
Pagi ini Raina keluar untuk membeli kebutuhan anaknya.Ia keluar sendiri.Mom Celine menawarkan diri tapi Raina menolaknya.
"Nggak usah mom makasih.Aku titip Sovia ya mom,"tolak Raina.
Raina pun berangkat dengan menggunakan taksi yang sudah ia pesan. Tanpa ia sadari seseorang membuntuti dari belakang. Setelah Raina turun tangannya ditarik oleh laki-laki itu dengan kasar.
"Paman,"Raina terkejut saat pamannya tiba-tiba ada di sampingnya.
"Berikan aku uang!" Kata Hardian sedikit membentak.
"Bukankah waktu itu suamiku sudah melunasi semua hutang-hutang paman?" geram Raina.
"Tapi dia tidak memberikan uang lebih hanya membayar hutang ku," balas Hardian.
"Berapa yang paman butuhkan?" tanya wanita berhijab itu sambil berusaha melepas cengkeraman tangannya dari Sang Paman.
"5 juta," jawab Hardian cepat.
Raina melotot mendengar jumlah uang yang tidak sedikit yang diminta oleh pamannya."Aku tidak membawa uang sebanyak itu paman," tolak Raina.
"Kalau begitu serahkan saja kartu kredit yang kamu bawa,"Pamannya berusaha merebut tas Raina.
Raina ingin mempertahankan tasnya tapi dia terjatuh.Hardian mengambil kartu kredit milik Raina tanpa seizinnya. Lalu laki-laki itu membuang tas Raina setelah mendapatkan apa yang dia mau.
"Jangan adukan aku pada suamimu.Awas aja nanti kalau sampai suamimu tahu aku akan membuat hidupmu menderita,"ancam Hardian.Hardian pergi mengendarai motornya dan melaju dengan kencang.
Setelah itu Raina pulang karena dia tidak jadi membeli kebutuhan anaknya.Sesampainya di rumah mom Celine curiga pada Raina karena menantunya itu pulang tak membawa belanjaan.
"Lho kok gak jadi belanja nak?" tanya mom Celine.
"Raina lupa bawa kartu kredit ma, Raina juga gak bawa uang cash, hanya ad sedikit tapi sudah habis untuk membayar ongkos taxi, coba Raina cari dulu di kamar ya mom," kata Raina lalu berlalu ke kamar.
"Bagaimana Raina, apa kartu kreditmu sudah ketemu?" tanya mom Celine sambil menggendong Sovia.
"Tidak ada mom, aku lupa menaruhnya dimana," bohong Raina.
"Maafin Raina mom, Raina tidak mau menambah pikiran mommy," batin Raina yang merasa bersalah.
"Sini Sovia sama mama ya," wanita itu mengambil Sovia dari gendongan ibunya.
"Aku suapi makan dia dulu ya mom," kata Raina meminta izin.
...***...
Julian datang ke kantor Jaden untuk menyampaikan bahwa ia akan mengadakan selamatan rumah barunya.
"Kapan bang acaranya?" tanya Jaden antusias.
"Nanti kita tanya mommy soalnya semua dia yang ngatur, oh iya kata mommy dia juga akan membuat syukuran untuk kehamilan Bia."
"Ya sudah nanti aku tanya mommy saja."
"Bagaimana keadaan Bia, apa dia sehat?" tanya Julian.
"Iya sementara ini aku melarangnya untuk bekerja, aku tidak mau kehilangan bayiku lagi.Jadi perusahaan dia aku juga yang pegang." Bahu Jaden meluruh karena merasa bebannya semakin bertambah.
"Yang sabar bro, mau jadi bapak harus rela berkorban, kamu kan bisa minta tolong Keyla agar dia membantumu menghandle kerjaan dari sini," usul Julian.
"Iya itu juga yang aku pikirkan, tapi Keyla tidak begitu mahir,aku mengutus Bagus untuk membantunya," kata Jaden.
...***...
"Kak, ini bagaimana sih ngerjainnya aku nggak ngerti," tanya Keyla saat tidak tahu mengenai laporan yang akan dia serahkan pada Jaden.
"Kamu nggak perlu ngerjain semua sendiri Key, kamu harus bisa menghandle anak buah kamu, suruh mereka mengerjakan tugasnya dengan baik,jadi atasan harus bijak," kata Bagus memberi saran.
Keyla semakin terpesona pada kekasihnya itu karena begitu pandai mengatur pekerjaan."Kamu keren kak, sejak mengenal kamu aku jadi pengen belajar terus," kata Keyla.
"Kok gitu?" tanya Bagus mengerutkan keningnya.
"Iya aku pengen belajar menjadi yang terbaik untuk kamu," Keyla melancarkan gombalan recehnya.
Bagus mengulum senyum mendengarnya. Lalu ia membalas."Mukamu kok kaya orang susah gitu sih," ledek Bagus.Keyla tiba-tiba mengambil cermin.
"Masak sih?" ia bercermin berkali-kali.
"Iya susah dilupain," Blush. Wajah Keyla langsung memerah mendapat balasan dari Bagus.
...❤️❤️❤️...
Oh ya my beloved readear othor baru rilis novel baru yang gak kalah seru nih judulnya Click Your Heart
Blurb :
"Jika dua orang ditakdirkan bersama, maka dari sudut bumi mana pun mereka berasal, mereka pasti bertemu. Walau digenggam kuat, andai dia bukan milik kita, dia terlepas juga. Walau ditolak ke tepi, andai dia untuk kita, dia akan datang juga. Itulah namanya jodoh."
Bagaimana kalau mak comblang justru jatuh cinta pada kliennya?
Cindy mendirikan biro jodoh bersama dua orang sahabatnya.Suatu hari ia bertemu dengan Devon yang meminta bantuannya untuk dicarikan pasangan yang sesuai dengan keinginannya.
Namun dalam waktu tiga hari Cindy tidak bisa mencarikan wanita yang Devon inginkan.Akhirnya Devon meminta Cindy menjadi pasangannya.Semenjak saat itu Cindy menaruh harapan pada Devon.Sayangnya mereka tidak bertemu lagi setelah acara itu.
Akankah Devon berjodoh dengan Cindy? Ataukah berjodoh dengan reader?
Jangan lupa mampir ya