
Bagus tertawa saat melihat rambut Keyla yang berantakan akibat ulahnya.Ia pun menarik tangan dan mencongdongkan badannya ke arah Keyla.
"Gue cuma mau benerin jepit rambut lo yang berantakan," kata bagus.
Keyla menyangka Bagus akan menciumnya."Padahal gue udah siap kalau dicium," gerutunya membuat Bagus menyentil keningnya.
"Jangan harap, udah turun lo," sentak Bagus.
"Cih bikin baper aja sih, suka banget pehapein cewek," gerutu Keyla sambil membanting pintu.
Setelah itu ia akan memasuki ruangan Bia tapi ia malah berpapasan dengan Bia dan Dani.
"Emm maaf," ucap Keyla tak enak.Bia hanya mencibir asistennya.
Setelah Dani pergi, Bia menarik tangan Keyla agar masuk ke dalam ruangannya."Elo beli kopinya di planet Mars?" kesal Bia pada Keyla.
"Sorry Bi tadi ada insiden kecil," Keyla merapatkan ujung ibu jari dan telunjuknya.
"Apaan?"
"Gak usah dibahas kalau ingat bikin kesel tahu gak," Keyla kesal mengingat perubahan sikap Bagus yang dikiranya memberi perhatian tahunya malah ngerjain.
Sementara itu Bagus senyum-senyum sambil berjalan menuju ke ruangan Jaden. "Ini pak pesanannya,"Bagus meletakkan kopi pesanannya di atas meja Jaden.
"Wajah kamu tampaknya ceria sekali Gus," ucap Jaden seraya menyeruput kopi pesanannya.
"Ah tidak pak, mungkin perasaan bapak saja," elak Bagus.
"Kenapa ya menggoda Keyla rasanya menyenangkan sekali," batin Bagus sambil tersenyum mengingat wajah Keyla yang menggemaskan itu.
Tapi kejadian menyebalkan yang dialami Keyla saat diantar pulang oleh Bagus malah membuatnya tidak bisa tidur malam ini.Ia pun mengambil ponselnya dan berniat menghubungi Bagus.
Keyla pun menekan kontak Bagus di layar ponselnya. Tapi hanya sebentar dan kemudian ia yang memutus sambungan itu sendiri.
"Ih iseng banget sih gue dikira entar gue yang ngejar-ngejar dia kali," rutuk Keyla pada dirinya sediri.
Laki-laki itu menelpon Keyla tapi Keyla ragu untuk mengangkatnya akhirnya ia menekan tombol merah di layar ponselnya.
"Ni cewek kenapa sih tadi nelpon giliran ditelpon balik malah diriject, dasar gak jelas," gerutu Bagus.
"Sorry tadi kepencet," sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Bagus.
"Sengaja banget, keliatan bohongnya," balas Bagus.
"Hih rese," Keyla membanting hape miliknya karena kesal.
Malam pun berlalu keesokan harinya Bia menyuruh Keyla mampir ke kantor suaminya.
"Kenapa mesti gue si Bi yang nganter berkas ini ke suami elo, kenapa enggak elo aja?" protes Keyla pada sahabat sekaligus asistennya itu.
"Elo udah gak butuh duit lagi Key?" ledek Bia.
"Butuh,butuh ko," jawab Keyla gugup. Kemudian gadis itupun segera menuju ke hotel J&B.
Saat Keyla baru turun dari mobil Keyla berpapasan dengan Bagus. Tapi gadis itu menyembunyikan wajahnya di belakang map yang ia pegang.
Bagus tak sengaja mengarahkan pandangannya ke arah wanita yang berjalan dengan mengendap-endap itu. Lalu setelah ia selesai mengantarkan kliennya sampai masuk ke dalam mobil,ia menyusul wanita itu.
Keyla yang merasa dirinya sudah aman kemudian menurunkan mapnya ketika akan masuk ke dalam lift.
"Kamu maling ya?" suara berat itu membuat Keyla menoleh.Gadis itu membelalakkan matanya tak terima disebut maling.
"Sembarangan kalau ngomong," protes Keyla seraya mencebik kesal.
"Habis kamu jalannya mengendap-endap gitu, takut ketahuan nyuri ya,"ledek Bagus diiringi tawa mengejek. Entah kenapa ada kesenangan tersendiri saat dirinya menggoda Keyla.
"Bagus....," teriak Keyla sambil melayangkan tangannya ke arah Bagus tapi Bagus menangkapnya.
"Kamu udah nyuri hatiku,"ucap Bagus seraya berbisik ke telinga Keyla.