ingat, Ed. Hanya melihatnya, tidak akan mengajaknya berbicara atau balikan sekalipun." ucap Flint.


"OK, pinky promise. Aku berjanji. Terima kasih, Flint. Katakan di mana tempat kalian bertemu?" tanya Edgar.


"OK, terima kasih! Sampai bertemu di sana." ucap Edgar.


Flint mengakhiri telepon. "Cepat sedikit, Vin." ucap Flint.


Brrrmmm.. Calvin melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di rumah, Flint buru buru mengganti pakaiannya dan mengambil gambar Julie di atas meja.


"Hmm tidak usah ganteng-ganteng lah. Di sana cewe semua, gawat bisa bisa Julie ngamuk." ucap Flint sambil menghadap kaca.


Flint membayangkan Julie ngamuk ketika dia tahu suami tampannya itu bertemu dengan puluhan wanita. "Harusnya kamu tahu tuh ajak aku! Pasti cewe cewe itu ngeliatin kamu terus dibanding berdiskusi! Ini apaan lagi pakai baju rapi sekali, pakai parfum 1 botol, rambut klimis!"


Membayangkan itu, Flint buru buru mengacak acak rambutnya, mengganti kemeja dengan kaos dan dibalut blazer.


Setelah selesai "menjelekkan" dirinya, Flint turun dan masuk lagi ke mobil untuk segera menghadiri pertemuan.


"Lama sekali padahal kamu menyuruhku untuk cepat." ucap Calvin.


"Bagaimana? Aku sudah jelek belum?" tanya Flint.


"Hah?" Calvin bingung dengan pertanyaan Flint.


"Aku sudah jelek belum? Katakan padaku kalau aku jelek." ucap Flint.


"Hah?" Calvin masih tidak mengerti.


"Aku sudah cukup jelek belum? Kalau masih ganteng, bisa gawat aku." ucap Flint.


"Apa sih?" tanya Calvin.


"Di sana ada puluhan perempuan kan?" tanya Flint.


"Iya. Lalu?"


"Bisa gawat aku kalau Julie tahu aku terlihat ganteng saat menemui mereka." jawab Flint.


"Ohhhh, iya.. aku mengerti. Memang kamu sudah cukup jelek sekarang." kata Calvin. Kapan lagi aku bisa mengatai bosku ini jelek? pikir Calvin.


"Baiklan jalan sekarang." pinta Flint.


Memang setinggi apapun jabatan Flint, sebanyak apapun perusahaan yang dia pegang, itu semua tidak berarti jika istri tercintanya itu ngamuk. Flint tidak takut jika para investor meninggalkannya, dikhianati, mengalami kerugian besar. Itu semua tidak berarti apa-apa dibanding Julie mengamuk.


Sesampainya di gedung perusahaan Young Scarlette, Flint dan Calvin memasuki gedung itu bersama. Gedung yang masih berdebu, masih sepi hanya ada pekerja konstruksi. Tapi secara keseluruhan gedung itu sudah masuk standar kelayakan karena lift sudah bisa digunakan, lampu sudah bisa dihidupkan, meja dan kursi untuk karyawan sudah tertata.


Flint dan Calvin menaiki lift bersama, mereka bertemu dengan Edgar, ketika Edgar melihat penampilan Flint, dia malah tertawa mengumpat.


"Ada apa dengan dirimu?" tanya Edgar.


"Dia ingin terlihat jelek saat menemui puluhan desainer wanita nanti. Kalau tidak, istrinya akan mengamuk." bisik Calvin.


Edgar melanjutkan ketawanya. "Hey, ingat. Hanya melihat." kata Flint.


"Iya. Tenang saja. Paling aku minta nomornya lewat Emma." balas Edgar.


"Ya! Enyahlah saja!" ucap Flint.


"Tidak-tidak. Hanya melihat." kata Edgar.


Sesampainya di lantai 21, mereka segera mencari ruangan tempat pertemuan. Pertemuan itu dihadiri oleh 32 desainer kondang sedangkan sisanya akan menjadi asisten desainer.


Ketika mereka masuk ke dalam ruangan meeting, sudah ada 32 desainer di sana, termasuk Kesha. Mereka semua saling memperkenalkan diri lalu memulai berdiskusi.


Flint menjelaskan konsep busana yang digambar oleh istrinya dan menjelaskan tujuan Young Scarlette ke depannya. Selanjutnya Calvin menjelaskan peraturan, tata tertib, kebijakan, dan sistem gaji kepada para desainer. Para desainer tidak berhak mencari asisten dari luar karena itu bukan kewenangan mereka.


"Terima kasih atas kedatangan kalian semua. Saya berharap kita semua bisa bekerja sama dengan baik." ucap Flint mengakhiri pertemuan.


Lalu para desainer bubar keluar dari ruangan. "Kesha, masih ingat denganku? Dan dia?" ucap Flint sambil menunjuk Edgar yang berada di sampingnya.


Kesha tersenyum. "Tentu saja, aku masih ingat." jawab Kesha.


"Aku tidak menyangka kita akan bertemu di sini. Bukannya kamu masih di Paris? Sulit sekali untuk menghubungimu." tanya Flint.


"Yang pergi, pasti akan pulang. Begitu juga denganku." jawab Kesha.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.