
Hari ini Dewi akan melancarkan aksinya. Dia menyewa orang untuk mengotak-atik mobil Sandra. Tapi mereka tidak melakukannya di dalam kampus.
Usai pulang kuliah, Sandra mampir di sebuah minimarket. Ia ingin membeli minuman ringan. Setelah itu Alex ingin mengajaknya ke suatu tempat.
"Kok tiba-tiba banget Lex?" Tanya Sandra melalui sambungan telepon.
"Iya aku mau nunjukin sesuatu buat kamu," kata Alex. Setelah kemaren ia mendengar Andi telah melamar Ciara, kini Alex berpikir untuk membawa Sandra ke tempat yang romantis meskipun dia tidak berniat melamarnya. Tapi selama mereka pacaran Alex tidak pernah melakukan hal-hal romantis pada kekasihnya.
"Eh kalian udah dateng." Alex menyusul Sandra setelah gadis itu memberi tahu dimana keberadaannya.
Alex datang bersama dengan Agung. "Nanti Agung yang akan bawa mobil kamu pulang ke rumah orang tua kamu," kata Alex.
Setelah itu Sandra menyerahkan kunci mobilnya pada Agung. "Emm by the way aku mau jemput yayang Kristal dulu boleh nggak?" Tanya Agung sebelum membawa pergi mobil Ciara.
"Iya Gung kebetulan supir gue hari ini sedang libur," kata Alex.
"Asyiik, ajak makan siang sekalian ah," gumam Agung sambil terkikik.
Setelah itu Agung mengendarai mobil Sandra ia menuju ke sekolah Kristal untuk menjemputnya. Tapi ketika di perjalanan menuju ke sekolah Kristal Agung tidak bisa mengurangi kecepatannya.
Ia membanting setir untuk menghindari tabrakan dengan pengendara lain sehingga mobil yang dikendarai Agung menabrak pohon di pinggir jalan.
Orang-orang yang mendengar bunyi keras kemudian menghampiri Agung dan menolongnya.
Sementara itu Kristal menunggu jemputan. Ia menelepon abangnya. "Jemput Bang!" Rengek Kristal.
"Lah Agung udah menuju ke sana dari tadi buat jemput kamu."
"Mana orangnya nggak ada," kata Kristal sambil mencebik kesal.
Lalu Kristal memutuskan naik taksi tapi di depan ia melihat ada kejadian kecelakaan. Ia tak sengaja melihat orang-orang sedang membopong tubuh Agung masuk ke dalam mobil ambulans.
Kristal pun terkejut. Ia segera menghubungi Alex. Namun sayangnya handphone Alex tidak aktif. Kristal pun memutuskan mengirim pesan singkat pada abangnya. Kemudian dia mengikuti mobil ambulans itu.
Di tempat lain Alex mengajak Sandra ke sebuah cafe yang sudah ia booking. Alex sengaja menutup mata Sandra ketika baru turun dari mobil. Lalu ia membawa kekasihnya itu masuk ke dalam kafe yang sudah didekor sedemikian rupa.
"Apa ini Lex?" Tanya Sandra tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Di kafe itu ia menghiasi dengan banyak balon dan ada juga tulisan 'I love you Sandra'.
"Aku hanya ingin memberikan sesuatu yang berkesan buat kamu," kata Alex.
"Ini terlalu berlebihan." Sandra sangat bahagia mendapatkan kejutan hari ini.
Mereka berdua baru saja duduk tapi tiba-tiba handphone Sandra berdering. "Dari Andi," kata Sandra. Alex mempersilakan Sandra mengangkat teleponnya.
"Ada apa Ndi?" Tanya Sandra.
"Agung kecelakaan, elo sama bos Alex nggak?" Tanya Andi.
"Apa? Kok bisa? Iya dia di sini, kita akan ke sana jenguk Agung," kata Sandra lalu menutup teleponnya.
"Ada apa sayang?" Tanya Alex pada Sandra.
"Andi kecelakaan," Sandra berucap dengan wajah sendu.
"Apa? Bagaimana mungkin, apa Kristal bersamanya?" Cecar Alex yang merasa khawatir.
"Kita susul kesana saja," Sandra menarik tangan Alex agar segera bangun.
Alex setengah berlari menghampiri adiknya. "Kamu nggak apa-apa dek?" Tanya alex pada Kristal. Ia sangat cemas mengingat Agung bilang ia ingin menjemput Kristal.
"Aku nggak apa-apa, tadi aku lihat Mas Agung nabrak pohon terus aku telepon abang nggak aktif handphone nya jadi aku ngabarin Bang Andi," kata Kristal sambil terisak. Ia memeluk abangnya karena takut terjadi sesuatu pada Agung.
"Terus keadaan Agung gimana Ndi?" Tanya Sandra.
"Dia masih ditangani sama dokter," jawab Andi.
Kristal mengurai pelukannya. Lalu ia mengusap air mata dengan punggung tangannya. "Oh iya aku lihat mobil yang dibuat tabrakan sama Mas Agung itu kayaknya bukan mobil dia," kata Kristal.
Alex menghela nafas. "Itu mobil Sandra," jawab Alex.
Tak lama kemudian dua orang polisi menghampiri mereka. "Selamat siang," polisi menyapa mereka yang sedang berdiri menunggui Agung.
"Kami menemukan bukti bahwa rem di mobil yang dikendarai saudara Agung blong, kemungkinan dia banting setir untuk menghindari tabrakan dengan pengendara lain." Polisi menjelaskan dugaan sementara.
Alex mengerutkan keningnya. "San bukannya mobil kamu itu baru?" Tanya Alex memastikan.
"Iya, mama baru membelinya ketika aku pindah ke rumah mama," terang Sandra.
"Berarti sasaranya bukan Agung, melainkan Sandra. Aku harus segera menyelidikinya," kata Alex dalam hati.
"Baik, berdasarkan keterangan anda kami akan menyelidiki lebih lanjut," kata polisi tersebut. Lalu mereka pergi setelah melapor.
Setelah itu orang tua Agung datang ke rumah sakit setelah Kristal mengabari mereka. "Bagaimana keadaan Agung?" Tanya Keyla yang merupakan ibunda Agung.
"Dia pasti akan baik-baik saja tante," jawab Alex.
"Bagaimana kejadiannya?" Tanya Bagas.
"Kami tidak tahu pasti om, saat itu Agung sedang membawa mobil Sandra, setelah itu kami tidak tahu pasti kejadiannya," terang Alex.
Setelah lama menungu, Agung dipindahkan ke ruang rawat pasien. Keyla tampak menangisi anaknya. Agung masih belum sadar, sementara waktu dokter melarang pasien untuk dijenguk.
"Kalian pulanglah!" Bagas meminta teman-teman Agunh pulang.
Alex mengantarkan Sandra pulang terlebih dulu. Alex ikut turun ketika mereka sampai di rumah Sandra.
"Selamat sore tante," sapa Alex ketika bertemu dengan Chloe.
"Lho mobil kamu mana nak?" Tanya Chloe pada putrinya yang pulang-pulang malah diantar oleh Alex.
"Mobil Sandra mengalami kecelakaan tante, sekarang sedang dibawa ke bengkel," terang Alex.
"Kamu nggak apa-apa nak?" Tanya Chloe yang memeriksa bagian tubuh Sandra karena cemas.
"Sandra nggak apa-apa Ma. Mobil itu sempet dipinjem sama temen Sandra jadi bukan Sandra yang mengalami kecelakaan melainkan teman kuliah Sandra."
"Iya tante apa yang dikatakan Sandra benar. Menurut polisi rem mobil Sandra blong jadi teman kami menabrakkannya ke pohon," ungkap Alex.
"Tapi mobil kamu kan baru, apa mungkin ada yang mau mencelakai kamu sayang?" Tanya Chloe khawatir.
Seingatnya Sandra tak mempunyai musuh. "Kita akan tahu setelah mendapat laporan dari polisi. Kalau begitu kami permisi tante," pamit Alex. Ia menyusul adiknya yang sejak tadi menunggu di mobil.
Chloe menjadi khawatir dengan keselamatan Sandra. "Apa perlu mama sewa sopir dan bodyguard buat kamu sayang?"
"Tidak perlu ma, itu terlalu berlebihan, aku akan minta Alex mengantar jemputku saja," tolak Sandra.