
"Bayangkan kalau kamu di posisiku. Hanya dengan 4 juta perbulan. Apa kamu bisa hidup?" tanya Kesha.
"Kalau begitu, giatlah bekerja. Aku dan Flint akan memberikan uang bulanan lewat gaji. Paling... 5 juta?" kata Julie.
"Ingat dengan perlakuanmu dulu sebelum aku masuk ke Young Scarlette. Dengan posisi desainer utama kamu perbulan bisa mendapat puluhan juta tapi tidak ada yang kamu kerjakan. Anggap saja sekarang ini karma untukmu." sambung Julie.
"Baiklah. 5 juta!" ucap Kesha.
Kesha lalu berjalan keluar hendak meninggalkan ruangan. "Itupun kalau kamu giat bekerja." ucap Julie sebelum Kesha membuka pintu.
Kesha keluar dengan kesalnya. Perbulan hanya mendapat 5 juta? Apakah itu cukup untukku dan anakku? batin Kesha.
"Kamu lihat, Julie? Dia makin menjadi. Setelah rumah dia minta uang bulanan seolah-olah dia itu wanita simpananku." ucap Flint.
"Tidak sulit untuk memenuhi keinginan dia." kata Julie.
"Tapi apa lagi Julie? Setelah ini dia pasti meminta sesuatu lagi. Apa rencanamu? Apa yang akan kamu lakukan?" ucap Flint.
"Tenang saja, Flint. Aku tidak bisa memikirkan apa yang harus kulakukan. Aku akan melakukan sesuatu tergantung dari kelakuan dia. Selama ini kelakuannya belum aneh-aneh jadi.." kata Julie terpotong.
"Maksudmu kamu sedang membiarkan dia gitu?" tanya Flint.
"Iya." jawab Julie.
"Oh my God, Julie. Kita tidak bisa diam saja, Julie. Kamu tahu itu." ucap Flint.
"Aaarggghhh.." Flint mengacak-acak rambutnya.
"Kalau kamu masih membiarkan dia, biar aku saja yang bertindak." ucap Flint.
"Memangnya apa yang ingin kamu lakukan? Dia bisa saja menghancurkan 4 perusahaanmu hanya dengan tindakan bodohnya." kata Julie.
"Tapi setidaknya kita tidak diam saja." ucap Flint.
"Bersabarlah, Flint. Keinginan dia juga baru 2. Apa yang akan aku lakukan itu tergantung keinginan dia yang ketiga, keempat dan seterusnya." kata Julie.
"Kamu tahu? Kamu seperti ini malah terlihat seperti orang bodoh beneran kalau dihadapkan oleh Kesha." ucap Flint.
"Benarkah? Aku terlihat seperti orang bodoh? Baguslah! Saat ini kan kita harus berpura-pura menjadi orang bodoh." kata Julie.
"Aaarrghhh Julie... kumohon.. jangan seperti ini. Ayo lakukan sesuatu." ucap Flint.
"Baiklah. Karena kamu belum tahu, aku akan memberitahunya." kata Julie.
"Apa?"
Julie mengeluarkan sebuah usb. "Apa ini?" tanya Flint.
"Beruntungnya kamu mempunyai istri sepertiku." jawab Julie.
"Apa ini?" tanya Flint.
"Hey! Di mejamu ada komputer kenapa tidak kamu buka saja?" jawab Julie.
Flint pun membuka isi usb tersebut. Hanya ada 1 video di dalam usb tersebut. Video yang berisikan rekaman di hotel saat Flint mabuk dan ada Kesha di sana.
"Itu kartu emas kita untuk mengalahkan Kesha." ucap Julie.
"Kamu sudah tahu Kesha bohong kenapa kita harus mengikuti keinginannya? Dari mana juga kamu dapatkan ini? Di hotel itu tidak ada kamera CCTV, video ini juga bukan berasal dari kamera CCTV." kata Flint.
"Tidak ingat waktu video call aku bilang aku mau ke sana untuk menjemputmu?" tanya Julie.
"Oh jadi kamu datang? Lalu kenapa kamu tidak menghentikan Kesha? Kenapa kamu harus membiarkan semua masalah ini terjadi, Julie? Padahal kamu punya kesempatan untuk menghentikan Kesha tapi kamu tidak memakainya. Aargghhh." jawab Flint.
"Karena aku penasaran apa yang akan terjadi kalau aku membiarkan dia." kata Julie.
"Come on, Julie. Kalau kamu penasaran, aku rasa ini sudah cukup. Kita bisa menghentikan dia sekarang dengan video ini." ucap Flint.
"Jangan dulu." kata Julie.
"Apalagi, Julie? Sudah cukup. Aku sudah muak dengan permainan ini." jawab Flint.
"Jangan dulu. Kita masih belum tahu apa kartu emas yang Kesha miliki untuk menjatuhkan kita. Kalau kita buka kartu emas kita sekarang, apa yang harus kita gunakan saat Kesha menjatuhkan kita nanti?" kata Julie.
"Aargghhh. Tapi sampai kapan, Julie? Sampai kapan?" tanya Flint.
"Kenapa meneleponku?" kata Flint saat menjawab panggilan dari Calvin..
"Kesha ingin berbicara denganmu. Hanya ingin denganmu saja." jawab Calvin.
"Untuk apa lagi?" tanya Flint.
"Tidak tahu. Keluarlah. Dia sudah ada di luar." jawab Calvin.
"Aarghhh." erang Flint lalu mematikan telepon.
"Kesha ingin berbicara denganku. Hanya ingin denganku. Apa lagi ini, Julie?" kata Flint.
"Keluarlah." ucap Julie.
Flint dengan terpaksa keluar dan menemui Kesha.
"Apa lagi maumu?" tanya Flint ketika menemui Kesha.
"Haruskah aku bicara di sini? Bagaimana kalau ada yang mendengar?" kata Kesha.
"Kenapa kita tidak bicara di dalam? Kenapa kamu hanya ingin bicara denganku?" tanya Flint.
"Baiklah kalau kamu memaksa. Mumpung ada sekretarismu di sini. Bilang ke Julie kalau kamu ada perjalanan bisnis selama beberapa hari tapi kamu menginap di apartemenku." jawab Kesha.
"Kamu gila? Kamu sudah ingin mati sekarang?" ucap Flint dengan mencekik leher Kesha.
Calvin berusaha melepaskan tangan Flint dari leher Kesha.
"Pilihannya ada 2. Kamu lakukan yang aku katakan tadi atau aku akan membeberkan pada media." kata Kesha.
"Kamu sedang mengancamku? Kamu menyuruhku untuk tidur di tempatmu? Apa-apaan ini. Anak itu bukan anakku! Jangan coba-coba kamu menginginkan aku menjadi ayah dari anakmu!" ucap Flint.
"Hmm.. bagaimana kalau aku beberkan sekarang? Apa kamu sudah siap?" tanya Kesha.
"B*rengsek!" Flint mencoba mencekik leher Kesha tapi ditahan oleh Calvin.
"Atur perjalanan bisnisku selama 1 setengah hari. Aku tidak masuk kantor saat itu." ucap Flint kepada Calvin.
"Aku harap kamu jangan pernah menemuiku dan Julie lagi!" ucap Flint kepada Kesha lalu langsung masuk ke dalam ruangan.
"Julie! Kamu tahu Kesha minta apa?! Dia minta aku nginap di tempatnya! Kamu tahu?! Dia menyuruhku untuk bilang kepadamu kalau aku melakukan perjalanan bisnis! Kamu lihat Julie?! Kamu lihat?! Dia bahkan meminta hal seperti itu padaku! Dia sudah ngelunjak Julie!" ucap Flint.
"Lalu, apa jawabanmu?" tanya Julie.
"Aku mengiyakannya bukan karena aku mau. Tapi karena kamu." jawab Flint.
"Lagi pula di tempatnya sudah terpasang alat penyadap. Siapa tahu kita mendapatkan kartu emas lagi." sambung Flint.
"Baiklah. Sekarang aku tahu. Keinginan ketiga dia adalah kamu menginap di tempatnya. Keinginan keempat dia yang menentukan apa yang harus aku lakukan." ucap Julie.
"Lagi? Ada keinginan keempat? Bukannya kamu bilang kamu tidak akan membiarkan Kesha terlalu lama? Kenapa harus ada keinginan keempat?" kata Flint.
"Keinginan keempatnya itu yang terakhir. Akan aku pastikan setelah itu dia tidak akan bisa meminta lagi." ucap Julie.
"Aaargghhh.. Julie.. Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Flint.
"Kapan 'perjalanan bisnis' itu dimulai?" tanya Julie.
"Besok." jawab Flint.
"Sampai?" tanya Julie.
"Lusa siang aku akan kembali." jawab Flint.
"Baiklah." kata Julie.
"Baiklah???" tanya Flint.
Bersambung ...
Bersambung ...
Terima Kasih sudah membaca novel "When The Young Meets Gray". Jangan lupa klik tombol favorite, like dan berikan komentar Anda. Dengan senantiasa akan Author baca. Stay tune dengan episode terbaru.