
Setelah sampai di rumahnya Keyla yang baru pulang kerja menjadi kaget karena ruang tamunya di dekor sedemikian rupa sehingga menjadi sangat cantik.Bunga-bunga bernuansa putih tertata rapi di sana.
Keyla mencari sang ibu."Ada apa ini ma?" tanya Keyla yang bingung.
"Nanti malam ada acara,mama sudah siapkan baju kamu nanti dipakai ya!" pinta Lulu.
"Acara apaan sih sampai ngedekor segala, jangan-jangan emak gue mau nikahin gue diam-diam."Tiba-tiba Keyla bergidik ngeri.
"Duh gimana dong nih, gue harus minta tolong sama siapa?" Keyla mulai panik dengan pikirannya sendiri.
Ia menelepon ke beberapa Bia tapi tidak mendapatkan respon.Lalu ia ingin menelepon Bagus."Gue kan udah putus sama dia gimana nih?" Keyla menggigit jarinya karena bingung.
"Key siap-siap sekarang semua orang udah nunggu di luar," teriak Sang Ibu.
"Iya bentaran,"balasnya.Lalu gadis itu memakai kebaya yang disiapkan ibunya.
"Tuhan, semoga jodohku lebih tampan dari Bagus,aku rela menikah hari ini jika orang tuaku menginginkannya," bahu Keyla meluruh.
Lulu pun menggandeng tangan Keyla saat keluar kamar.Keyla terkejut ketika melihat banyak orang yang berkumpul memakai kebaya dan batik.Ia lebih terkejut saat melihat Bagus ada di antara rombongan tersebut.
Bagus terpesona melihat kecantikan Keyla yang tampak anggun mengenakan kebaya pilihan Sang Ibu.
Keyla menoleh ke arah Lulu seolah bertanya melalui tatapan matanya.Lulu tersenyum,"ayo sambut calon tunanganmu."
Keyla menutup mulut dengan kedua telapak tangannya karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat.Setelah itu Keyla dan keluarganya duduk berhadapan dengan keluarga Bagus.
"Saya mewakili Bagus ingin menyampaikan bahwa kami ingin melamar anak bapak
sebagai pasangan Bagus di masa mendatang,apakah Pak Didu merestui mereka?" tanya Bagas,ayah Bagus.
"Saya sih terserah sama anak saya, gimana Key, apa kamu menolak lamaran Bagus?" pertanyaan yang Didu lontarkan membuat Keyla membelalakkan matanya.Namun, yang lain malah tertawa.
"Alhamdulillah," semua orang mengucapkan rasa syukur.
Kemudian mereka bertukar cincin.Sebelum bertukar cincin dua orang yang menjadi pasangan tersebut berdiri berhadapan.Bagus membuka sebuah kotak berisi cincin berlian yang sangat indah yang dipesannya khusus.
Keyla terus mengembangkan senyum di wajahnya saking girangnya dengan acara pertunangannya dengan Bagus.
Setelah itu Bagis menyematkan cincin tersebut ke jari Keyla."Makasih,"ucap Keyla dengan lirih. Bagus membalas dengan senyum.Lalu semua orang memberikan tepuk tangan pada keduanya.
"Kamu ko gak bilang sih sebelumnya sama aku," protes Keyla saat mereka sedang makan-makan.
"Maaf, aku ingin memberikan kejutan untuk kamu."
"Jadi kemaren itu kamu bohong? Kamu gak pergi untuk mutusin aku?"
"Siapa yang bilang mau mutusin kamu, kemaren ibumu yang bilang harus segera mengambil keputusan untuk melamar kamu secepatnya,see udah aku lakuin."
"Boleh peluk gak?" Bagus mengangguk.
"Kalau cium?" goda Keyla.Bagus menggeleng."Ada banyak tamu."Keyla jadi cemberut.
Tapi Bagus meraih tangan Keyla lalu mengecupnya."Sementara ini aja dulu,kalau sudah sah kamu minta lebih dari cium juga aku kasih," goda Bagus.Keyla melayangkan pukulan di bahu Bagus.Bagus jadi terkekeh dibuatnya.
"Terima kasih atas jamuannya Pak Didu dan keluarga," ucap Bagas sebelum mereka pamit.
"Sama-sama pak Bagas," Didu merangkul Bagas dan saling menepuk punggung.
Setelah mereka pergi,Keyla memamerkan cincinnya pada Sang Ibu."Cantik ya ma." Lulu mengangguk