My Beloved Partner

My Beloved Partner
86



"Boleh aku gabung," suara berat itu membuat Dani dan Bia menoleh.


"Kak Jaden," Bia menyambut suaminya dengan mencium pipi Jaden sekilas di depan Dani.


Dani mengepalkan tangannya menahan marah.Ia juga mengeraskan rahangnya melihat wanita yang disukai mencium laki-laki lain meskipun itu suaminya sendiri.


"Aku senang kakak dateng," ucap Bia sambil tersenyum riang pada suaminya.Sudah pasti itu dilakukannya untuk membuat Dani marah dan segera pulang.


Ehem


Dani berdehem untuk memberi tahu keberadaannya."Maaf,kami melupakanmu,"ucap Jaden pura-pura todak enak.


"Asshiit," tiba-tiba Dani mengumpat karena badannya basah ketumpahan jus.


"Maaf tuan, saya tidak sengaja kaki saya tersandung," ucap pelayan kafe Lulu setelah menumpahkan jus ke badan Dani.


Dani keluar tanpa permisi.Ia tak peduli karena badannya sudah bau sehingga ia harus mengganti pakaiannya.


Jaden dan Bia tertawa melihat kepergian Dani.Keyla mendekat ke arah Bia dan suaminya."Tuh orang baliknya ko cepet Bi?" tanya Keyla yang bingung.


"Ketumpahan jus," jawab Bia singkat.


"Kerjaan lo ya Key?" tanya Bia curiga.


"Enggak, beneran," Keyla menggoyangkan kedua tangannya cepat seolah menolak tuduhan Bia.


"Maaf non itu murni kesalahan saya," pelayan yang selesai membersihkan tumpahan jus itu mengaku.


"Kamu tidak perlu minta maaf,saya akan bayar kamu karena kamu membantu saya malam ini," kata Bia lalu menengadahkan tangannyake arah Sang Suami.Jaden mengerutkan keningnya.Lalu sesaat ia mengerti maksud Bia.


"Makasih kak,aku gak bawa uang cash," ucapnya sambil nyengir kuda pada suaminya.Jaden hanya menggelengkan kepalanya.


Bia memberikan tiga lembar uang lembaran merah pada pelayan itu."Terima kasih banyak kak," katanya seraya mengambil uang dari tangan Bia.


"Eh ada apa ini?" Lulu mendekat.


"Tante,"Bia menyalami tangan Lulu.


"Gak ada apa-apa ma," jawab Keyla.


"Maaf tante kami sangat sibuk, oh ya tante dapat salam dari mama,suruh main ke rumah katanya," bohong Bia sekedar basa-basi.Tapi hal itu membuat Lulu merasa senang karena sudah lama tak menemui sahabatnya itu.


"Salam balik ya buat mama kamu," balas Lulu sambil memberikan senyuman pada Bia.


"Ya sudah kalian lanjutin ngobrolnya," sambung Lulu.


"Kayaknya kita mau pamit aja tante," sahut Jaden seraya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Kok buru-buru kak?" tanya Keyla sedikit kecewa.


"Hallo," Bagus yang baru datang menyapa semua orang yang sedang berdiri.


"Wuih ngapel nih," ledek Bia.


"Apaan sih," Keyla tampak malu-malu.Lulu menatap intens ke putrinya."Jadi ada personil baru nih ceritanya?" tanya Lulu.


"Tante kita pulang ya," pamit Bia.Tak lupa ia menyalami tangan Lulu sebelum pergi."Kalian lanjutin aja malam minggunya.Gue kasih bocoran ya Gus,Keyla dulu ngefans sama cowok yang pinter main gitar," bisik Bia ke samping Bagus.


Jaden yang tak terima Bia mendekati laki-laki lain menariknya paksa dan menyeretnya pulang.Bia malah terkekeh.


"Kakak jangan kenceng-kenceng dong nariknya tangan aku kan sakit," keluh Bia.Jaden lalu melepas tangannya.


"Kamu itu kalau gak ditarik nanti kelepasan," Jaden mencubit hidung mancung milik Bia.


"Kak Jaden cemburu ya?" ledek Bia.


"Cemburulah sayang, masak gak cemburu," jawaban Jaden membuat wajah Bia merona.


"Cemburu tanda cinta," ucapnya lalu mencium bibir suaminya singkat.


Jaden terkejut mendapat serangan tiba-tiba dari iatrinya.Lalu ia kembali mencium Bia.Perlahan ia menempelkan bibirnya lalu menciumnya dengan lembut.Lama-kelamaan ciuman itu semakin menuntut.Panas dan...


Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu mobil mereka.Bia dan Jaden menghentikan ciuman mereka.