My Beloved Partner

My Beloved Partner
93



"Mulai sekarang kamu berhenti kerja aja sayang!" Ucap Jaden pada istrinya.


"Kenapa begitu?" Tanya Bia tidak mengerti.


"Kau tidak ingat kata-kata Dokter tadi dia menyuruhmu untuk beristirahat,"


"Tapi aku cuma hamil bukan sakit, apa salahnya bekerja?"


"Baiklah kamu boleh bekerja asalkan dikerjakan di rumah saja!"tegas Jaden.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan perusahaan, aku akan mengambil alih kepemimpinan di sana," ucapnya untuk meyakinkan sang istri.


"Baiklah paduka hamba mengerti,"kelakar Bia diiringi dengan tawa.


"Aku lapar aku ingin makan nasi goreng,"ucapnya dengan manja.


"Baiklah akan aku pesankan melalui delivery," jawab Jaden.


Bia menggeleng,"aku maunya buatan kamu."ucapan Bia sukses membuat Jaden menganga."Aku tidak bisa memasak sayang."


"Nggak mau tahu pokoknya aku maunya makan kalau kamu yang masak,"ucap Bia sambil mengerucutkan bibirnya.


"Oke baiklah akan aku coba,"Jaden terpaksa menuruti kemauan istrinya yang sedang hamil itu. Bia bersorak kegirangan.


Setelah itu Jaden mengambil bahan-bahan yang akan dia masak. Tapi laki-laki itu tidak tahu dari mana cara memulai masak. Namun Jaden tidak kehilangan akal ia membuka handphone kemudian membuka channel memasak.


Sungguh Ini pertama kalinya dia menginjakkan dapur. Jaden melakukan sesuai urutan memasak yang ada di handphonenya. Lucunya saat bagian memasukkan garam dia malah memasukkan gula karena dia tidak tahu mana garam ataupun gula.


"Akhirnya selesai juga,"ucapkan dengan nafas lega seolah melewati peperangan tapi dilakukannya di dapur.


Jaden menata nasi goreng yang ia buat dengan cantik dengan menambahkan potongan ketimun dan tomat.Kemudian membawa nasi buatannya tersebut kepada istrinya.


"Tara nasi goreng buatan chef Jaden sudah matang,"ucap Jaden dengan antusias.


Senyum sudah pasti mengembang di wajah cantik biar saat melihat suaminya membawakan nasi goreng yang ia inginkan. Tapi wajahnya berubah menjadi sendu saat melihat suaminya berantakan.


"Terima kasih,"kata-kata sederhana yang terucap dari mulut dia itu membuat hati jadi menghangat.


"Everything for you my dear,"jawabnya.


"Aku coba ya,"Bia mulai menyendok nasi goreng itu dan memasukkannya ke dalam mulut.


"Bagaimana rasanya?"Jaden menunggu jawaban Bia."Enak,"satu kata yang membuat Jaden begitu senang.


Kemudian laki-laki itu ingin merasakan nasi goreng buatannya sendiri. Ia mulai memasukkan nasi goreng yang ia sendok ke dalam mulutnya. Sesaat kemudian ia melepehnya.


"Nggak enak kenapa jadi manis begini?" Ucap Jaden dengan ekspresi wajah yang random.Bia hanya bisa tertawa melihat tingkah suaminya itu.


"Enak tahu,"kata istrinya lagi.


"Maafkan aku sayang aku tidak bisa memasak yang enak untukmu," seru Jaden dengan sedikit rasa penyesalan.


"No,terima kasih sayang sudah membuatkan nasi goreng yang enak untuk kami," ucap Berlian sambil mengelus perutnya yang masih datar.


"Lebih baik sekarang bersihkan badan dulu kemudian istirahat.Aku akan membereskan sisanya,"Jaden melarang istrinya bangun.


"Biar asisten rumah tangga saja yang melakukannya,"Bia mengangguk patuh.


Saat Jaden memasuki kamar Bia sempat memfoto hasil karya suaminya itu kemudian diunggahnya dalam status media sosialnya.


Nasi goreng buatan suami tercinta


Tak lama kemudian banyak pesan yang masuk ke dalam handphone Berlian. Ia sudah tahu akan seperti ini. Namun dia membiarkan begitu saja pesan yang masuk ke hp-nya.


"Bodo amat biar kalian penasaran,"gumam Bia sambil terkekeh.


"Sayang,"teriak Jaden dari dalam kamar."Yes sir,I'm coming,"sahut Bia.


Wanita itu pun segera menyusul ke dalam kamar.