My Beloved Partner

My Beloved Partner
144



"Sorry jaket lo basah," kata Sandra ketika di dalam mobil.


"It's oke nggak papa, gue masih punya banyak," kata alex.


"Sorry tadi gue nyium lo," kata Alex sedikit merasa bersalah.


"Gue harap elo nggak ngelakuin hal bodoh kaya tadi," kata Sandra mencoba memaafkan Alex.


Alex pun mengantar Sandra pulang. "Eh ini bukan jalan ke rumah gue deh," kata Sandra ketika melihat ke sekeliling jalan yang ia lewati.


Alex tak menjawab. Ia menepikan mobilnya di sebuah toko baju. Sandra mengerutkan keningnya ketika Alex memintanya turun.


Sandra bingung kenapa Alex membawanya ke tempat itu. "Ngapain sih ke sini?" Tanya Sandra.


"Beli baju buat elo," jawab Alex dengan santainya.


"Nggak usahlah gue nggak bawa uang lebih," tolak Sandra.


"Gue yang bayar," jawab Alex sambil tersenyum pada Sandra.


Sandra hanya diam, Alex membelikan sebuah kaos rajut model kekinian dan sebuah skirt panjang selutut.


"Gue nggak mau pakai itu, ganti aja sama yang lain," Sandra menolak memakai rok pendek itu.


Akhirnya ia memilih celana jins untuk ia kenakan. Setelah itu Sandra berganti baju.


"Cantik," ucap Alex tanpa sadar. Alex terpesona ketika Sandra keluar dari ruang ganti.


Wajah Sandra berubah merah ketika mendengar ucapan Alex. "Dih, ilernya," ledek Sandra sambil terkekeh.


Alex menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba merasa gatal. Setelah itu ia membayar tagihan baju Sandra.


"Makasih banyak Lex udah banyak bantu gue hari ini," ucap Sandra.


"Ini semua nggak gratis," Ucapan Alex membuat Sandra berubah pikiran. "Cih, gue kira elo baik tapi ternyata ada udang dibalik bakwan, ya udah gue ganti duit lo ntar," jawab Sandra yang kesal.


"Becanda, gitu aja sewot. Baperan amat si lo." Alex mencolek dagu Sandra.


Alex dan Sandra masuk ke dalam mobil. Kali ini Alex benar-benar mengantar Sandra pulang ke rumahnya. Tapi Alex hanya mengantar sampai di depan rumah.


"Jaket lo besok gue balikin ya kalau udah selesai gue cuci," kata Sandra. Alex mengangguk. Lalu ia pamit pulang.


Sandra masuk ke dalam rumahnya. Ada perasaan was-was tiap kali ia pulang telat. "Sandra," panggil Chloe, sang mama.


Sandra menoleh ke arah ibunya. "Kamu dari mana?" Tanya Chloe.


Sandra menggigit bibir bawahnya. "Pulang sekolah malah kelayapan, kamu dianter pulang sama cowok itu lagi?" cecar Chloe.


Sandra mengangguk. Sandra mengira mamanya akan mengomel setelah Sandra jujur tapi ternyata ia salah. Chloe pergi meninggalkan Sandra. Sandra jadi bernafas lega ia yang sedari tadi menahan napas jadi bisa kembali menghirup udara dengan nyaman.


...***...


"Abang akhir-akhir ini pulang sore Zidan, kamu masih mau nunggu dia?" tanya Bia pada keponakannya itu.


Tak lama kemudian Alex tiba di rumahnya. "Eh, panjang umur Bang. Baru aja diomongin, ada Zidan tuh," tunjuk Bia.


"Ada apa?" tanya Alex sinis.


"Gue habis jemput Kristal tadi dia nelepon gue katanya elo nggak bisa jemput dia hari ini," jawab Zidan.


"Iya, gue nganterin Sandra," jawab Alex terang-terangan. Ia tidak suka pada sikap Zidan di sekolah tadi.


"Dia beneran pacar lo?" tanya Zidan memastikan status Alex dan Sandra.


"Lo nggak percaya kalau dia pacar gue?" Alex tersenyum.


"Buktinya pa? Dasar pembohong, gue lihat pas elo ditolak Sandra tadi pagi," kata Zidan.


"Mau lo apa?" Tantang Alex.


"Gue tertarik sama Sandra, selama ini tidak ada cewek yang nyuekin gue, gue penasaran sama dia," kata Zidan.


Alex mencengkeram kerah Zidan, "Jangan macam-macam sama dia," Alex memperingatkan Zidan.


"Alex kamu apa-apaan nak, kenapa mencengkeram kerah Zidan?" Tanya Bia yang terkejut saat melihat keduanya berselisih.


"Pulang lo!" Usir Alex. Setelah itu dia meninggalkan Zidan. Bia menggelengkan kepalanya saat melihat Alex yang kesal.


"Maafin Alex ya Zidan, lebih baik kamu pulang sekarang takut mama kamu khawatir nanti. Oh iya terima kasih sudah jemput Kristal," kata Bia yang merasa tidak enak.


Alex membuang tasnya ke sembarangan arah. "Breng*sek si Zidan," umpat Alex yang kesal.


"Gue nggak bisa biarin dia merebut Sandra dari gue," gumam Alex.


...***...


Zidan pulang ke rumahnya. "Tumben pulang terlambat sayang?" Tanya Raina pada putra bungsunya.


"Zidan habis dimintai tolong sama kristal buat jemput dia Bun," jawab Zidan dengan jujur.


"Tumben nak?"


"Iya, Alex tadi nggak bisa jemput dia karena habis nganterin temannya."


"Owh, tante Bia apa kabar? Tadi kamu ketemu dia kan?" Tanya Raina yang sudah lama tidak bertemu.


"Baik, Ma. Tante titip salam buat mama," kata Zidan.


"Kamu mandi dulu nak, terus makan."


"Zidan naik ke atas dulu ya Bun," pamitnya


Sesampainya di kamar, Zidan malah merebahkan badannya di atas kasurnya yang lebar. "Sandra, kamu cewek yang menarik." ucapnya sesaat setelah mengingat wajah cantik gadis itu.