My Beloved Partner

My Beloved Partner
143



Sandra membelalakkan mata ketika Alex menciumnya. Tangannya mendorong tubuh Alex. Lalu gadis itu menampar pipi Alex setelah ia berhasil melepas pagutannya. "Rese," Sandra berbalik dan berlari menjauhi Alex.


"Gila lo Bos," kata Andi sambil menggelengkan kepalanya.


"Gimana rasanya, Bos?" Tanya Agung antusias mendengar jawaban dari sahabatnya itu.


"Manis," jawab Alex sambil mengusap bibirnya.


Dari kejauhan Zidan mengamati apa yang dilakukan Alex pada Sandra. "Dasar pembohong," ucapnya ketika mengetahui Sandra bukanlah pacar Alex.


Ketika di dalam kelas, Sandra menggebrak mejanya. "Breng*sek si Alex," umpat Sandra sambil mengacak-acak rambutnya.


"Ya ampun gue nggak nyangka Alex seberani itu," kata Ciara yang malah mengagumi keberanian Alex mencium Sandra di depan teman-temannya.


"Gue malu, Ci," kata Sandra sambil menyembunyikan mukanya di antara siku tangannya.


"Lo beruntung Sand dicium sama cowok most wanted sekolah ini," kata Sandra.


Saat Bella mendengar Alex telah mencium Sandra, darahnya seakan mendidih. Ia pun berdiri dan berjalan ke meja Sandra.


"Dasar cewek murahan lo," umpatnya pada Sandra.


"Apaan lo tiba-tiba dateng terus ngatain gue?" Sandra tidak mau kalah.


"Gue nggak nyangka elo main sosor sama Alex, apa itu namanya kalau bukan cewek murahan," tantang Bella.


Plak


Sandra menampar pipi Bella. Bella memegangi pipinya yang terasa panas. "Punya mulut nggak usah asal mangap," sarkas Sandra yang merasa harga dirinya diinjak-injak oleh Bella.


Bella kemudian menjambak rambut Sandra. Sandra memegang tangan Bella agar ia melepas tangannya. Tapi Bella tidak mau mengalah akhirnya terjadilah jambak-menjambak di antara keduanya.


"Ada apa ini?" Tanya Pak Banu yang melihat keduanya bertengkar. Ia melerai pertengkaran antara Bella dan Sandra.


"Dia yang mulai, Pak." Bella melimpahkan kesalahan pada Sandra.


"Bukan, Pak. Dia yang menghina saya dan menjambak rambut saya lebih dulu," Sandra membela diri.


Ketika Alex dan ketiga temannya masuk, mereka kaget saat melihat Sandra dan Bella bertengkar.


"Kalian ikut saya ke kantor, kita selesaikan di sana," kata Pak Banu.


Sandra melewati Alex tapi gadis memicingkan mata lalu membuang mukanya. Ia berjalan mengikuti Pak Banu ke ruang BP bersama Bella.


"Ada apa sih, Ci?" Tanya Agung.


"Sandra dihina sama Bella, terus Sandra nampar Bella, nah Bella nggak terima jadi ia menjambak rambut Sandra," terang Ciara panjang lebar.


"Wah, kayaknya rebutan cowok nih?" Sindir Amar.


"Untung gue nggak ganteng, jadi gue aman," timpal Andi.


"Elo mah emang nggak suka sama cewek," ledek Agung diiringi tawa mengejek.


"Rese lo," balas Andi sambil memukul kepala Agung dengan buku yang digulung.


"Diem lo pada," bentak Alex.


Tak ada yang menjawab. "Kalian punya mulut tidak?" Bentak Pak Banu sambil menggebrak meja. Bella dan Sandra makin menciut.


"Minta maaf," kata Pak Banu. Sandra mengulurkan tangan terlebih dulu. Ia merasa salah karena telah menampar Bella.


Bella tak mau membalas uluran tangan Sandra. Tapi Sandra memaksa agar Bella memaafkannya dengan menarik tangan Bella.


"Jangan diulangi lagi, sekarang kalian kembali ke kelas!" Perintah Pak Banu.


"Ah, tunggu. Aku lupa memberi hukuman pada kalian." Bella dan Sandra menghentikan langkahnya.


"Bersihkan toilet siswa perempuan."


"Yah, jangan dong Pak. Kan bau," protes Bella.


"Sudah cepat lakukan atau mau aku tambahi hukuman kalian?" Keduanya cepat-cepat berlari ke luar ruangan tersebut.


"Ini semua gara-gara elo." Bella kembali membuat onar.


"Sudahlah cepat selesaikan hukuman dari Pak Banu, aku tidak tahan dengan bau di sini," Sandra memilih menjawab omongan Bella dengan kepala dingin.


Tiba-tiba Bella memiliki ide untuk mengerjai Sandra. Ia sengaja menyiram air ke baju Sandra sehingga membuat bajunya basah kuyup.


"Rese lo," Sandra tak mau meladeni Bella. Ia memilih untuk membersihkan bajunya yang basah di kamar mandi.


Bella menggunakan kesempatan itu untuk mengunci kamar mandi yang digunakan Sandra. Setelah itu Bella meninggalkan Sandra sendirian di toilet itu.


Ketika Sandra selesai membersihkan bajunya, ia tidak bisa membuka pintu kamar mandi uang ia gunakan. "Kenapa nih? Bella bukain pintunya," teriak Sandra dari dalam.


Sandra masih mencoba membuka pintu itu tapi usahanya sia-sia. Ia mulai terisak.


...***...


"Sandra kok belum balik ya?" Gumam Ciara yang khawatir. Sampai bel pulang dia belum melihat Sandra padahal Bella sudah kembali ke kelasnya sejak tadi.


"Bel, mana Sandra?" Tanya Ciara pada gadis berambut pirang itu karena rambutnya disemir.


"Mana gue tahu, kabur kali," jawab Bella asal lalu sengaja menyenggol bahu Ciara ketika ia berjalan keluar.


Ciara merasa gemas. Ingin sekali ia menonjok wajah Bella yang penuh dengan dempul di wajahnya.


"Lex, kita cari Sandra yuk, perasaan gue nggak enak nih," pinta Ciara pada Alex. Alex mengangguk.


Lalu Alex bertanya pada Pak Banu karena terakhir kali guru itulah yang berinteraksi dengan Sandra.


"Tadi bapak meminta Bella sama Sandra buat bersihin toilet, harusnya mereka sudah selesai," jawab Pak Banu.


Alex pun berinisiatif untuk mencari di toilet wanita. Ia membuka satu per satu pintu kamar mandi. Lalu ketika menemukan satu pintu yang sulit dibuka ia mendobraknya.


Semua orang terkejut ketika melihat baju Sandra basah kuyup. Ciara sampai menutup mulutnya karena tak percaya temannya mendapat perlakuan seperti itu. Sandra terduduk sambil menangis. Alex segera membuka jaketnya lalu menyelimutkan ke tubuh Sandra. Ia mengangkat tubuh Sandra agar berdiri.


"Gue anter lo pulang," ajak Alex.


...🌼🌼🌼...


🤔Enaknya diapain tu si Bella ya guys? Kalian suka nggak sama ceritanya Bang Alex yang nolongin Sandra? Yuk komen yang banyak!