
Suara ketukan di jendela kaca mobil Jaden menghentikan aktivitas panas mereka.Jaden lalu menurunkan kaca mobilnya.
"Tas lo ketinggalan Bi," Keyla menenteng tas Bia kemudian menyerahkannya pada Jaden.
"Makasih banyak ya Key," kata Bia.
"Udah kalian terusin di rumah aja gak enak kalau dilihat banyak orang dikira pasangan mesum," ledek Keyla seraya menertawakan mereka.
Setelah itu Keyla masuk ke dalam kafe menyusul Bagus."Saya harap kamu ambil keputusan secepatnya," desak Lulu lalu berdiri meninggalkan Bagus.
"Kak apa yang mama bicarakan denganmu?" tanya Keyla yang samar-samar mendengar pembicaraan terakhir di antara mereka.
"Katakan kak, apa mama tidak menyetujui hubungan kita? Apa dia menyuruhnu untuk meninggalkan aku?" cecar Keyla seraya menggenggam tangan Bagus.
Bagus menggeleng."Aku rasa hubungan kita tidak bisa begini terus Key," perkataan Bagus membuat wajah Keyla berubah jadi sendu.
"Sudah malam bolehkah aku pulang," pamit Bagus.Perasaan Keyla semakin tidak karuan.Keyla lalu menghampiri ibunya."Mama apa yang mama bicarakan dengan Bagus hingga dia pergi begitu saja," sungut Keyla pada ibunya.
"Apa? Mama hanya menyampaikan uneg-uneg seorang ibu," tantang Lulu.
"Mama jahat," umpat Keyla lalu pergi.
"Dih, tuh anak kenapa sih marah-marah sama orang tuanya sendiri gak sipan banget," umpat Lulu yang kesal.
Sesampainya di rumah Keyla membanting badannya ke atas ranjang.Ia menangis tersedu-sedu."Gue gak mau putus sama Bagus,gue cinta banget sama dia," ucapjya di sela-sela tangisannya.
Didu,sang ayah yang mendengar suara putrinya menangis dengan kencang kemudian mengetuk pintu kamar Keyla."Ada apa Key? Cerita sama papa," ucap Sang Ayah.
"Keyla mau sendiri," teriak Keyla dari dalam kamar.
Lulu yang sudah pulang ke rumah tidak sengaja melihat suaminya itu berdiri di depan kamar Keyla."Ada apa pa?" Lulu menepuk bahu Didu.
"Keyla menangis ma,tapi papa tanya dia tidaj mau menjawab apa sebabnya."
"Biarkan saja nanti juga diam sendiri sejak di kafe tadi dia marah-marah gak jelas sama mama," ungkap Lulu.
Keyla melihat jam yang tertera di layar ponselnya.Waktu menunjukkan pukul 6.30 WIB."Mati gue kalau gak siap-siap sekarang gak keburu ke kantor."
Keyla menyambar handuk kemudian mandi cepat-cepat.Setelah ia berganti pakaian ia turun secepat mungkin agar tidak telat.
"Sarapan dulu Key," teriak Lulu yang melihat anaknya berlari keluar.Keyla tak menjawab ia terburu-buru berangkat ke kantor.
"Selamat datang nona Keyla," sapa Bia dengan nada menyindir.
"Maaf bu bos gue datangnya telat," ucap Keyla dengan menunduk merasa tidak enak.
"Key,mata lo kenapa bisa sembab gitu? Semalaman elo habis nangis ya?" tanya Bia khawatir.
"Iya."
"Cerita sama gue!" Bia mengajak Keyla duduk.
"Bagis mutusin gue, huaaa," Keyla menangis tersedu-sedu.
"Tenangin diri lo ini kantor Inah," kelakar Bia.
"Maaf nyah,kelepasan," jawab Keyla tak kalah lucu.
"Kemaren gue lihat elo baik-baik saja sama dia ko tiba-tiba putus?" tanya Bia penasaran.
"Ini semua gara-gara mama," Keyla menuduh ibunya.
"Tante nggak ngerestui hubungan kalian iya?" pertanyaan Bia semakin membuat Keyla menangis.
"Gak papa nak cari yang lain oke."
"Bia....,"