OH MY BOSS

OH MY BOSS
FRiED CHICKEN



 


 


 


 


 


 


Selepas menunaikan kewajiban salat magrib di Masjid yang ia lewati, Justin mengajak Nena makan malam di sebuah Restoran, "kenapa?" Tanyanya pada sang istri yang tampak melamun  sembari menusuk-nusuk daging di piringnya.


 


 


Nena mendongak, menatap sang suami yang duduk di seberang meja berhadapan dengan dirinya. "Mas, kok tadi Tante Rania kaget banget? Dia nggak tahu yah?"


 


 


"Sebenarnya, Tante Linda juga nggak tahu," jawab Justin, memotong daging di piringnya, dan ia letakan di piring sang istri. "Makan," titahnya.


 


 


Nena mengangguk. "Yayasan yang tercantum di surat wasiat itu, tempat apa, Mas?"


 


 


"Yayasan panti asuhan, yang dulu pernah aku ajak kamu ke sana."


 


 


"Oh," balas Nena, namun raut wajahnya seperti masih memikirkan sesuatu.


 


 


"Tidak usah dipikirkan, ayo habiskan makananmu, kita pulang ke apartemen."


 


 


Nena menoleh, "nggak ke rumah ibu?" Tanyanya.


 


 


Justin menggeleng, "aku mau rapat Via video nanti, ke rumah ibu besok aja, sekalian kemas barang."


 


 


"Kita pindah?"


 


 


Justin mengangguk. "Harus," jawabnya. "Kita kan butuh privasi, atau kalau kamu nggak nyaman tinggak di apartemen, nanti kita cari rumah baru."


 


 


"Aku nggak bawa baju loh, Mas."


 


 


"Nanti sehabis makan kita mampir beli dulu, masih ada waktu," balas Justin enteng.


 


 


Nena menggeleng-gelengkan kepalanya, takjub. "Jadi orang kaya memang yang terbaik, dulu aku nggak pernah ngebayangin, menginginkan sesuatu akan semudah ini," tutur Nena, senyumnya merekah. Namun hal itu malah membuat Justin terdiam.


 


 


"Apa kehidupan kamu memang sesulit itu?" Pertanyaan Justin dengan pandangan bersalahnya itu membuat Nena menjadi tidak enak hati.


 


 


"Nggak juga kok, Mas, waktu ayah masih ada, apapun yang aku mau pasti diturutin. Ada satu ucapan dia yang nggak bisa aku mengerti dulu, tapi bisa dimengerti sekarang," ucap Nena, namun kemudian terdiam. Membahas sang ayah menimbulkan rasa nyeri di dadanya, terlebih Nena baru tahu bahwa pahlawan berkuda putihnya itu bukan lah ayah kandungnya. Dan sekarang bahkan sang ayah sudah tiada.


 


 


"Apa itu?" Tanya Justi.


 


 


"Dulu dia pernah bilang, "jika ayah tidak bisa memperlakukanmu dengan baik, maka ayah akan merasa sangat bersalah pada seseorang." Begitu katanya, dan sekarang aku baru tahu, seseorang yang ayah maksud pasti ayah kandungku, aku bukan anak kandungnya tapi dia bisa memperlakukan aku lebih baik dari siapapun," tutur Nena, suaranya lirih, sedikit sumbang karena menahan desakan air mata yang bersiap akan tumpah. Dan saat akhirnya wanita itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, seseorang memeluknya dengan erat.


 


 


Justin yang sedikit berlutut membawa Nena ke dalam pelukannya, "aku janji,  aku akan memperlakukan kamu dengan baik. Lebih baik dari siapapun," ucapnya, Nena membalas pelukan sang suami, membuat Justin dengan canggung memperhatikan keadaan sekeliling. "Na, kita jadi tontonan, nih. Kalo ada yang videoin, bisa viral."


 


 


***


 


 


Justin bergegas mandi saat telah sampai di apartemen miliknya, setelah itu merapikan diri dengan kemeja lengan panjang yang dibantu oleh sang istri saat memasangkan kancingnya. "Aku nggak lama, mungkin satu jam, jangan tidur dulu," titahnya serius, dan malah membuat Nena terkekeh.


 


 


Nena membantu merapikan rambut sang suami, "Kamu kalo begini kelihatannya aneh banget, masa kemejanya udah rapi bawahnya pake kolor," komentarnya.


 


 


 


 


Kamar utama di apartemennya ini begitu luas, setara dengan setengah rumah ibu Nena, dari meja kerja sampai sofa besar untuk bersantai nonton televisi pun muat di dalamnya. Belum lagi untuk lemari baju, ada tempat tersendiri.


 


 


Justin tengah sibuk dengan laptop dan berkas-berkas berisi pembahasan yang akan ia sampaikan saat Nena melewatinya untuk ke kamar mandi. "Aku mandi dulu, mau berendam, mungkin agak lama, sekalian nungguin kamu," ucap Nena yang dibalas dengan anggukan tanpa menoleh dari Justin.


 


 


Setelah nyaris satu jam, Justin yang masih sibuk dengan seseorang di seberang sana seketika menoleh saat mendengar suara pintu terbuka.


 


 


Nena keluar, aroma mint dari sabun mandi cair menguar ke seluruh ruangan, wanita itu dengan santainya melewati Justin sembari menggosokan handuk ke rambutnya yang basah. Melihat lingerie yang dikenakan sang istri, Justin menelan ludah.


 


 


Justin berusaha kembali fokus dengan seseorang yang masih mengoceh di dalam laptopnya. Namun bayangan kain tipis kurang bahan yang dikenakan Nena berputar-putar di kepalanya, pria itupun kembali melirik sang istri yang dengan santai merias diri di depan cermin.


 


 


Menghela napas, Justin kembali ber-konsentrasi pada pembahasan yang disampaikan koleganya, namun yang ada di kepalanya hanya seputar... Paha. Dada.


 


 


"Jadi Pak Presdir, di antara dua itu, mana yang lebih membuat anda tertarik?"


 


 


"Fried chicken?" Justin terkesiap dengan jawabannya sendiri. "Eh, maksud saya–––" belum sempat pria itu meluruskan, seseorang di hadapannya malah tertawa.


 


 


"Saya sedang membahas tentang dua perusahaan yang akan dimerger, Pak. Tapi sepertinya, Anda belum makan malam?"


 


 


Justin berdehem pelan, merutuki kebodohannya. "Ya, saya memang sedang ... Lapar. Mohon maaf."


 


 


Dan setelah berbasa-basi sedikit, membuat janji akan melanjutkan pembahasan lain hari, Justin pun mematikan laptopnya. Menghampiri Nena yang kini sudah duduk manis di atas tempat tidur.


 


 


"Menggodaku sampai se-berusaha itu?" Tanya Justin, tangannya terlipat di depan dada.


 


 


Nena memperhatikan penampilannya sendiri, "kamu nggak suka yah?" tanyanya polos.


 


 


Justin tertawa mendengus, "mana mungkin," jawabnya.


 


 


"Bukannya tadi kamu bilang, lapar?" Tanya Nena.


 


 


"Iya, aku sangat lapar sampai ingin memakanmu!"


 


 


Justin melompat ke atas ranjang dan bersumpah akan menyerang istrinya itu hingga pagi.


 


Netizen; Thor, mana adegan ena-ena*nya.


Author;  (getok pake sapu) bayangin aja sendiri.


Netizen ; so alim banget lu thor, nggak seru.


Author ; bodo amat.  😑


 


 


 


 


Tamat? Jangan?


 


 


Kalo dilanjut paling seputar cerita sehari-hari, apa nggak ngebosenin??


 


 


Aku udah males nyempilin konflik 🤣