My Beloved Partner

My Beloved Partner
181



Dewi tidak tahu bagaimana cara mengerjai Sandra lagi. Dia jadi frustasi karena semua rencananya gagal.


Sandra berjalan sendiri di koridor kampus. Dewi tiba-tiba menarik tangannya. "Mau apa?" Tantang Sandra. "Mau menyakiti aku lagi?" imbuhnya.


Plak


"Cewek sialan," umpat Dewi sambil menampar pipi Sandra.


"Sebenarnya kamu ada masalah apa denganku kenapa kamu selalu menyakiti aku?" Tanya Sandra tidak mengerti.


"Sudah ku bilang untuk menjauh dari Alex tapi kenapa kamu berani berangkat bareng sama dia?" Geram Dewi.


"Kamu nggak dengar kalau mobilku kecelakaan saat dikendarai Agung?" Sandra mencoba menjelaskan pada Dewi. Walaupun sebenarnya nggak masalah jika dirinya diantar oleh Alex karena mereka sepasang kekasih.


"Tahu, sangat tahu. Harusnya saat itu kau yang celaka," kata Dewi dengan senyum sinis.


Sandra masih mencerna omongan Dewi, tapi sesaat kemudian dia mengerti maksudnya. "Jadi kau yang membuat rem mobilku blong?" Tanya Sandra tapi Dewi enggan menjawab dia pergi begitu saja meninggalkan Sandra.


Sandra mengepalkan tangannya. "Apa aku lapor saja pada Alex? Tapi apa dia akan percaya pada omonganku, sedangkan aku tidak memiliki bukti yang kuat," batin Sandra sambil melihat kepergian Dewi.


Seusai kuliahnya selesai, Alex mengajak Sandra menjenguk Agung di rumah sakit.


"Kamu kenapa terlihat murung sayang?" Tanya Alex pada kekasihnya itu.


Sandra menggeleng. "Tidak ada apa-apa Ma," jawab Sandra berbohong.


Setelah itu mereka masuk ke ruangan Agung. "Hai bro, bagaimana dengan lukamu?" Tanya Alex ketika dia baru masuk.


"Sudah membaik," Jawab Agung.


"Maafkan aku San, mobilmu jadi rusak gara-gara aku," kata Agung sedikit menyesal.


"Tidak itu bukan salahmu Gung. Aku yang menyesal karena kau membawa mobilku, kau yang jadi celaka."


"Apa maksudmu sayang?" Tanya Alex.


"Ah tidak itu hanya asumsiku saja," elak Sandra. Padahal ia tahu kalau Dewi yang berusaha mencelakainya.


"Apa kau berpikir ada yang sengaja mencelakaimu?" Tanya Alex lebih lanjut.


"Maksudnya semua ini sudah direncanakan bos, tapi target sebenarnya adalah Sandra gitu?" Agung ikut bertanya karena penasaran.


"Aku juga berpikir demikian. Kau ingat penjahat yang menjadi driver gadungan itu?" Tanya Alex pada Sandra.


"Aku telah menanyainya kalau dia juga diperintah seseorang untuk mencelakaimu, tapi dia tidak mengaku siapa orang dibalik kejadian yang menimpamu waktu itu. Keluarga mereka terancam."


"Biadab, siapa yang ada di balik ini semua? Aku akan mematahkan tulangnya kalau aku tahu," geram Agung.


Sandra hanya terdiam.


...***...


Jaden tak tinggal diam setelah Alex melapor kalau kejadian yang menimpa Agung disebabkan ada orang yang tidak suka pada Sandra.


Alex diminta ayahnya ke kantor. Ia pun menurut. "Ada apa Pa?" Tanya Alex.


"Papa sudah menyuruh om Bagus menyelidiki kasus Agung ternyata remnya dibuat blong oleh seseorang, tapi kita belum tahu orang yang mengerjakan itu atas perintah siapa," kata Jaden.


"Apa ada buktinya?" Tanya Alex.


"Om Bagus telah memeriksa CCTV yang ada di minimarket saat Agung bertukar mobil dengan Sandra. Ada orang yang masuk ke mobil Sandra ketika Sandra sedang membeli sesuatu di minimarket tersebut." Terang Jaden panjang lebar.


"Jangan khawatir pah kejahatan pasti akan terungkap," kata Alex dengan yakin.


...***...


Sesampainya di rumah Sandra memikirkan omongan Dewi. "Sebenci itukah dia kepadaku sampai rela ingin menghabisi ku hanya untuk mendapatkan Alex?" Gumam Sandra di dalam kamarnya.


Tok tok tok


"Sayang bolehkah mama masuk?" Tanya Chloe.


Sandra membuka pintu kamarnya dengan langkah gontai. "Masuk ma!"


"Mama lihat kamu dari tadi tidak bersemangat, apa kamu memiliki masalah?"


"Tidak ma Sandra baik-baik saja," bohong Sandra.


"Iya Ma."


"Ya sudah kalau gitu kamu istirahat! Mama akan keluar."


Keesokan harinya Alex menjemput Sandra seperti biasa. "Lex, bagaimana kalau ada wanita yang mencintai kamu melebihi aku?"


Alex mengerutkan keningnya. "Kamu tanya apaan sih sayang?" Alex tidak mengerti pertanyaan Sandra.


"Aku hanya ingin tahu jika ada wanita lain yang mencintai kamu, apa kamu masih bisa bertahan sama aku?"


"Kalau aku tidak mencintainya kenapa harus membalas, aku sudah punya kamu dan aku tidak akan tertarik pada wanita lain," jawab Alex dengan tegas.


Tak lama kemudian mereka sampai di parkiran mobil di area kampusnya. Sandra kembali melihat Dewi mengamati dia dari jauh. Sandra semakin khawatir kalau Dewi akan berbuat yang aneh-aneh lagi.


...***...


Seusai kuliah Alex meminta Sandra untuk pulang naik taksi. "kamu kok nggak bilang Lex kalau ada urusan?" Protes Sandra yang kini sudah mencebik kesal.


"Maaf sayang papa mau minta aku datang ke kantor siang ini," kata Alex.


"Ya sudah kamu hati-hati."


"Iya kamu juga."


Sebenarnya Sandra sangat takut pulang sendirian tapi dia tidak mau memaksa kekasihnya itu mengantarkannya.


Setelah Alex pergi Sandra menunggu taksi di pinggir jalan. "San lo ngapain?" tanya Ciara yang berada dalam mobil ia menghentikan mobilnya di depan Sandra ketika melihat Sandra berada di pinggir jalan.


"Gue lagi nunggu taksi. Alex tidak bisa mengantar gue pulang," jawab Sandra.


"Bareng gue aja yuk gue anterin elo sampai rumah," seru Ciara. Sandra merasa lega karena dia bisa pulang bersama temannya setidaknya dia merasa aman.


Ketika di tengah perjalanan mobil Ciara dihadang oleh dua orang pemotor. Sandra dan Ciara sama-sama panik.


"Siapa mereka?" tanya Ciara pada Sandra.


"Aku juga tidak tahu," jawab Sandra.


Salah satu dari mereka mengetuk kaca mobil Ciara. "Jangan dibukain Ci berbahaya," larang Sandra.


"Apa kita terobos aja mereka tabrak mereka sekalian biar kita bisa kabur," usul Ciara.


"Memangnya bisa?" tanya Sandra tidak yakin.


"Kita coba saja," jawab Ciara dengan yakin.


Ciara mulai menggeber mobilnya memberikan kode agar mereka minggir. Tapi di luar dugaan salah satu diantaranya malah mengayunkan balok ke kaca depan mobil Ciara.


Sandra dan Tiara menutup wajahnya dengan tangan saat kaca itu pecah. Tiba-tiba Alex membawa sejumlah orang kalau kasih tersebut.


"Biadab, serang mereka!" perintah Alex pada orang-orangnya.


Sementara orang-orang yang menghadapi para penjahat itu Alex membuka pintu mobil Ciara.


"Sayang kamu baik-baik saja?" Tanya Alex yang cemas pada kondisi Sandra dan temannya.


Amar dan Andi juga menyusul ke lokasi setelah mendapatkan kabar dari Alex. Andi segera mengeluarkan suara dari mobil lalu memindahkan Ciara ke mobilnya.


"Lex biar gue yang bawa mereka ke rumah sakit," kata Andi.


Alex mengangguk setuju dia mengapa Sandra yang masih kuat berjalan. Beberapa bagian tubuh Sandra sempat terkena pecahan kaca mobil siaran termasuk bagian pipinya yang berdarah.


"Sayang pergilah ke rumah sakit Aku akan membereskan semua ini," kata Alex pada kekasihnya. Sandra hanya bisa menurut.


Anak buah Alex telah berhasil melumpuhkan keempat penjahat yang menghadang Sandra tadi.


Alex yang geram lalu menjambak rambut salah satu penjahat tersebut. "Katakan siapa yang menyuruhmu?"


...❤️❤️❤️...


😎 kira-kira penjahat itu ngaku nggak guys?


Votenya yang kenceng ya 🙏