
Dani yang baru saja pulang kerja melihat beberapa orang mengganggu seorang wanita.Ia pun menepikan mobilnya.Dani kembali memperhatiakn wanita itu dari dekat."Oh no itu Ruby," batinnya.
Kemudian ia memutuskan untuk turun dan membantunya."Lepaskan wanita itu!" Bentak Dani.
"Heh memangnya kau siapa berani sekali memerintah kami," tanya salah seorang preman itu dengan nada bicara yang ditinggikan.
"Aku suaminya," bohong Dani.Ruby mendelik ke arahnya."Cih, istri dari Hongkong, beraninya dia mengaku-ngaku suamiku," gerutu Ruby dalam hati yang tidak terima.
Dani mengulas senyum saat melihat ekspresi wajah Ruby.
"Aku hitung sampai tiga kalau kalian tidak juga melepaskan istriku kalian akan terima akibatnya," ancam Dani.Kali ini dia tidak main-main dengan ucapannya.
"Satu,dua..."
"Banyak cing cong hajar dia!" perintah salah seorang dari mereka.
Dani pun menghajar mereka sampai babak belur.Mereka berlari ketakutan lalu pergi meninggalkan Dani dan Ruby di sana.
"Terima kasih," ucap Ruby pada Dani karena laki-laki itu telah menolongnya.
Dani menyunggingkan senyumnya."Hanya itu caramu berterima kasih?" tanya Dani perkataan Dani tentu saja membuat Ruby berpikir macam-macam.
Tak lama kemudian seseorang berpakaian seragam bengkel datang dan menyapa keduanya.
"Maaf saya orang yang diutus oleh tuan Julian,mana mobil yang harus saya perbaiki?" tanya orang tersebut.
"Julian siapa dia?" tanya Dani dalam hati.
Setelah itu Dani mengajak Ruby untuk masuk ke dalam mobilnya.Namun sebelum itu ia berpesan pada tukang bengkel itu agar membawa pulang mobil Ruby setelah selesai memperbaikinya.
"Anda ingin mengajak saya kemana?" tanya Ruby yang curiga Dani akan berbuat macam-macam dengannya.Dani hanya membalas pertanyaan Ruby dengan senyuman tipis di wajahnya.
"Dasar kucing garong awas aja kalau dia macam-macam," umpat Ruby dalam hati.
Lalu mobil Dani berhenti di sebuah toko baju."Kenapa saya diajak ke sini?" tanya Ruby tidak mengerti.
"Pakaian kamu itu mengundang bahaya bisa tidak kamu berpakaian yang lebih panjang dari itu?" tegur Dani.Ruby menunduk malu.
Mereka pun masuk ke dalam toko itu."Saya masih punya koleksi banyak baju pak jadi saya tidak perlu semua ini," tolak Ruby.
Dani mengulas senyumnya."Jangan khawatir saya yang akan membayar semua baju yang kamu pilih," ucapan Dani membuat Ruby bertanya-tanya dalam hati.
"Cowok ini royal juga,ah apa dia hanya ingin mendapatkan perhatianku?" batin Ruby dengan banyak pertanyaan.
"Apa kau lupa kau baru saja berhutang budi padaku," kata Dani mengingatkan.
Ruby memutar bola matanya jengah."Baiklah akan ku turuti maumu," batin Ruby dengan seringai licik di wajahnya.Ruby pun memilih beberapa stel baju mahal lalu membawanya ke kasir.
"Totalnya sepuluh juta pak," kata kasir tersebut saat menyebutkan jumlah yang harus dibayar.
Dani memjamkan matanya sejenak."Sial dia mengerjaiku, baik aku akan membalasmu nanti lihat saja siapa ang akan menang."
Setelah itu Dani mengantarkan Ruby sampai ke rumah rupanya mobil Ruby sudah ada di depan rumahnya.Ia sedikit lega karena sempat khawatir dengan mobilnya itu.
"Terima kasih banyak pak anda banyak membantu saya hari ini,oh iya terima kasih sudah membayar belanjaan saya."
"Iya nona tapi itu semua tidak gratis zaman sekarang semua harus ada imbalannya," kata Dani.
Ruby mengerutkan keningnya."Sudah kuduga dia menjebakku,sialan hari ini benar-benar hari sialku," gerutu Ruby dalam hatinya.
"Kalau begitu saya permisi," pamitDani.
"Pergi sono," gumam Ruby yang kesal.
Wanita itupun masuk ke dalam rumahnya.Ia melempar barang belanjaannya sembarangan."Sial,sial sial benci banget sama cowok, gara-gara Julian nih gue jadi terjebak sama Dani si kucing garong itu," geram Ruby mengingat seluruh kejadian hari ini.
...***...
Sementara itu Jaden pulang ke rumahnya dengan gembira karena Julian berhasil menjebak Dani dengan rencananya.
"Kak Jaden seneng banget kayaknya ada apaan sih?" tanya Bia penasaran.
"Kakak menang tender apa gimana sih cerita dong sama aku?" tanyanya lagi.Bia tidak sabar mendengar jawaban suaminya.
Jaden menggeleng."No, kakak senang karena kakak udah berhasil menyingkirkan hama," kata-kata Jaden membuat istrinya bingung.
"Udah gak usa dipikirin, gimana kamu hari ini,dia nakal tidak?" tanya Jaden sambil mengelus perut Bia yang mulai membesar.
"Gak nakal ko," Bia menjawab dengan suara yang dibuat-buat seperti anak kecil.
"Udah lama nih gak papa tengokin, adik mau ditengokin nggak smaa papap?" kata Jadensambil mnegrlingkan mata ke arah istrinya.
"Ihk dasar mesum," sungut Bia namun setelah itu ia terkekeh.
"Ayo katanya mau negokin," ajak Bia ke dalam kamar.Jaden tersenyum lebar karena mendapatkan undangan ke surga dunia dari istrinya.Setelah itiu mereka pun memulai ritual malam panas mereka.