
Saat lift ingin menutup kembali, Flint menahan dengan jarinya yang panjang itu dan berkata "Kutunggu kamu jam 7 di lobi utama." ucap Flint.
Flint akhirnya melepaskan jari panjangnya yang menempel di lift. Dia membiarkan lift itu membawanya ke tempat tujuan. Sesuai yang dikatakan Flint tadi, dia ingin menemui orang tuanya sebentar. Ada yang hendak ia bicarakan kepada orang tuanya itu.
Lift membawanya ke tempat parkiran. Dia akan mengemudi mobilnya sendiri. Namun saat berada di dalam mobil, dia merasa ada yang kurang. Dan akhirnya dia mengetahui apa kekurangan yang dia rasakan itu. Dia lupa memberitahu Calvin tentang rencananya. "Ah, tapi nanti saja lah baru akan ku kasih tahu ke Calvin." Flint berbicara sendiri.
Kemudian dia melajukan mobilnya menuju ke rumah. Sesuai ekspetasinya, Sara dan Key bingung kenapa Flint pulang ke rumah secepat ini.
"Flint, kamu sakit?" tanya Sara.
"Tidak, Ma. Ada hal yang ingin kubicarakan ke kalian." jawab Flint.
"Apa itu?" tanya Key.
Kini mereka sedang duduk bersama di sofa.
"Kalian tidak menonton berita?" tanya Flint.
"Nonton."
"Lalu?"
"Kita percaya kamu tidak akan melakukan sesuai yang ada di berita itu." jawab Key.
"Iya, Pa. Jadi ada seseorang yang bernama Jordan. Dia memiliki perusahaan namanya Blacknown. Hanya perusahaan start up yang kecil kecilan. Lalu ada 2 orang suruhannya bekerja di Young Building, 1 sebagai sekretaris Calvin, 1 lagi sebagai karyawan di keuangan."
"Lalu?"
"Yang di keuangan, dia pernah mencoba meretas data perusahaan, namun hal itu berhasil diatasi karena aku dan Julie mencoba mengalihkan perhatiannya dan Calvin mencoba memulihkan datanya.
Selang beberapa jam, si sekretaris membawa kabur brankas Calvin yang berisi aset perusahaan dan uang 50 juta. Mereka berdua pergi bersama dan untungnya kami tidak telat menyadarinya.
Jadi kami langsung melacak kepergian mereka dan mobil yang mereka tumpangi rem nya dirusak oleh Jordan, bos mereka sendiri. Alhasil, mereka berdua meninggal di tempat dengan kondisi kepala yang sudah hancur.
Karena hal itu tidak mungkin kulakukan, dia langsung melelang aset perusahaan yang berada di tangannya. Tapi, aku dan Calvin mencari informasi tentang Blacknown dan banyak sederet bukti yang bisa menjebloskan dia ke penjara.
Di hari yang sama, aku dan Calvin berhasil memasukkannya ke dalam penjara dan brankas itu sudah kembali dengan utuh."
"Sara, kamu mendengarnya?" ucap Key.
"Tentu."
"Lihat kan? Kecerdikanku menurun kepada dia."
"Mama senang sekali bahwa akhirnya kamu berhasil melewati masalah. Kamu memang pintar seperti papamu." ucap Sara.
"Dan Papa tidak menyesal sudah menyerahkan perusahaan kepadamu, Flint." sambung Key.
"Iya Ma, Pa. Ini semua tidak akan terselesaikan jika tidak dibantu oleh Calvin. Sekretaris Papa sangat bisa diandalkan. Aku berencana memberikan dia hadiah. Kira kira apa hadiah yang tepat? Pasangan? Hahahaah.."
"Hahahaha.."
Lagi lagi, suasana di rumah itu sangat hangat. Seisi ruangan dipenuhi dengan candaan, tawa yang menyelimuti mereka.
Tidak lama kemudian, Audy pulang dari kuliahnya dan memasuki ruangan.
"Eh kakak, tumben pulang cepat. Ada apa?" sapa Audy.
"Eh Audy sudah pulang. Sini duduk, kebetulan ada yang ingin kakak bicarakan." jawab Flint.
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.