My Beloved Partner

My Beloved Partner
110



Keesokan harinya bagus mulai menyelidiki CCTV rumah sakit. awalnya pihak keamanan rumah sakit tersebut menolak tetapi dengan uang segalanya menjadi mungkin.


Setelah mendapatkan copy-an CCTV yang diinginkan, Bagus berpindah ke lokasi di mana Arif mengalami kejadian naas tersebut.


Asisten Jaden tersebut memindai di sekitar lokasi. Sayangnya di tempat itu sama sekali tidak terjangkau CCTV.


Lalu Bagus memutuskan untuk menemui Jaden. "Pak saya sudah mendapatkan copyan CCTV rumah sakit tapi CCTV di sekitar lokasi kejadian tidak ada. Saya sudah memeriksanya dengan teliti," kata bagus seraya menyerahkan sebuah flashdisk kepada atasannya.


Jaden pun menempelkan flashdisk yang diberikan oleh Bagus lalu membukanya melalui laptop.


"Kerahkan anak buahmu untuk memukan orang yang berada di dalam CCTV ini!" perintah Jaden pada asistennya itu. Bagus pun mengangguk patuh.


Setelah itu Bagus keluar dari ruangan Jaden. Sedangkan Jaden kembali mengerjakan pekerjaan kantor tang sempat tertunda.


...***...


"Ma, apa kak Jaden tidak bisa jemput?" tanya Bia yang menanyakan keberadaan suaminya.


"Sudahlah sayang mungkin suamimu sedang sibuk," kata mam Ara memberi pengertian pada putrinya.


"Sayang kau ingin pulang kemana?" tanya mom Celine.


"Aku ingin ikut mama saja mom," jawab Berlian.


"Baiklah, mommy tidak bisa mengantarmu, mommy juga ingin melihat keadaan Sovia," kata mom Celine.


"Sampaikan salamku buat daddy dan Raina mom," pinta Berlian pada ibu mertuanya.


Setelah itu Celine dijemput oleh supir pribadinya. Sedangkan mama Ara dan Bia menaiki taksi untuk sampai ke rumah.


...***...


"Pak saya berhasil menemukan tempat persembunyian mereka," lapor Bagus.


"Good job, lalu apa rencana kita selanjutnya?" tanya Jaden pada asistennya.


"Bukankah akan lebih menyenangkan apabila kita melakukan permainan dengan mereka terlebih dulu Pak?" tanya Bagus meminta pendapat.


Jaden tersenyum menyeringai. "Oke kita lakukan permainannya," kata Jaden sambil berdiri.


Ia percaya asistennya itu memiliki ide cemerlang. Jaden mendukung apa yang direncanakan oleh Bagus.


Saat ini Jaden berpura-pura menjadi driver ojek online. Ia sengaja meminta Keyla menyiapkan atribut yang harus ia kenakan untuk menyamar sebagai driver bohongan.


Bagus telah mengawasi dimana saja mereka sering melakukan aksinya. Bagus meminta Jaden sendiri yang menangkapnya karena ia tahu Jaden pandai berkelahi. Jaden pun berpikiran sama dengan Bagus. Akan sangat merepotkan jika bekerja sama dengan polisi. Oleh karena itu mereka menyusun rencana matang agar tidak ada yang terluka.


Jaden sengaja melakukan aksinya pada malam hari setelah keadaan jalan raya terlihat lengang. Benar saja saat suami Bia itu baru berhenti dua orang yang merupakan begal menghampiri Jaden.


Mereka membawa sebuah balok yang akan digunakan untuk memukul korbannya. Beruntung Jaden bisa menangkis pukulan balok yang dilayangkan salah seorang begal tersebut. Sayangnya tangan kirinya cidera.


Bagus yang bersembunyi akhirnya keluar setelah melihat dua orang asing menghampiri Jaden. Namun, sebelumnya ia mengirim pesan pada Keyla agar menelepon polisi dan meminta mereka datang langsung ke lokasi.


Bagus memberikan tendangan pada salah seorang begal yang masih berada di atas motor. Begal itu pun terjatuh. Kakinya tertimpa motor. Sedangkan satu begal lagi menyerang Bagus dengan balok yang ia pegang. Mereka pun berkelahi.


Jaden sedikit menjauh karena tangannya cidera. Akan tetapi saat ia melihat begal lainny berdiri, ia pun menghalangi agar tidak menyerang Bagus.


Teman begal itu mengeluarkan belati. Jaden tidak kehilangan akal. Meski tangan kirinya cidera, Jaden melepas ikat pinggangnya kemudian menyabetkan ikat pinggang itu ke tubuh begal yang lain. Ia pun terjungkal setelah terkena sabetan dari Jaden.


Bagus telah berhasil melumpuhkan lawannya. Jaden juga demikian. Mereka pun mengambil tali untuk mengikat keduanya.


Jaden menyentil kepala salah seorang begal yang ia ikat. "Elo kalau cita-cita mau jadi rampok yang profesional, ngerampok motor orang, rampok noh uang pejabat yang korup," katanya. Bagus yang mendengar omongan Jaden hanya geleng-geleng kepala.


Tak lama kemudian polisi datang. Mereka langsung mengepung begal tersebut. Jaden melepas jaket dan helm ojol yang sedari tadi ia gunakan.


Polisi yang mengenali wajah Jaden yang menyamar pun mengangguk hormat padanya.



"Terima kasih sudah membantu kami menangkap penjahat ini," kata kepala polisi tersebut.


"Tidak masalah Pak, mereka meresahkan para driver sudah sepantasnya mereka ditangkap," jawab Jaden.


Setelah itu Jaden berpamitan pada asistennya. "Gus, aku harus pulang ini hampir pagi istriku pasti mencemaskanmu, kamu urus sisanya."


"Pak apa tidak sebaiknya tangan anda diobati terlebih dahulu," Bagus mengkhawatirkan keadaan Jaden.


"Tidak usah, aku duluan," Jaden menepuk bahu Bagus. Jaden pulang dijemput oleh supir pribadinya.


...❤️❤️❤️...


Visualnya mas Jaden apa sudah sesuai? Ini hanya sebatas kehaluan othor.


Jangan lupa dukungannya buat aksi hebatnya mas Jaden.