My Beloved Partner

My Beloved Partner
90



"Apa itu pa?" tanya Jaden.


"Apa kau lihat rancangan terbaru body mobilnya?"


"Ya aku suka dengan desainnya pa, sangat elegan dan berkelas," ungkap Jaden.


"Bia yang mendesain body mobil itu.Papa hanya membuatnya satu untuk putri kesayangan papa."


Jaden tidak menyangka kalau istrinya pandai mendesain body mobil."Hebat sekali istriku itu," pujinya di depan Sang Mertua.


"Sejak dulu ia memang tomboy suka sekali mengotak-atik mesin mobil,tapi papa tidak tahu kalau dia sampai ikut balap liar denganmu," Rasya menatap menantunya hingga Jaden menjadi salah tingkah.


"Suatu hari papa ingin kau yang memegang perusahaan ini," pinta Rasya tanpa menoleh ke arah Jaden.


Jaden menjadi khawatir."Tapi aku sudah memiliki perusahaan sendiri pa," tolak Jaden dengan halus.


"Kau bisa mengelola banyak perusahaan,pekerjakanlah orang-orang yang berkompeten,selain itu buatlah cucu laki-laki yang banyak sehingga kau bisa menyuruh anak-anakmu untuk mengelolanya," kata Rasya seolah mencubit hati Jaden.


"Baik pa,segera dilaksanakan," jawab Jaden sambil tersenyum.


"Ngomong-ngomong kalau kamu mau ounya anak berapa Gus dari Keyla?" ledek Jaden dengan sengaja.


Bagus jadi terbatuk."Maaf pak saya belum memikirkan sejauh itu," kata Bagus.


Beberapa hari kemudian Jaden kembali lagi ke pabrik milik Rasya. Akan tetapi kali ini dia ingin mengambil mobil yang body luarnya didesain sesuai gambar yang diinginkan istrinya itu.


"Terima kasih pa sudah mewujudkan impian Bia."


"Tentu saja,pergilah bawa mobil baru ini dan perlihatkan padanya." Jaden pun mengangguk.


Jadwn pun memasuki mobil sport yang baru saja launching tersebut.Ia mengendarai mobil itu dengan perlahan kemudian menaikkan laaju kendaraan yang ia tumpangi.


Bia yang menyadari ada kerumunan di antara karyawannya kemudian ikut bergabung.


"Itu kan rancangan gue?"Bia ingat dirinya pernah menyerahkan sebuah desain mobil kepada ayahnya.


Bia sangat terkejut saat suaminya itu keluar dari mobil.Jaden membuka kacamata hitam yang ia pakai saat turun dari mobil. Laki-laki itu berjalan mendekat ke arah Bia.


"Surprise,"ucapkan dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Apa maksudnya semua ini?" Tanya Bia yang masih bingung.


Sementara itu satpam membubarkan kerumunan karyawan yang ada di lokasi tersebut.


"Bukankah kamu pernah menyerahkan desain body mobil pada papa beberapa waktu lalu?" Bia mengangguk cepat.


"Oh my God jadi papa juga impian aku,"ucapnya dengan girang. Wanita itu pun memeluk suaminya erat saking senangnya.


"Test drive yuk!" Bia mengangguk cepat.


Keyla yang baru saja tiba heran melihat sebuh mobil dengan desain yang tak biasa."Itu mobil punya siapa ya keren banget," ungkapnya.


"Pak Rio, Bu Berliannya mana?" tanya Keyla pada kepala keuangan di kantor tersebut.


"Lho tadi di depan tidak ketemu ya,dia kan dijemput sama suaminya pake mobil baru," terang Rio, karyawan terlama yang mengabdi di perusahaan tersebut.


Keyla menepuk jidatnya."Astaga,jadi itu mobil punya kak Jaden,gila beli mobil kaya beli sepeda hampir tiap hari ganti masih kurang aja," cibir Keyla.


Sedangkan yang dicibir sedang menikmati kewehanan dan kecanggihan mobil yang dirancang oleh pabrikan milik perusahaan orang tuanya sendiri.


"Eh, ngomong-ngomong nih mobil belum ada platnya lho,jadi gimana nanti kalau ditindak polisi?" Bia sedikit khawatir.