
Chloe memberanikan diri untuk menemui mantan suaminya. Vero kaget ketika Chloe tiba-tiba berada di rumahnya.
"Apa kabar?" Kalimat pertama yang keluar dari mulut Chloe setelah sekian lama mereka tidak berbincang.
"Seperti yang kau lihat," jawab Vero.
Chloe tersenyum. "Aku ke sini bukan tanpa alasan. Aku ingin memberitahumu kalau Sandra akan menikah besok," kata Chloe. Tentu saja itu sangat mengejutkan Vero.
"Apa dia melakukan sesuatu yang salah, kenapa pernikahannya terkesan mendadak?" Cecar Vero.
"Datang saja besok ke pernikahannya, jangan sampai telat, atau kau bisa mulai berangkat hari ini agar besok tidak telat menjadi wali nikahnya," kata Chloe dengan ekspresi datar.
...***...
"Kak aku baru dihubungi sama mama kalau kita ke butik langganan mama aja, katanya dia udah pesen kebaya buat kita dari desainer langganannya," Kristal mengabarkan pada Nabil dan Ciara.
"Dugh tante kaya persiapan lama," kata Ciara.
Lalu Ciara membawa Nabil dan Kristal ke alamt yang ditunjukkan Kristal.
"Apa nggak salah nih?" Tanya Nabil. Ia merasa kecil karena bukan berasal dari kalangan elite seperti Alex dan keluarganya.
"Uang gue mana cukup buat bayar kebaya di sini?" Imbuhnya lagi.
"Tenang aja kak Kristal yang bayar," Kristal menunjukkan kartu kredit tanpa limit pada teman-teman Alex.
"Wow nggak salah kalau anak sultan," puji Ciara. Mereka pun masuk dan mencobanya.
Setelah itu Ciara mengantar Kristal dan Nabil sampai tempat mereka masing-masing.
...***...
Hari yang ditunggu tiba. Kristal, Ciara dan Nabil memutuskan memakai kebaya yang sama dengan alasan ingin menjadi brisemaid di acara pernikahan Sandra. Mereka memilih kebaya putih sebagai warna yang disamakan dengan baju mempelai wanita.
"Ya ampun gue cantik banget," puji Kristal ketika berada di depan cermin. Hari ini dia tidak ikut keluarganya karena dia lebih antusias menemani Sandra. Apalagi Nabil dan Ciara ikut menginap semalam.
"Dugh yang nikah Sandra kenapa gue yang deg-degan ya berasa kalau Andi yang mau nikahin gue," Ciara tergelak sendiri.
"Ya ampun, gimana reaksinya mas Amar kalau lihat aku secantik ini," gumam Nabil yang sudah selesai dirias.
Sedangkan mempelai wanita masih dimakeup oleh MUA. "San elo seneng kan mau nikah sama Alex?" Tanya Ciara antusias.
"Antara senang dan enggak sih, jujur gue belum siap jadi istri," jawab Sandra.
"Jangan khawatir gue yakin Alex jago di bidangnya," kata Ciara yang malah mendapat pelototan Sandra.
"Kalau ngomong disaring dulu ada bocah tuh," tunjuk Nabil ke arah Kristal.
"Eits Kristal bukan bocah ya sebentar lagi Kristal juga mau minta dinikahin sama mas Agung," katanya.
Semua orang tergelak mendengar omongan Kristal. "Belajar dulu yang bener nanti kalau sudah lulus kuliah baru deh nikah," kata Sandra.
"Keluarga laki-laki sudah datang," lapor salah satu anggota Sandra yang hadir.
"Ayo San aku bantu jalan," kata Nabil sambil menggandeng tangan Sandra. Sedangkan Kristal dan Ciara mengikuti di belakang.
"Subhanallah bidadari gue," kata Amar saat melihat Nabil.
Ciara tampak melambai ke arah Andi. "Tunangan gue juga nggak kalah cantik," seru Andi.
"Ckckck tiba-tiba gue pengen cepet-cepet ngelamar Kristal," kata Agung.
Pok
Alex memukul kepala Agung. "Jangan asal ngomong dia masih kecil," sungut Alex.
Alex tak kalah kagumnya dengan yang lain dia terpesona saat melihat Sandra dengan balutan kebaya putih dengan siger yang melekat di kepala. "Gue jadi nggak sabar pengen ngerasain malam pertama," gumam Alex.
Lalu Alex duduk di hadapan Vero. Meski sudah menghafalkan kalimat yang akan diucapkannya, Alex tetap saja cemas kalau pernikahannya tidak sah gara-gara lidahnya kelu.
"Kamu siap?" Tanya penghulu pada Alex. Alex mengangguk
"Saudara Diamond Alexander saya nikahkan kamu dengan anak saya yang bernama Zivanna Alexandra dengan mas kawin empat puluh persen saham perusahaan ojek online, satu unit apartemen, satu buah mobil sport serta seperangkat perhiasan berlian dibayar tunai."
"Saya...saya," Alex terlihat gugup. Semua orang tampak kecewa dengan Alex.
"Kita ulang sekali lagi ya," kata penghulu yang menyaksikan.
"Jangan buat saya mengulangi kata-kata saya atau saya akan batalkan pernikahan ini, menyebutkan mas kawinmu membuat saya pusing," ancam Vero.
"Semangat bos," Agung menepuk bahunya ketika Alex menoleh.
Ia meminum air mineral lalu kembali menjabat tangan calon mertuanya.
"Saudara Diamond Alexander saya nikahkan kamu dengan anak saya yang bernama Zivanna Alexandra dengan mas kawin empat puluh persen saham perusahaan ojek online, satu unit apartemen, satu buah mobil sport serta seperangkat perhiasan berlian dibayar tunai." Vero tampak menggoyangkan tangan Alex yang ia jabat agar Alex menjawabnya dengan tegas.
"Saya terima nikah dan kawinnya Zivanna Alexandra dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," Alex mengucapkannya dengan satu tarikan nafas
"Bagaimana saksi?"
SAH
"Alhamdulillah," seru semua orang yang menyaksikan.
Lalu Sandra diminta mendekat kepada suaminya. Jantungnya berdebar kencang mendapati Alex kini menjadi suami sahnya.
Sandra gugup saat akan meraih tangan Alex hingga kepalanya pun terasa pusing. Sandra ambruk di depan Alex. Semua orang panik karenanya.
Alex kemudian menggendong istrinya ke kamar. Jaden meminta semua tamu yang datang tenang. Lalu dia meminta Bagus memanggil dokter ke rumah.
"Sandra kenapa tuh?" Tanya Agung lalu Andi menggedikkan bahu.
"Jangan-jangan mereka udah kredit duluan lagi," tuduh Nabil.
"Hussh nggak boleh ngomong gitu sayang, Alex laki-laki yang baik, Mas tahu itu," sahut Amar.
"Bagaimana dok? Apa dia hamil?" Tanya Bia saat itu.
"Hamil?" Dokter terkejut dengan penuturan Bia.
"Saya rasa asam lambungnya naik dan dia seperti kurang tidur dan kelelahan, stres juga bisa jadi pemicu nona Sandra pingsan," terang dokter tersebut.
"Jadi dia tidak hamil?" Bia nampak kecewa.
"Mama," Jaden meminta istrinya untuk diam.
"Kan Alex sudah bilang kalau Alex sama Sandra nggak ngapa-ngapain Ma. Mama sih narik kesimpulan sendiri," protes Alex yang masih memakai pakaian pengantin.
"Habisnya waktu itu mama lihat kamu nyium dia," elak Bia.
"Tapi nggak jadi ma, keburu mama dateng," Alex menutup mulutnya sendiri. Lalu ia mendapat pelototan dari Jaden dan Bia.
"Bagaimana pun kalian sudah menikah, tolong jaga putri saya, dia anak saya satu-satunya. Jujur saya hampir tidak bisa jauh darinya," ucap Vero dengan sendu.
Alex berdiri. "Saya sudah berjanji pada papa di depan banyak orang dan saya akan selalu menjaga istri saya dengan baik Pa," Alex mencoba meyakinkan papa mertuanya.
Vero menitikkan air mata. "Sudah jangan menangis, mama percaya kalau Alex suami yang baik," sahut Chloe.
"Sebaiknya kita biarkan dia istirahat, mari kita keluar," ajak Jaden.
"Alex mau temenin Sandra aja Pa," izin Alex. Jaden mengangguk.