When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Teman Lama



"Baiklah. Nice to work with you, Sist." (Senang bisa bekerja dengan kamu, adik perempuan)


(*Sist \= sister)


Flint dan Audy berpamitan keoada orang tuanya setelah menyelesaikan sarapan. Mereka pun berjalan keluar, Audy akan ke kampus, Flint akan ke kantor. "Kak, bagaimana kalau nanti siang aku ke kantormu?" tanya Audy.


"Boleh saja. Membahas calon perusahaanmu? Hahahahah..." jawab Flint dengan cengengesnya.


"Hey itu kan tetap menjadi milik Kakak. Aku hanya pengendali keuangannya saja." kata Audy.


"Tetap saja. Pengendali keuangan itu berarti kamu mempunyai hak milik atas perusahaan."


"Benarkah? Berarti Kak Julie juga?"


"Beda. Julie hanya bekerja di bidang keuangan. Tapi dia bukan puengendali keuangan perusahaan. Pengendali keuangan Young Building itu aku. Sepertinya kamu harus banyak belajar lagi di kuliah."


"Ohh begitu.."


"Iya makanya kan kalau baca berita biasanya suka ada judul pemimpin A berhasil mengendalikan keuangan blablabla.. itu 2 hal yang berbeda. Beruntung kamu mengambil jurusan Finance Management. Itu ranah yang tepat untukmu."


"Terima Kasih, Kak."


"Kakak berangkat kerja dulu. Mau nebeng Kakak ke kampusnya?"


"Tidak usah, Kak. Aku bareng Pak John (supir). Lagipula kan Kakak bareng sama Kak Julie."


"Baiklah. Sampai jumpa."


"Hati hati, Kak."


—————————————————————


Flint sampai di lantai 60 yang merupakan ruangan dirinya dan juga Calvin. Selepas keluar dari lift, dia sudah melihat Calvin berdiri standby menyambutnya.


"Sudah mulai bekerja lagi?" tanya Calvin.


"Ke ruanganku sekarang." jawab Flint.


Flint pun berjalan ke ruangannya dan diikuti oleh Calvin. "Mengapa kamu mengikutiku?" tanya Flint dengan ketus.


"Bukankah kamu menyuruhku untuk ke ruanganmu sekarang?"


"Oh iya."


Pintu otomatis terbuka saat mereka berdua sudah mendekati pintu. Flint langsung menduduki dirinya di sofa empuk miliknya di ruangan besar itu.


"Kamu sudah pernah bertemu Audy?" tanya Flint.


"Mungkin sudah. Itu sudah lama sekali."


"Dia akan ke sini nanti."


"Benarkah? Kapan?"


"Mungkin siang setelah selesai kuliah."


"Ohhh.."


"Kamu tidak bertanya karena apa?"


"Karena apa?"


"Young Airlines akan menjadi miliknya!!!" ucap Flint dengan heboh.


"Iya. Tanggung jawab masih milik aku. Tapi dia akan menjadi pengendali keuangan di sana."


"Woah.. akhirnya... pekerjaan kita tidak terlalu numpuk."


"Iya. Tapi masih 3 tahun lagi sampai dia lulus kuliah."


"Yah tidak apa-apa lah. Aku yakin sekali sebelum 3 tahun dia pasti sudah mulai bekerja. Sekarang saja dia sudah ingin membicarakannya denganmu."


"Iya.. tapi aku tidak bisa langsung memberikannya. Dia masih perlu banyak belajar lagi."


"Ya tidak apa-apa lah. Perlahan lahan saja. Yang penting akhirnya pekerjaan kita tidak numpuk."


"Iya itu juga yang ku pikirkan. Eh tolong masukkan data Audy ke pintu otomatisku ya. Hanya dia yang belum."


"Baiklah. Aku kembali dulu."


Setelah Calvin pergi meninggalkan ruangan, telepon kantor Flint berbunyi seperti biasanya. Karena Flint sudah kembali bekerja dengan normal, maka akan sering telepon berbunyi di ruangannya.


"Halo Sir, saya dari receptionist ingin menginformasikan bahwa ada seseorang yang bernama Edgar mengaku sebagai teman Sir dan ingin segera bertemu."


"Oh iya. Suruh dia tunggu di lobi sebentar, Calvin akan menjemput."


"Baik, Sir."


Tut. Telepon diputus oleh Flint. Flint segera keluar dari ruangannya dan dengan hebohnya dia menyuruh Calvin menjemput Edgar. "Calvin! Calvin! Hentikan pekerjaanmu sekarang. Pergi ke lobi sekarang, jemput temanku. Cepat cepat!"


"Ya ya baiklah."


Calvin pun segera ke lobi dan menjemput Edgar, teman pena Flint. Biasanya jika ingin menyuruhku dia bisa mengatakan lewat telepon. Tapi kali ini, dia mendatangiku langsung. Hmm, jangan jangan temannya itu perempuan? Matilah, akan ada peperangan di tempat ini. gumam Calvin.


Sesampainya di lobi Calvin langsung mencari teman yang dimaksud Flint. Dia bertanya kepada receptionist "Yang mana teman Sir Flint?"


"Itu Sir, yang ganteng." jawab si receptionist sambil menunjuk Edgar dari kejauhan.


"Kemeja putih?"


"Iya, Sir."


"Ok, thankyou."


"Emang ya kalo orang ganteng, temennya juga ganteng. Coba setiap hari ada orang ganteng datang ke sini, uhhhh.." rumpi para receptionist.


"Permisi, saya Calvin, saya ditugaskan menjemput Anda untuk menemui Flint."


"Oh iya maaf merepotkan."


"Sudah menjadi tugas saya. Lewat sini." ucap Calvin sambil mengarahkan jalan.


"Ohh lift nya beda ya."


"Iya, lift ini khusus ke lantai 60, tempat Flint bekerja."


"Ohhh.. kalau Julie?"


"Kalau Julie berada di lantai 8, di bagian keuangan."


"Ohhh.."


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.