
"Pelan pelan sayang, jangan lari lari gitu. Aku sedang tidak memakanmu sekarang. Tidak tahu kalau nanti malam." teriak Flint agar didengar Julie yang sudah pergi.
Flint dan Julie berganti pakaian mereka. Jelas saja, sudah seharian memakai gaun yang beratnya 30 kg. Mereka pun bergegas menuju Maldives malam itu juga. Dengan menggunakan jet yang sudah siap di atap gedung, keluarga inti mereka pun mengantar sampai Flint dan Julie masuk ke dalam jet.
"Hati hati sayang." Mereka bergantian memeluk Flint dan Julie.
"Titip Young Building sebentar, pa." ucap Flint.
"Tidak perlu khawatir. Bersenang senanglah."
Mereka melambaikan tangan kepada Flint dan Julie yang sudah memasuki jet
we
Julie memasuki ruang kamar dan disusul Flint dari belakang. Flint menarik tangan Julie yang membuat tubuh Julie berputar ke belakang dan Flint langsung menyantap bibir manis Julie. Sambil menciumi bibir Julie, Flint menuntun Julie ke ranjang. Merebahkan Julie di ranjang itu.
Flint melepas pakaian Julie yang kebetulan Julie hanya memakai terusan lengan panjang seatas lutut. Pakaian Julie malam itu memudahkan Flint untuk melancarkan aksinya. Terpampanglah tubuh Julie yang kini hanya ditutupi oleh bra dan celana dalam.
Bibir Flint bergerak turun ke leher Julie, dibuatlah stempel kepemilikan berulang kali oleh Flint. "Aaahh.."
Dari leher, bibir Flint turun dan berhenti di 2 bukit sintal Julie. Flint melepas pengait bra yang dipakai Julie. Di sana, Flint menciumi, menghisap dan memainkan put*ng Julie dengan lidahnya. Tangan Flint yang satunya meremas² payudara Julie yang lain.
"Ahh.. Flint.. aahh.." desah Julie ketika tubuhnya merasakan kenikmatan itu.
Kemudian Flint membuka pakaiannya dan menyisakan boxer yang dipakainya. Flint kembali menyiumi perut rata Julie dan turun ke ************ Julie yang putih mulus. "Are you ready?" (apa kamu siap?)
Julie mengangguk. "Don't tell me to stop." (jangan menyuruhku berhenti.)
Tangan Flint menyelinap masuk ke dalam CD yang Julie kenakan. Julie memejamkan matanya saat jari Flint yang tidak henti hentinya memainkan intinya yang sensitif itu. Tangan Julie dengan reflek meremas rambut Flint.
"Ahhh.. Flintttt.." mendengar pelepasan yang Julie rasakan, dengan cepat Flint menarik CD yang Julie pakai dan melepas boxer yang Flint pakai. Flint membuka lebar kedua kaki Julie.
Julie memeluk leher Flint saat dia melancarkan aksinya. Tangan kanannya melingkar di leher Flint sedangkan tangan kirinya memegang bahu Flint.
Dengan nikmatnya Flint memaju-mundurkan Mijul dan kembali dia rasakan kenikmatan yang tiada tara ketika Mijul memuntahkan cairan lendir ke dalam Julie.
"5 ronde? 10 ronde? 20 ronde? Katakan berapa maumu, akan kuturuti." ucap Flint sambil mengelus rambut Julie dan Mijul masih tertancap di bawah sana.
Julie hanya tersenyum geli mendengar Flint. Dan setelah itu dia menyesal. Karena Flint kembali melancarkan aksinya dengan beronde ronde. Flint melepaskan Mijul dari tubuh Julie dan dia membalikkan tubuh Julie agar membelakanginya.
Dengan bertumpu pada senderan ranjang, Julie berlutut dan Flint kembali memasukkan Mijul ke dalam tubuhnya dari belakang. Membuat Julie langsung menggigit bibir bawahnya karena sensasi baru yang dia rasakan. Terlebih lagi saat Flint dengan kerasnya meremas-remas kedua payudara Julie. Rasanya nikmat, saking nikmatnya, Julie ingin menjerit sekencang mungkin.
"Aahh... ahh.. Flint... aaaahhh.. aahhhh."
Pergulatan mereka tidak sampai di situ saja. Muncullah adik adik dari ronde yang dipastikan Flint bahwa Julie tidak bisa berjalan.
Mulai dari di atas ranjang, berdiri di pojokan, di apit di dinding, di atas kursi di dekat ranjang, bahkan sampai di kamar mandi saat Julie mengira sudah selesai dan hendak membersihkan tubuhnya, Flint masih saja memuaskan hasratnya. Dengan alasan Mijul yang tak kunjung puas.
Sampai setelah keluar dari kamar mandi dan kembali ke ranjang. Flint masih terus memuaskan Mijul dengan kepuasan hati. Flint mengakhirinya dengan mengangkat tubuh Julie dan memasukkan Mijul ke dalam tubuh Julie. Julie pun ikut membantu memuaskan Mijul dan berakhir dengan menidurkan diri di atas Flint. Namun, bibir nakal Flint memainkan 2 bukit sintal milik Julie itu.
"Kamu puas sayang?" tanya Flint dengan ngos ngosan sambil melingkarkan rambut Julie ke belakang telinga.
"Kamu puas sayang?" Julie mengulangi pertanyaan Flint.
"Sangat sangat sangat puas." ucap Flint kemudian menidurkan Julie di sampingnya.
Malam itu, Julie sudah tidak perawan lagi. Dan dia merasa beruntung bahwa yang mengambil keperawanannya adalah orang yang sangat dia cintai yaitu Flint.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.