
Jaden masuk ke dalam ruang rawat istrinya.Bia mulai membuka mata."Di mana aku?" tanya Bia yang baru saja siuman.
Jaden mendekat ke arah istrinya." jangan bangun dulu sayang kamu baru saja siuman, berbaringlah," kata Jaden.Ia khawatir terhadap istrinya.
"Berlian," teriak mama Ara yang baru sampai di ruangan tersebut.Rasya mengikuti di belakang istrinya itu.
"Mama, kenapa mama ada di sini?" tanya Bia.
"Aku yang mengabari mama sayang," kata Jaden.
"Kamu nggak papa nak?" tanya mam Ara yang merasa cemas.Bia menggeleng.
Rasya menepuk bahu menantunya."Bagaimana ceritanya istrimu bisa sampai pingsan?" tanya Rasya.
"Tadi sewaktu kami baru pulang memeriksakan kandungan Bia kami tidak sengaja melihat salah seorang deiver ojol kami mengalami kecelakaan, Bia syok saat melihat darahnya kemudian dia pingsan," terang Jaden.
"Oh iya bagaimana keadaan pak Arif kak?" tanya Bia.
"Bagus dan Keyla sudah mengurus semuanya kamu tidak usah khawatir, Arif sudah ditangani oleh dokter terbaik di rumah sakit ini," kata Jaden.Ia tak ingin istrinya banyak pikiran.
"Syukurlah," Bia merasa lega.
"Apa kau mengenalnya nak?" tanya mam Ara dengan lembut.
"Iya ma, dulu kami pernah menolongnya kami juga yang mempekerjakan dia di perusahaan," kata Bia menjelaskan.
"Bagaimana kalian bisa mengenalnya?" tanya Rasya yang penasaran.
"Ceritanya panjang pa, yang jelas dia orang baik," kata Jaden.
"Kak bagaimana dengan anaknya?" tanya Bia yang mulai khawatir.
"Tenanglah sayang aku akn meminta Bagus mengecek kondisi keluarganya," kata Jaden.
Jaden pun keluar dari ruangan Bia lalu menemui Bagus yang masih menunggu di luar ruangan Arif bersama Keyla.
"Gus, kamu belum pulang?" tanya Jaden. "Belum pak," jawab Bagus.
"Sebaiknya kamu antarkan Keyla ke rumahnya dengan selamat, lalu temuilah keluarga Arif, setahuku dia memiliki dua anak yang amsih kecil bisakah kamu menjaga mereka sementara ini," perintah Jaden pada Bagus.
Bagus mengangguk patuh.Bagus bukan hanya asisten pribadinya, pekerjaanya lwbih dari itu.Namun, Jaden membayar Bagus dengan gaji yang tinggi.
"Baik pak, kalau begitu kami permisi," pamit Bagus seraya menarik tangan kekasihnya.
"Kak salam buat Bia," teriak Keyla.Jaden mengangkat tanganya.
***
Bagus mengantarkan Keyla pulang sampai ke rumahnya dengan selamat.Didu, ayah Keyla sudah menunggu di depan rumah sambil bersidekap.
"Selamat malam om," sapa Bagus dengan sopan pada calon mertuanya.
"Kenapa kalian pulang larut sekali?" tanya Didu dengan wajah geram.
"Pah ayo kita masuk," ajak Keyla tapi Didu tetap mematung di tempatnya.
"Sebenarnya tadi ada urusan penting yang kami urus om, seorang driver ojek ojol yang bekerja di perusahaan nyonya Berlian mengalami kecelakaan," terang Bagus.
Mendengar anak atasannya itu, Didu kemudian memaklumi."Lain kali kabari kalau ada apa-apa sehingga kami tidak khawatir," ucapnya.Kini amarahnya reda setelah mendengar penjelasan dari Bagus.
"Saya pamit om," kata Bagus.Didu mengangguk.
"Daa sayang, hati-hati ya," Keyla melambaikan tangan pada kekasihnya.
Setelah itu Bagus menuju ke rumah Arif.Jaden telah memberikan alamatnya melalui pesan yang dikirim ke ponsel Bagus.
Rumah tersebut tampak sepi.Lalu seseorang yang lewat menanyai Bagus."Pak anda siapa? Kenapa bertamu ke rumah orang hampir pagi begini?" tanya warga yang sedang meronda itu.
"Perkenalkan nama saya Bagus, saya ingin menemui keluarga pak Arif, sekarang dia ada di rumah sakit akibat kecelakaan yang ia alami beberapa waktu lalu," terang Bagus.
Warga yang ikut meronda itu pun kasak kusuk membicarakan Arif.Mereka memindai penampilan Bagus."Anaknya ada di rumah pak, kasian mereka masih kecil," kata seorang dari mereka.
Lalu salah seorang warga mengetuk rumah Arif."Banu,Banu," teriak pria tersebut memanggil anak sulung Arif.
Tak lama kemudian Banu keluar."Ada apa pak?" tanya anak berusia dua belas tahun itu.
"Bapakmu mengalami kecelakaan, ini pak Bagus orang yang menemukan bapakmu," ucapan pria itu membuat Banu sedih dan menangis.
"Tenanglah nak ayahmu sudah mendapatkan perawatan, kami hanya ingin mengabari agar kau tidak mencarinya," kata Bagus seraya memegang bahu Banu untuk menguatkan anak kecil itu.
Lalu terdengar suara tangisan anak kecil,Banu menyeka air matanya dengan punggung tangannya.Anak laki-laki itu berlari ke dalam.Ia menggendong adiknya Delima agar berhenti menangis.
Bagus ikut masuk ke dalam rumah Arif."Apa kalian tinggal berdua saja? Dimana ibu kalian," Bagus mengedarkan pandangannya tapi tak melihat istri Arif.
"Ibunya sudah meninggal pak setelah melahirkan adiknya," kata seorang warga.
"Baiklah malam ini aku akan menemani kalian di sini, boleh kan bapak-bapak? Besok saya akan mengajak mereka ke rumah sakit," Bagus meyakinkan warga yang berdiri di depannya.
"Itu lebih baik pak, mereka tidak punya siapa-siapa lagi," kata mereka.
Delima sudah kembali tertidur setelah kakaknya menggendong balita itu.Ia lumayan pandai dalam mengurus adiknya maklum ayahnya harus pergi bekerja. Jadi selama ayahnya bekerja Banulah yang menjaga Delima.
Akan tetapi jika anak laki-laki itu sednag sekolah, Arif akan menitipkannya pada tetangga yang ia bayar per bulan.
"Tidurkan adikmu setelah itu kamu juga tidur, aku akan menjaga kalian," kata Bagus meyakinkan Banu.Banu mengangguk patuh.
Kemudian Bagus memilih tidur di kursi panjang yang terletak di bagian ruang tamunya.