
"By the way apa jenis kelamin anak kalian?" tanya Julian penasaran.
Bia dan Jaden saling bertukar pandang."Kami tidak menanyakan jenis kelaminnya apa pada dokter, kami sengaja, cewek sama cowok sama aja iya kan sayang?" Jaden memeluk istrinya dengan posesif.
"Iya," jawab Bia sambil tersenyum.
"Yaaa nanti kalau kalian belanja kebutuhan bayi gimana dong?" tanya Raina.
"Gak jadi masalah, belanja pas udah anaknya lahir juga gak papa, iya kan Bi?" Jaden meminta dukungan dari istrinya.
"Ada mama sama mommy yang siap belanjain kebutuhan dedek," kata Bia sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit.
"Ya udah kita pulang dulu ya, Sovia udah bobok dari tadi," pamit Julian.
Setelah itu Jaden dan Bia menuju ke parkiran mobil.Hujan tiba-tiba turun. Bia melarang suaminya menyetir dalam keadaan hujan.Jaden pun menuruti kemauan istrinya.Mereka menunggu di lobi rumah sakit.
"Dingin ya?" tanya Jaden saat melihat Bia mengusap-usap lengannya.Bia saat itu hanya mengenakan dress dengan lengan pendek.
Bia mengangguk.Kemudian Jaden melepaskan jaket yang ia kenakan lalu memakaikan jaket itu ke tubuh istrinya."Pakai, biar gak kedinginan," kata Jaden dengan lembut.
Bia membalas dengan senyum ia pun menyandarkan kepalanya di dada bidang Jaden.Tak terasa hujan sudah berhenti setelah sekian lama mereka menunggu.
Jaden melihat Bia tertidur di pelukannya.Karena tak tega membangunkan sang istri, Jaden pun mengangkat tubuh Bia dan membawanya masuk ke dalam mobil.
Jaden membantu memasangkan sabuk pengaman pada istrinya.Laki-laki itu mengelus pipi Bia lalu mengecup keningnya singkat.Setelah itu ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Di tengah perjalanan pulang.Jaden melihat kerumunan orang yang menghalangi jalannya.Ia pun turun untuk melihat apa yang sedang terjadi.
"Ada apa ini pak?" tanya Jaden pada salah seorang warga setelah turun dari mobil.
"Itu pak ada yang habis dibegal, driver ojek online," kata orang yang ditanyai Jaden.
Jaden pun menerobos kerumunan orang itu untuk mengecek apakah driver itu salah seorang yang ia kenali.
"Pak Arif," Jaden terkejut saat melihat Arif tergeletak.
Bia terbangun mendengar keriuhan warga yang ada di luar mobilnya.Saat ia membuka mata ia tak menemukan sang suami di sampingnya.Bia pun turun barangkali Jaden berada di kerumunan itu.
"Ada apa bu?" tanya Bia pada salah seorang ibu-ibu yang menonton kejadian itu.
"Ada driver ojek online yang habis dibegal non," ucapan ibu-ibu itu membuat Bia membelalakkan mata.Ia pun segera melihatnya.Tampak Jaden sedang berjongkok melihat keadaan korban begal itu.
"Pak Arif," teriak Bia lalu ia pingsan saat melihat Arif bersimbah darah.
Jaden menoleh ketika mendengar suara istrinya.Tubuh Bia ambruk.Beruntung Jaden dengan cepat menangkapnya.
"Pak saya akan memanggil ambulan sementara saya akan membawa istri saya ke rumah sakit," pesan Jaden pada salah seorang warga seraya menggendong istrinya.
Setelah itu ia merebahkan tubuh Bia ke dalam mobil, Jaden menghubungi Bagus.
"Gus salah seorang driver yang bekerja di perusahaan Bia mengalami kecelakaan tolong urus dia, datanglah ke sini aku akan mengirimkan lokasinya melalui pesan," kata Jaden.
Ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit terdekat.
Sementara itu Bagus yang sedang makan malam dengan Keyla harus mengakhiri kencannya setelah mendapat perintah dari Jaden.
"Key apa kamu mau ikut, aku diperintahkan pak Jaden untuk menolong salah seorang driver yang mengalami kecelakaan," terang Bagus pada kekasihnya.
"Iya aku ikut, mereka anak buahku juga," Keyla pun meraih tangan Bagus dan sama-sama menuju ke lokasi.
Bagus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Keyla sampai memejamkan matanya dan berpegangan di bagian atas kepalanya saking takutnya dia.
"Mas Bagus pelan sedikit," ucap Keyla sambil ketakutan.
"Maaf Key, darurat jangan khawatir aku juga tidak kalah hebat dengan atasanmu itu," ucapnya menujuk pada Bia yamg merupakan mantan pebalap liar.
Bagus sampai di lokasi.Saat itu ambulan juga datang untuk menolong Arif.
Arif mendapatkan luka di bagian kepalanya seperti habis kena pukulan yang cukup keras.Keyla yang melihat keadaan Arif sampai menutup mulutnya.
"Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Bagus yang melihat Keyla seperti syok.Keyla mengangguk.
"Ya sudah kita ikuti mobil ambulan itu," kata Bagus pada Keyla.
Bagus dan Keyla kembali masuk ke dalam mobil.Mereka mengikuti ambulan tersebut sampai ke rumah sakit terdekat.
Ketika sampai di rumah sakit Bagus dan Keyla bertemu dengan Jaden.Sepasang kekasih itu segera mendekat ke arah Jaden.
"Pak anda di sini?" tanya Bagus yang bingung.Ia pikir Jaden sengaja menunggu korban kecelakaan yang tak lain adalah driver ojol yang bekerja di perusahaan istrinya.
"Berlian pingsan," jawab Jaden singkat.
Keyla menjadi terkejut.Ia tak kuasa menahan tangisnya."Bia kenapa kak?" tanya Keyla yamg panik.
"Dia pingsan setelah melihat korban kecelakaan tadi, oh iya bagaimana keadaannya apa sudah ditangani oleh dokter?" tanya Jaden.
"Sepertinya sudah pak, saya akan mengurus administrasi nya terlebih dulu," kata Bagus.
"Oh ya Key kamu pakai uang perusahaan saja, pastikan dia mendapatkan perawatan yang terbaik," pesan Jaden pada Keyla.