
"Ohh iya, aku sudah mengganggu waktu bercinta kalian. Aku akan makan di tempat lain. Kalian lanjutkanlah yang tadi.. sampai jumpa." kata Calvin.
Calvin meninggalkan ruangan Flint.
"Hey." suara Flint itu mengagetkan Julie yang sedang berdiri layaknya sebuah patung.
"Kamu belum cerita kepadaku tentang Jordan." sambung Flint.
"Duduklah. Mau sampai kapan kamu berdiri di situ."
"Apa yang ingin kamu ketahui tentang Jordan?" jawab Julie.
"Bagaimana bisa kamu menjalin hubungan dengannya.. berapa lama.. apa saja yang sudah kalian lakukan.. kenapa kamu lebih memilihku.."
Plakkk. Julie memukul lengan Flint. "Hentikan kenarsisanmu. Aku tahu kamu bukan penasaran, tapi kamu hanya ingin membandingkannya dengan dirimu."
"Untuk apa aku membandingkannya. Kan sudah jelas aku jauh lebih baik darinya."
"Ya ya ya. Kamu laki laki yang sempurna. Aku tidak salah memilihmu."
"Kesempurnaan hanyalah milih Tuhan.
Ayolah.. ceritakan padaku."
"Hmm.. dulu sih saat aku SMP aku sering mengerjakan tugas bareng Jordan. Lalu hubungan kita mengalir begitu saja. Karena atas dasar suka sama suka, jadi kita pacaran. Awalnya kami berpacaran baru 6 bulan lalu ketahuan oleh orang tua kami masing masing jadi kami memutuskan untuk berpisah. Setelah berpisah kami merasa canggung antar satu sama lain dan kita tidak menginginkan itu, akhirnya kita memutuskan untuk kembali bersama. Itu berlangsung kira kira 16 bulan. Kita memutuskan berpisah lagi saat pertengahan akhir kelas 9 karena aku melihat Jordan memukul seseorang di kelasnya. Wajah Jordan saat itu sangat menyeramkan, aku takut dan aku memutuskannya."
"Kamu tidak takut akan diapa-apain olehnya setelah kamu memutuskan dia? Kan dia sudah terlihat kasar olehmu."
"Awalnya aku takut, tapi kupikir karena kita masih berada di pengawasan guru dan orang tua secara penuh, aku jadi tidak takut."
"Setelah kamu pindah SMA, kamu pernah bertemu dengannya?"
"Tidak. Aku dengar dia melanjutkan SMA di luar negeri. Lalu saat aku sudah menyelesaikan UN, dia datang menemuiku di rumah. Sempat 2-3 kali namun aku cepat cepat memutuskan untuk pergi ke Amerika saat itu. Dia tidak pernah menemuiku lagi sampai detik ini."
"Yahh.. jangan ngambek dong. Aku minta maaf deh. Maafin aku ya?"
"Traktir aku makan malam ini."
"Ok, baiklah."
"Di restoran yang mahal dan mewah."
Seketika tubuh Julie menjadi lemas dan wajahnya memucat setelah mendengar ucapan Flint barusan.
"Oh ya, bukannya bulan ini aku belum gajian? Hehehehe, makan di tempat mahalnya kapan kapan saja ya tunggu aku gajian.." Julie bernegosiasi.
"Tidak mau. Aku maunya malam ini."
"Ahh tidak. Flint apakah kamu serius? Flint? Benarkah kamu ngambek padaku? Tidakkk... maafkan aku sayang, pleaseeee... aku menyesal." Julie berusaha merayu Flint dengan memegang tangannya, mengelus elus lengan Flint. Namun rupanya hal itu tidak membuahkan hasil. Kali ini Flint benar benar memeras Julie.
"Tidak." Flint beranjak dari sofa dan berjalan menuju meja kerjanya.
"Halo dengan Grand Emerson Hotel? Saya ingin memesan tempat untuk dinner jam 7 nanti untuk 2 orang dengan atas nama Flintstern Young. Terima Kasih." ucap Flint di telepon.
"Flint??? Kamu sedang tidak bercanda denganku kan? Bagaimana caraku untuk membayar?"
"Tidak peduli. Kembalilah bekerja ke ruanganmu. Aku akan pulang sebentar, ada yang harus kubicarakan dengan orang tuaku."
Flint??? Uang darimana untuk dinner di hotel bintang 5 yang mahal dan mewah itu?
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.