My Beloved Partner

My Beloved Partner
147



"Hah apa lo bilang?" Sandra kaget ketika Ciara memberi tahu pertandingan basket antara Zidan dan Alex dikarenakan oleh dirinya.


"Iya, mereka lagi ngrebutin elo," kata Ciara sekali lagi. Sandra menutup mulutnya tak percaya.


"Udah gila ya mereka." Sandra berjalan cepat ke lapangan basket. Ketika ia akan memasuki lapangan Ciara menahannya. Elo mau kena lemparan bola itu," ancam Ciara.


Akhirnya Sandra ikut menonton. Tak lama kemudian Bella dan gengnya juga memasuki lapangan basket. "Alex," teriak Bella.


"Dasar ganjen," cibir Ciara.


"Apa lo lihat-lihat gue?" Tantang Bella. Ciara memalingkan mukanya.


Di lapangan basket Alex sedang mendribel bola. Zidan berniat merebut bola tersebut dari tangan Alex tapi Alex memutar badannya lalu menghindari Zidan. Ia pun bisa memasukkan bola ke gawang Zidan.


Zidan tidak tinggal diam. Ia menangkap bola dari bawah dan mendribel ke arah gawang Alex. Ia melompat lalu melempar bola dari jauh. Tak berhenti sampai situ Zidan menangkap bola di bawah ring lalu melemparnya berkali - kali hingga Alex kalah telak dengan Zidan.


"Yeee..." sorak anak-anak perempuan yang mendukung Zidan.


"Elo kalah," kata Zidan pada Alex. Ia tertawa mengejek Alex.


"Tunggu, gue emang kalah melawan elo tanding basket, sekarang giliran gue nantang elo balap motor." Alex tahu Zidan tidak bisa naik motor sejago Alex jadi ia pikir dia akan menang melawan Zidan.


"Cukup!" Teriak Sandra lalu mendekat ke arah Alex dan Zidan. Ia memandang keduanya bergantian. "Gue denger kalian taruhan gara-gara gue?" Selidik Sandra.


"GR," jawab Alex dan Zidan secara bersamaan. Sandra menghentakkan kakinya lalu pergi.


"San, tunggu gue," teriak Ciara.


"Ci, gue malu. Kata elo tadi mereka ngrebutin gue tapi pas gue tanya mereka bilang enggak, gue malu, tolong bawaain gue cangkul, gue pengen kubur diri gue saking malunya," rengek Sandra. Ciara malah terkekeh mendengarnya.


"Elo sih, harusnya elo diem aja lihat mereka dari jauh."


Ketika Alex memasuki kelas Sandra memalingkan mukanya. "Berasa sok artis banget diperebutin sama cowok," sindir Alex yang sengaja mengeraskan suaranya agar Sandra mendengar.


"Ci, bilangin ya sama cowok belagu itu, gue juga pantes diperebutin," kata Sandra.


...***...


Seusai bel pulang sekolah Sandra berdiri dan berjalan ke toilet sambil menggandeng Ciara. "Ci pinjam lipstik sama bedak lo!" Ciara hanya mengikuti perintah Sandra.


Gadis itu mulai memoles bedak ke wajahnya. Lalu ia memulas lipgloss ke bibirnya yang tebal. "Elo mau kemana dandan kek gini?" Tanya Ciara.


"Gue mau buktiin sama Alex kalau gue juga pantas diperebutin sama cowok, seenak jidatnya aja ngehina gue," kata Sandra berapi-api. Ciara menggelengkan kepalanya.


"Gila Sandra cantik banget, Bos." Agung menunjuk ke arah Sandra yang berjalan. Alex mengepalkan tangannya karena tidak suka jika banyak laki-laki yang memperhatikan Sandra.


Sandra tersenyum sambil berjalan. Aura kecantikannya sungguh terpancar jelas. Banyak siswa yang mulutnya menganga saat melihat wajah cantik Sandra yang kelihatan natural dengan make up tipis yang ia pakai. Apalagi rambutnya yang indah terurai dengan sempurna semakin menambah kecantikan wajahnya.


Alex berjalan cepat ke arah Sandra. Ia menarik tangan Sandra hingga Sandra terjatuh ke pelukan Alex. Alex mengulas senyumnya. Melihat adegan pelukan itu, Andi dan Amar saling berpelukan.


"Kamu mau jadi cewek penggoda?" Cibir Alex.


"Kalau iya kenapa? Kamu nggak suka?" Tantang Sandra.


"Enggak," jawab Alex dengan jujur. Lalu ia menarik tangan Sandra dan membawanya ke area parkir.


"Kamu maunya apa sih Lex? Katanya tadi nggak ngrebutin gue kok elo nggak suka lihat gue TP-TP sama anak-anak di sekolah?"


Jari telunjuk Alex menutup mulut Sandra agar berhenti bicara. " Diam atau gue cium nih," ancamnya pada Sandra.


Lalu Alex menyalakan mesin mobilnya dan memajukan mobil dengan kecepatan tinggi. "Lex lo mau bunuh gue," teriak Sandra ketakutan. Tapi Alex tak mengindahkan omongannya.


Tak lama kemudian mereka berhenti di sebuah kafe. "Mau apa ke sini siang-siang gini?" Tanya Sandra dengan nada ketus.


"Masuk yuk," ajak Alex dengan nada lembut. Sandra tidak mengerti tiba-tiba saja Alex berubah padahal tadi ia terlihat marah.


Sandra pun menurut. Ia masuk ke sebuah kafe milik teman ibunya.


Alex mengajak Sandra duduk di kursi yang kosong. Lalu Alex memesan es krim jumbo untuk Sandra. Mata Sandra berbinar melihat es krim yang dihidangkan di depannya. "itu sebagai permintaan maaf gue ke elo," kata Alex dengan nada datar.


Sandra tak menjawab ia langsung menyendok es krim itu tanpa perintah Alex. "Emm lembut, enak banget, makasih Lex," kata Sandra dengan tulus. Alex mengulas senyum sejuta wattnya.


Sandra makan es krim dengan lahap seperti orang kelaparan. Alex melihat di sudut bibirnya terlihat sisa es krim. Refleks Alex mengusap mulut Sandra dengan ibu jarinya.


Deg


Sandra mematung. Jantungnya berdebar ketika tangan Alex menyentuh wajahnya. Wajah Sandra berubah merah karena malu. Alex menatap ke dalam mata Sandra.


"I Love You."


...❤️❤️❤️...


Ah Bang Alex emang paling bisa bikin othor klepek-klepek, setuju? komen yang banyak netizen yuk masuk!