
Assalamualaikum pembaca setiaku, othor mohon dukungannya dengan membagikan vote buat othor ya. Kalian juga boleh share cerita ini ke media sosial kalian supaya othor dapat banyak pembaca. Selamat membaca.
...❤️❤️❤️...
Keesokan harinya Alex dan Sandra berpamitan pada Vero. Sandra ingin pulang pagi agar tidak kesiangan sampai di rumah. dia tidak mau membuat mamanya khawatir sebab kemarin dia tidak bisa mengabari mamanya karena handphonenya tertinggal.
"Kami pamit ya, Pa."
"Hati-hati di jalan jangan mengebut," pesan Vero pada Alex dan Sandra.
Setelah itu mereka melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Saat ini jalanan tampak sepi karena jam kantor telah mereka lewati.
"Apa kamu tidur nyenyak semalam?" Tanya Sandra pada kekasihnya. Iya merasa tidak enak karena membiarkan Alex tidur di luar.
"Kalau aku boleh jujur badanku pegal semua," jawab Alex. Sandra terkekeh mendengar pengakuan Alex.
"Maafkan Aku karena tidak bisa menyediakan ranjang yang empuk seperti ketika kau tidur di rumahmu."
Ketika mobil Alex berhenti di lampu merah Sandra melihat Ciara berada di dalam mobil bersama laki-laki dewasa. Sandra tahu kalau laki-laki itu bukan Ayah Ciara.
"Kamu lihat apa sayang? tanya Alex pada Sandra.
"Ah tidak." Sandra tidak mau memberitahu Alex, dia ingin cari tahu lebih dulu siapa yang sedang berada satu mobil dengan Ciara.
Setelah menempuh jarak yang jauh mereka Akhirnya sampai di depan rumah Sandra. "Aku akan ikut turun," kata Alex.
"Kalian sudah pulang?" tanya Chloe.
"Maafkan kami tante karena telah membuat tante khawatir. Semalam hujan sangat lebat saya tidak mungkin menyetir dalam keadaan hujan jadi kami putuskan untuk menginap," kata Alex dengan jujur.
"Iya tante sudah tahu, semalam tante datang ke rumahmu untuk menanyakan kabar kalian pada kedua orang tuamu."
"Maafkan Sandra ma karena Sandra lupa membawa handphone Sandra."
"Iya sayang Mama maafkan."
"kalau begitu saya permisi tante," pamit Alex.
"Kamu nggak mampir dulu Lex?"
"Nggak usah Tante terima kasih Lain kali saja."
Setelah itu Alex keluar dari halaman rumah Sandra. Dia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di rumah. Sayangnya Alex mengendarai mobilnya melebihi kecepatan maksimum. Jadi polisi mengikuti mobil Alex dari belakang.
"Sial aku terlalu cepat," rutuk Alex pada dirinya sendiri.
Lalu Alex menepikan mobilnya dan membuka kaca mobilnya. "Selamat siang," sapa polisi itu.
"Siang pak," jawab Alex. Lalu ia turun dari mobil.
"Anda tahu kenapa saya menghentikan anda?" polisi itu bertanya kepada Alex berharap dia menyadari kesalahannya.
"Saya tahu Pak."
"Anda telah mengendarai mobil melebihi kecepatan maksimum, jadi untuk penertiban saya akan menilang anda."
Polisi itu menyobek selembar kertas lalu ia memberikannya kepada Alex.
"Baiklah. Apa hanya ini kalau sudah selesai saya akan pergi," kata Alex.
"Tunggu, anda juga harus meninggalkan mobil anda di sini." Alex tidak percaya pada perkataan polisi tersebut.
Alhasil Alex harus pulang ke rumahnya dengan menumpang taksi. Bia heran Alex pulang tidak membawa mobil.
"Mobilmu ke mana Lex?" Tanya Bia.
"Nanti saja Ma jelasinnya Alex ngantuk banget," kata Alex sambil berjalan menaiki tangga dengan langkah gontai.
Bia hanya menggelengkan kepalanya. lalu Alex merebahkan diri di atas ranjangnya yang empuk. Matanya yang sudah berat terpejam begitu saja setelah menyentuh bantal.
"Alex," panggil Sandra.
"Aku merindukanmu," jawab Sandra sambil mengurus pipi kekasihnya.
"Bagaimana kalau mama tahu dia pasti akan marah," Alex cemas karena mamanya selalu berpesan agar dia tidak macam-macam dengan Sandra.
"Tidak akan." Sandra tiba-tiba menempelkan bibirnya ke bibir Alex. Alex yang tidak siap menerima ciuman dari Sandra hanya bisa pasrah.
"Kenapa kamu tidak membalasku?" Protes Sandra.
"Aku takut aku akan meminta lebih dari ini," jawab Alex dengan suara paraunya. Pandangannya sudah mulai berkabut menghadapi godaan Sandra.
"Aku akan memberikannya dengan sukarela," jawab Sandra dengan nada yang terdengar manja di telinga Alex.
Alex semakin bergairah. Ia mulai menempelkan bibirnya terlebih dahulu. Sandra membalas ciuman panas Alex.
"Bang, abang," Kristal mencoba membangunkan Alex.
"Ihk, Abang ngapain sih bibirnya sampai monyong-monyong gitu?" gerutu Kristal.
Lalu dia tak sengaja melihat celana Alex yang basah. "Mama abang ngompol nih," teriak Kristal memanggil sang mama.
Bia yang mendengar teriakan Putri bungsunya kemudian berjalan mendekat. "Ada apa sayang?" Tanya Bia pada Kristal.
"Tuh abang ngompol," tunjuk Kristal.
Bia melihat ke dalam kamar Alex. Alex terlihat aneh karena mengelus-elus guling yang ia pegang. "Pasti mimpi mesum," tebak Bia.
Wanita itu mencoba membangunkan putranya tapi hasilnya nihil. Lalu dia memiliki ide untuk membangunkan Alex. Bia menciprat-cipratkan air ke wajah putranya.
"Hujan, hujan," teriak Alex.
Bia terkekeh melihat tingkah konyol putranya. "Abang, sana mandi jorok banget udah gede kok ngompol," ledek Bia. Padahal dia tahu kalau Alex tidak mengompol.
Alex menjadi malu ketika melihat celananya basah. Pemuda itu cepat-cepat masuk ke dalam kamar mandi. Setelah melepas pakaiannya Alex mengguyur kepalanya dengan air yang keluar dari shower.
"Sial, kenapa juga gue bisa mimpi mesum kayak gitu," Alex sangat malu.
...***...
Di tempat lain Ciara sedang dimanjakan oleh pria dewasa yang menemaninya berbelanja. "Aku mau yang ini ya Om." Ciara memegang sebuah tas branded.
"Beli saja apa yang kamu inginkan," kata laki-laki yang tampaknya lebih pantas menjadi ayah Ciara.
Andi yang sedang berada di mall yang sama memperhatikan Ciara dari kejauhan. "Siapa laki-laki itu?" Gumam Andi.
Namun Andi tidak mau negatif thinking pada gadis yang dia sukai. "Mungkin itu orang tuanya," pikir Andi.
Kemudian Andi berlalu meninggalkan Ciara. tanpa sengaja Ciara melihat Andi yang lewat di depannya. Tapi Andi terlihat acuh. "Apa dia tidak melihatku?" Gumam Ciara.
"Ada apa sayang?" Tanya laki-laki dewasa itu sambil menarik pinggang Ciara dengan posesif.
"Ah, tidak ada apa-apa," bohong Ciara.
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan Ciara diajak oleh laki-laki itu ke sebuah hotel. Alex yang ditugaskan oleh Jaden mengantarkan berkas ke kantor ayahnya tak sengaja berpapasan dengan Ciara.
Alex mengerutkan keningnya. "Ciara," panggil Alex. Ciara terlihat tegang.
"Siapa dia sayang?" Tanya laki-laki yang berjalan bersama Ciara.
"Dia hanya teman kampusku," Jawab Ciara jujur.
"Kau sedang apa ke sini?" Tanya Alex.
Ciara nampak berpikir. "Oh aku mengantarkan ayahku yang sedang menginap di hotel ini," Ciara mengarang cerita agar tidak ketahuan Alex.
"Oh baiklah, aku permisi," pamit Alex. Lalu ia meninggalkan Ciara dan laki-laki itu. Namun, Alex sedikit curiga. Kenapa ayahnya menginap di hotel? Ia masih berpikir keras.
Tak mau ambil pusing, Alex menuju ke ruangan Jaden untuk mengantarkan berkas yang diminta.