When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Informasi



Ada apa pertemuan di PT Cosaca? Biasanya Calvin akan pergi sendiri atau PT Cosaca yang ke perusahaanku. Hmm.


Hari kian berganti. Seperti biasanya, Flint bangun, mandi, sarapan, bergegas ke perusahaan. Namun hari ini sedikit berbeda karena tidak ada notifikasi pesan yang muncul dari Julie. Benar benar akan berakhir kah? gumam Flint.


Sesampainya di perusahaan, Flint kembali melamun. Menatap ponsel canggihnya itu, lagi lagi. Tidak ada notifikasi pesan dari Julie. Selang beberapa menit, terdengar suara ketukan pintu ruangan Flint. "Flint, ayo berangkat ke PT Cosaca sekarang." ajak Calvin.


"Oh ya, Calvin. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu." jawab Flint.


"Apa itu?"


"Mengapa kamu mengajakku ke PT Cosaca? Bukankah kamu bisa sendiri? Lagi pula buat apa kita mendatangi perusahaan lain. Jika ada kerja sama atau kesepakatan lainnya, bukannya setiap perusahaan yang mendatangiku?"


"Aku mendapatkan informasi. Tapi informasi ini masih abu abu. Dan aku yakin sekali kamu sangat membutuhkan informasi ini lebih dari perusahaan lain membutuhkanmu."


"Informasi? Informasi apa? Cepat katakan."


"Kasih tahu tidak ya?


"Hei. Kamu berani menyembunyikan sesuatu dariku?"


"Baiklah. Sini aku bisikkan."


Calvin mendekatkan mulutnya ke telinga Flint. Tangannya mengikuti seperti mengisyaratkan tidak ada yang boleh mendengar. "Informasinya ada di PT Cosaca. Ayo jalan sekarang." bisik Calvin dan bergegas lari dari pandangan Flint.


Flint sangat geram mendengarnya. Bagaimana aku bisa tahu bahwa informasinya sangat penting sedangkan Calvin saja tidak mau memberitahuku? gumam Flint.


Kini mereka sudah berada dalam 1 mobil. Calvin berada di kursi pengemudi sedangkan Flint berada di kursi penumpang. "Kamu yakin tidak ingin memberitahuku sekarang?" tanya Flint penasaran.


"Sangat amat teramat yakin, Flint."


"Ayolah kasih tahu aku." bujuk Flint.


"Baiklah. Akan ku kasih tahu. Tapi tidak sekarang."


"Aaaaaaa, ayolah, sekarang." bujuk Flint seperti bocah yang menginginkan sesuatu.


Calvin terdiam.


"Akan kutambahkan deh gajimu." rayu Flint.


"Berapa banyak?"


"500 ribu." jawab Flint.


"800 ribu." nego Calvin.


"750 ribu." nego Flint.


"Deal." Calvin setuju.


"Ayo cepat kasih tahu." ucap Flint.


"Calvin. Dengarkan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi. 750 ribu mu hangus dan akan kupotong gaji kamu 25%." ucap Flint lalu keluar dari mobil seperti bocah yang sedang ngambek.


Ya. Kelakukan Flint memang seperti bocah sedari tadi. Namun siapa yang tahu, kini hatinya sedang rapuh. Flint tidak setegar biasanya. Dia hanya mencoba memperlihatkan bahwa dirinya baik baik saja. Calvin mengejar Flint yang sudah berjalan dahulu.


"Hei, Flint tunggu aku." kata Calvin tidak digubris oleh Flint.


"Kembalikan kunci mobilku." kata Flint sembari menyodorkan telapak tangannya.


Calvin menyerahkan kunci mobil ke tangan Flint.


"Baiklah aku minta maaf." kata Calvin yang kedua kalinya tidak digubris oleh Flint.


"Flint, lewat sini." kata Calvin dengan mengulurkan tangan ke arah kanan karena kaki Flint berjalan ke arah kiri. Flint segera membenarkan langkah kakinya ke kanan namun tetap saja tidak menggubris Calvin.


Sampailah mereka di depan pintu besar. "Ini ruangan direktur utama PT Cosaca. Masuklah, aku akan menunggu di luar sambil memperjelas informasi abu abuku." jelas Calvin.


Tanpa menjawab Calvin, Flint segera masuk karena sudah dibukakan pintu oleh asisten direkturnya.


"Flint." panggil Calvin yang membuat Flint menghentikan langkahnya dan segera berbalik badan.


"Aku akan mengirimimu pesan. Bacalah." sambung Calvin.


Mengapa Calvin berubah menjadi sosok misterius seperti ini? Sulit ditebak dan membingungkan. Ada apa sebenarnya? gumam Flint.


.............


"Yaa jadi sekiranya itu saja dari kami, PT Cosaca. Dari Young Corporation sendiri ada yang ingin ditanyakan?" ucap Direktur PT Cosaca.


Tingg. Ponsel Flint berbunyi menandakan ada pesan masuk.


Calvin.


Keluarlah.


Flint merasa bingung dengan pesan Calvin. Untuk apa dia keluar?


"Hmm tidak. Saya rasa sudah cukup. Semoga kerja sama kedua perusahaan ini lancar dan menguntungkan untuk kedua belah pihak." jawab Flint.


"Iya iya. Pasti. Terima Kasih sudah menyempatkan waktu datang kemari."


"Terima Kasih kembali. Saya mohon undur diri." pamit Flint dan segera melangkahkan kaki keluar dari ruangan.


"Flint. Kesini." panggil Calvin dan menyuruh Flint menyamperin Calvin.


"Ada apa?" tanya Flint jutek.


"Kamu lihat. Itu. Itu. Kamu tidak familiar lagi bukan?" sahut Calvin dengan mengarahkan telunjuknya.


"Hah? Apa aku tidak salah lihat Calvin?" jawab Flint.