
Karena kejadian kesalahpahaman itu Jaden menghubungi ibunda Sandra. Chloe cepat-cepat datang ke rumah Alex setelah mendengar kabar dari Jaden.
"Sandra," panggil Chloe dengan nafas tersengal-sengal.
Sandra memeluk mamanya sambil menangis. "Ada apa ini?" Tanya Chloe tidak mengerti.
"Alex dan Sandra telah berbuat yang tidak-tidak di dalam kamar..."
"Pa, mama hanya salah paham saat melihatku," kilah Alex.
Bia yang tak terima dengan tuduhan Alex jadi menangis karenanya. "Kamu kira mama berbohong, hm?"
"Ma aku tidak sampai mencium Sandra, baru akan Ma," geram Alex dalam diam.
"Bukan begitu Ma," Alex jadi serba salah.
"Sudah sudah Chloe bagaimana menurutmu?" Tanya Jaden pada Ibunda Sandra.
"Kalau benar Alex telah berbuat sesuatu pada Sandra tentu aku tidak terima, dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya, aku tidak mau Sandra mendapatkan omongan tak sedap di luar sana, terlebih lagi kalau dia sampai hamil."
Perkataan yang keluar dari mulut ibunya membuat Sandra menganga tak percaya. Bahunya meluruh. Ia masih dalam keadaan menangis. Percuma saja menjelaskan pada mereka jika orang tuanya sudah mengambil kesimpulan dan mengabaikan penjelasan anak-anaknya.
"Baiklah, aku mau menikahi Sandra," kata Alex sambil berdiri.
"Lex, itu sama saja kamu mengakui kesalahan yang tidak pernah kamu perbuat," protes Sandra.
"Sayang apa bedanya menikah sekarang atau besok, aku malah senang tanpa aku meminta lebih dulu mereka sudah memerintahkan kita untuk menikah," kata Alex. Sandra merasa limbung, hampir saja dia pingsan mendengar ucapan Alex.
Dia memang mencintai Alex bahkan ingin sekali menjadi pendamping hidupnya tapi bukan dengan cara tidak terhormat seperti ini. Dinikahi Alex dengan tuduhan mereka berzina sungguh hati Sandra bagai disayat. Dadanya tiba-tiba merasa sesak karena orang tua mengira anaknya tidak patuh pada nasehatnya.
"Baiklah, sebaiknya kau bawa putrimu pulang terlebih dulu, bukankah kau juga harus mengabari ayahnya. Aku akan persiapkan pernikahan mereka. Lusa mereka akan menikah," putus Jaden dengan tegas.
"Apa?" Alex dan Sandra sama-sama kaget dengan keputusan ayahnya. Terlalu cepat menurut Alex dan Sandra.
Chloe berpamitan begitu pula dengan Sandra. Berlian memalingkan mukanya saat Sandra akan mencium tangannya. Ia kecewa pada Sandra. Chloe pun mengajak anaknya masuk ke dalam mobil.
Alex menatap sedih kepergian kekasihnya. "Andai saja aku tak membawamu kemari pasti ini semua bisa dihindari," gumam Alex dengan penuh penyesalan.
Ketika Sandra tiba di rumah ia menjelaskan pada sang ibu kalau ia tidak berbuat apa-apa dengan Alex. "Mama percaya kan sama aku, aku masih perawan Ma. Aku hanya numpang tidur di kamar Kristal karena aku sangat mengantuk ketika pulang kuliah tadi. Entah kenapa Alex malah membawaku ke rumahnya."
"Apa dia memasukkan obat tidur ke makanan atau minumanmu?" Tuduh Chloe.
"Bukan Ma, aku habis minum obat karena aku merasa pusing tadi siang. Aku mengantuk di jalan. Karena Alex membawa motor mungkin dia terpaksa membawaku ke rumahnya kupikir karena jaraknya lebih dekat dengan kampus Ma. Aku tahu dia khawatir aku terjatuh di jalan." Sandra masih berusaha meyakinkan ibunya.
"Mama percaya dengan penjelasan darimu sayang. Tapi Berlian mendapati putranya hendak mencium kamu."
"Itu...itu... aku tidak tahu," jawab Sandra lirih.
"Sebaiknya kau menurut saja, toh kalian juga sudah lama berpacaran apa salahnya kalau menikah. Meskipun pernikahan yang terkesan mendadak. Mama percaya pada Alex karena dia berasal dari keluarga yang sudah mama kenal sangat lama."
Ya Chloe sangat mengenal Jaden karena dulu ia tergila-gila pada laki-laki itu. Meski mengejarnya dengan memakai berbagai cara tapi Jaden sangat setia pada Berlian.
Sandra men*desah. "Aku nggak tahu Ma. Aku masih belum bisa menerima kenyataan. Aku memang meninginkan Alex menjadi pasangan hidup ku tapi akan lebih menyenangkan jika pernikahanku bukan karena salah paham seperti ini."
...***...
Kabar pernikahan Alex dan Sandra terdengar sampai ke telinga teman-temannya. Agung mendapat kabar dari Bagus yang tak lain bekerja sebagai asisten Jaden. Lalu ia menyampaikan kabar itu pada Andi dan Amar. Mereka tak kalah terkejutnya.
"Gila, gue pikir elo yang akan nikah duluan tapi ternyata bos Alex udah kebelet," kata Agung pada Andi diiringi dengan gelak tawanya.
"Nggak tahu tuh bos Alex," jawab Andi sambil menggedikkan bahu.
"Jadi benar Alex mau nikah sama Sandra? Kok bisa sayang?" Cecar Ciara yang baru datang.
"Shtt jangan keras-keras sayang. Nanti seisi kampus denger," Andi mengingatkan tunangannya.
"Wah curang mereka, padahal kan kita yang tunangan duluan ya," kata Ciara meminta dukungan pada Andi. Andi menaikkan alisnya.
"Eh Nabil mana Mar?" Tanya Ciara.
"Mau ngapain lo cari dia?" Tanya Amar ketus.
"Mau gue ajak jalan-jalan lah buat beli kebaya biar kita tampil cantik di acara pernikahannya Sandra."
"Gila ya cewek yang mau nikah sahabatnya tapi dia yang heboh," cibir Agung.
"Dih sirik lo, emang cewek lo nggak kaya gitu?" Tanya Ciara pada Agung.
"Beh...cewek gue," diam sejenak. "Lebih parah,"sambungnya lagi. Jawaban Agung membuat semua orang tertawa.
"Lo ingat pas mau acara pertunangan lo, dia ngajak gue keluar masuk butik sampai kaki gue mau patah. Dan lo tahu pas gue protes bukannya kasihan malah dia ngancem gue kalau dia mau jalan sama teman cowoknya yang naksir dia." Agung bercerita panjang lebar tapi teman-temannya menertawakan Agung.
"Lagian elo pacaran sama bocah sih," cibir Amar.
"Habis gue udah cinta mati dari orok," jawab Agung sekenanya. Baik Agung, Alex dan Kristal memang sudah bermain bersama sejak kecil. Itu dikarenakan orang tua mereka bersahabat baik.
"Mas Agung," teriak Kristal.
Agung melotot tak percaya saat kekasihnya itu menyusul sampai ke kampusnya. "My bebeb Kristal mau ngapain ke sini?" Tanya Agung.
"Mau ngajakin Mas agung belanja." Teman-teman Agung tertawa saat mendengar omongan Kristal.
"Kenapa kalian malah tertawa?" Tanya Kristal polos.
"Nggaka apa-apa dek," jawab Ciara. "Eh kalau mau kita belanja bareng yuk!" Ajak Ciara pada Kristal.
Kristal mengulas senyumnya lebar. "Mau mau kak, belanja sama mas Agung juga nggak enak kok sering protes dia," lagi-lagi omongan Kristal membuat semua orang tertawa. Sedangkan Agung hanya bisa mengelus dad melihat tingkah ajaib kekasihnya.
Ciara menggandeng tangan Kristal lalu pergi meninggalkan Agung, Andi dan Amar yang masih terduduk. "Selamet," Agung mengelus dadanya.
...***...
Sandra tidak tahu bagaimana reaksi papanya jika tahu anaknya akan menikah secara mendadak. Chloe berbesar hati untuk mendatangi Vero. Namun Sandra tidak ikut dia terlalu malu pada ayahnya.