
"Sudah siap semua?" tanya Flint kepada Julie.
Pagi yang cerah itu, Flint datang kerumah Julie karena mereka hendak ke bandara. Didepan rumah Julie, sudah ada Liza dan Gio yaitu orang tua Julie.
"Benar nih Mama sama Papa tidsk perlu antar kamu ke bandara?" tanya Liza.
"Iya Ma. Tidak apa apa." jawab Julie.
Liza dan Gio memeluk Julie untuk kepergiannya yang jauh itu. "Jaga dirimu disana. Kabari Mama selalu." ucap Liza.
"Papa tidak perlu bilang kamu harus belajar yang benar karena Papa tahu kamu pasti belajar dengan benar disana. Cepatlah kembali, perusahaan Papa membutuhkanmu." ucap Gio.
"Iya Pa. Tunggu aku sampai selesai kuliah." ucap Julie.
"Aku pergi dulu ya Ma, Pa. Jaga diri kalian disini." tambah Julie.
Julie hendak masuk ke dalam taksi yang sedari tadi sudah menunggu mereka di dalam rumah.
"Flint, tolong jaga Julie ya." ucap Gio.
"Iya, Om. Kami pergi dulu ya, Om." pamit Flint.
Flint dan Julie masuk ke dalam taksi yang akan membawa mereka ke bandara. Taksi perlahan berjalan meninggalkan kediaman Julie. Liza dan Gio hanya bisa melihat kepergian taksi yang semakin lama semakin jauh dan tidak terlihat.
"Julie aman bersama Flint. Kamu tenang saja." ucap Gio menenangkan istrinya itu.
...............................................................................
Pesawat yang ditumpangi Flint dan Julie sudah lepas landas. Kini mereka tinggal menunggu waktu sampai pesawat tiba di tujuan mereka.
"Aku senang karena kali ini aku kembali ke Amerika tidak sendiri." kata Flint.
"Kamu tau? Aku bosan bukan main saat di perjalanan menuju Amerika atau balik menuju Indonesie. Selama kurang lebih 18 jam aku hanya bisa diam di dalam pesawat." tambah Flint.
"Hahaha. Tapi syukurlah sekarang kita sudah tidak berjauhan lagi. Aneh sekali rasanya setiap aku mau tidur kamu mau kuliah, setiap kamu tidur aku sedang sekolah. Bahkan waktu kita berkomunikasi saja tidak banyak." jawab Julie.
"Apalagi aku. Aku sering menahan diri untuk tidak mengirimimu banyak chat agar tidak mengganggumu."
"Tapi lama lama tidak terasa. Tiba tiba sudah selesai masa LDR kita."
"Iyaa tiba tiba sudah 1 tahun berlalu. Kamu tinggal kuliah 3 tahun lagi. Begitu juga aku. Flint, menurut kamu, aku keterima di Harvard tidak?"
"Keterima lah. Aku saja keterima. Kamu kan lebih pintar dari aku."
"Kenapa bisa kamu bilang seperti itu?"
"Waktu kita belajar bersama. Kamu jauh lebih bisa daripada aku."
"Baiklah kalau begitu. Aku pasti keterima. Oh ya ini alamat losmen ku. Kira kira jauh tidak dari rumahmu?"
"Oh. Jauh kalau jalan kaki. Kemarin Papaku bilang disana dia ada mobil. Jadi aku bisa pakai."
"Kalau dari losmenku ke kampus jauh tidak?"
"Rumahku masih lebih jauh lagi dari kampus dibanding losmenmu. Tapi setiap hari aku naik bus tidak terasa capeknya sih."
"Ah aku ingin sekali ke kampus naik bus. Dari dulu aku tidak pernah naik bus. Bagaimana kalau kita setiap hari naik bus saja ke kampus?"
"Baiklah nona manis. Naik bus ke bulan pun tidak masalah." goda Flint.
"Hahahahah. Oh ya, kalau tempat kerjamu. Jauh tidak?"
"Tempat kerjaku tidak jauh dari kampus. Kamu ingin bekerja juga?"
"Apakah tersedia lowongan untukku?"
"Datang saja. Awalnya aku juga tidak tahu apakah ada lowongan pekerjaan atau tidak."
"Baiklah. Yang paling pasti sesampainya disana, aku akan meminjam bukumu dan belajar."