When The Young Meets Gray

When The Young Meets Gray
Tidak Bekerja



"He-em. Tidurlah." ucap Julie yang tangannya mengelus rambut Flint. Flint kemudian memposisikan dirinya mempeluk perut Flint seperti seorang balita yang tidak ingin ditinggalkan tidur sendiri oleh ibunya.


Jam demi jam berlalu. Sinar matahari kian mencolok. Itu artinya hari sudah semakin siang. Terakhir mereka bangun itu jam 6 pagi dan sekarang? Sudah jam 10 pagi. Ya, mereka sudah tidur selama 4 jam. Flint sudah tidur sambil memeluk Julie selama 4 jam. "Flint.. sudah jam 10.. ayo bangun..." ucap Julie yang membangunkan Flint.


"Mmm. Tidak mau. Hari ini tidak usah bekerja saja." jawab Flint.


"Dasar pemalas."


"Aku menyuruh Calvin untuk istirahat hari ini. Bukankah aku juga seharusnya begitu?"


"Tapi aku mau bekerja."


"Tidak usah. Siapa yang harus kupeluk saat kamu bekerja."


"Ayo bangun."


"Tidak mau." Flint mengunci rapat kaki Julie dengan kakinya. Itu membuat Julie semakin sulit bergerak.


"Flint!!!"


"Tidak mau dan tidak akan."


"Flint.. ayolah.."


"Baiklah tapi ada syaratnya."


"Apa?"


Tangan Flint mulai masuk ke dalam kaos yang dikenakan Julie. Menarik ke atas kaos tersebut dan mulai mengelus elus 2 gundukan yang sintal itu.


"Ah ayolah.." kata Julie.


"Sekali saja." Mulut Flint langsung melancarkan aksinya. Dia menciumi, menghisap dan memainkan put*ng Julie dengan lidahnya. Tangannya meremas-remas payudara sebelahnya. Julie terbuai dengan sentuhan Flint. Sangat terbuai.


"Emmhh.. Flint... emmhh... sudahhhh... Flint... emmmhhhhhh..."


"Cepatlah menikah denganku. Aku sudah tidak sabar." ucap Flint. Flint kini sudah melepaskan Julie untuk bergerak bebas. Hal pertama yang dilakukan Julie adalah ke kamar mandi. Setelah Julie keluar dari kamar mandi, dia melihat Flint masih tertidur. Secapek itukah kamu? ucap Julie dalam hati.


Kemudian Julie mendekat ke arah Flint. Mengusap rambut Flint, "Beristirahatlah yang nyenyak." ucap Julie.


"Kamu beneran mau kerja?" ucap Flint yang tiba tiba membuka mata.


"Iya."


"Baiklah aku akan mengantarmu." Flint berdiri sambil mencari kunci mobilnya.


"Eh tidak usah. Kamu tidur lagi saja."


"Kamu mau aku tidur?" tanya Flint.


"I-iya." jawab Julie dengan gelagapan karena baru ingat tunangannya itu memiliki sifat yang protektif. Dia tidak akan membiarkan Julie bepergian tanpa dirinya.


"Kalau begitu kamu harus di sampingku." jawab Flint. Sejujurnya Julie sedikit lega karena Flint tidak marah atas penolakan Julie mengantarnya tapi.... dia harus di samping Flint???


Tinggg. Masuk sebuah pesan ke ponsel Julie.


Mama.


Kamu sementara bersama Flint dulu yah. Mama sama Papa lagi pergi ke perusahaan lama. Rumah akan dikunci dan kunci dibawa Papa.


Mimpi buruk. Julie tidak bisa pulang untuk mengganti baju dan ke kantor. "Siapa?" tanya Flint.


"Arghhh baiklah aku di sampingmu. Aku benar benar tidak ditakdirkan untuk bekerja." ucap Julie sambil memberikan ponselnya kepada Flint.


"Hahahaahahah.." Flint tertawa bahagia, sangat bahagia. Perlahan Flint mendekatkan mulutnya ke telinga Julie, "Sudah kubilang, akan sulit untuk keluar dari kamar ini kalau kamu sudah memasukinya." bisik Flint. Flint tersenyum licik, saking bahagianya hari ini. Dia tidak bekerja ke kantor dan ditemani Julie seharian di kamar.


Bersambung ...


Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.