
"Papa, Sandra dari beli ini Pa." Sandra menunjukkan kantong kresek yang ia bawa.
"Sandra belum makan dari tadi siang jadi Sandra beli makanan di luar."
Vero tahu anaknya itu beralasan karena ia saat melihat Sandra keluar kamar dengan keadaan menangis.
"Kenapa nggak suruh bibi masakin makanan buat kamu?"
"Sandra emang pengen jajan di luar,"
"Ya sudah bawa masuk makanannya, apakah kamu juga membeli untuk papa?" Tanya Vero untuk mencairkan suasana.
"Tentu saja, Pa." jawab Sandra.
"Meski aku kecewa dengan sikap mama padaku, aku tak perlu melampiaskan rasa kekecewaan pada orang lain, biarlah aku yang tahu sesedih apa hatiku ini," gumam Sandra di dalam hatinya.
...***...
Kristal melihat kakaknya senyum-senyum sendiri ketika memasuki rumah. "Abang ngapain sih senyam-senyum sendiri dari tadi habis dapat kupon belanja ya?" Tebak Kristal.
"Yee, emangnya gue emak-emak suka kupon begituan," cibir Alex, Kristal malah terkekeh.
"Habis apa dong?" Tanya Kristal penasaran.
"Ada deh, mau tahu aja apa mau tahu banget?" Goda Alex.
"Nggak mau tahu," jawab Kristal sambil menjulurkan lidahnya. Lalu gadis itu pergi meninggalkan kakaknya.
"Dasar bocah," umpat Alex yang kesal.
Alex memasuki kamar. Ia melempar jaket yang ia pakai ke sembarangan arah. Lalu ia mengambil ponselnya dan mengirim chat ke pacar barunya.
Alex : Hai, lagi apa?
Sandra : Lagi rebahan aja.
Alex : Oh, aku kira lagi mikirin aku 😘
Sandra : Ah, mau tidur ah.
Alex : Kok tidur sih?
Sandra : Biar ketemu kamu di alam mimpi
Alex tersenyum membaca chat dari Sandra. Ia sampai menggigit bantal yang ia jadikan sandaran di dadanya. Lalu ia mengetik balasan.
Alex : Boleh nggak sih aku bilang aku cinta kamu hari ini? kalau besok gimana? besok lusa? besoknya besok lusa? gimana kalau selamanya?
Sandra menggigit bibir bawahnya karena baper. "Itu si Alex belajar gombal darimana coba, suhu banget kayaknya," gumam Sandra sambil terkikik. "Gue bales ah." Sandra pun mengetik balasan.
Sandra : "Kamu tahu enggak bedanya kamu sama daun? Kalau daun jatuhnya ke tanah, kalau kamu jatuhnya ke hatiku."
Gubrak, mereka berbalas gombalan sampai larut malam. Alex pun akhirnya mengakhiri percakapan mereka.
Alex : Good night my sweat heart.
Sandra : Good night too 😘
...***...
Keesokan harinya Sandra menyerahkan jaket yang sempat dipinjamkan Alex padanya. "Lex, jaket kamu, nih udah aku cuci kok," Sandra menyodorkan jaket miliknya.
Alex tersenyum menatap Sandra. "Buat kamu aja," kata Alex. Mereka saling menatap sehingga membuat curiga Agung dan dua temannya yang lain.
"Mereka biasanya nggak seakrab ini?" Tanya Amar yang curiga.
"Elo bener, jangan-jangan mereka udah jadian lagi?" Agung berprasangka pada kedua muda-mudi tersebut.
"Ehem," gung berdehem sehingga membuat Alex dan Sandra mengalihkan pandangan mereka.
"Bos, pj nya mana?" Agung merangkul leher Alex. Alex menoleh ke arah Agung.
"Apaan?" Tanya Alex pura-pura tidak mengerti maksud Agung.
"Heleh pura-pura," ledek Andi.
"Beneran bos Sandra udah nerima cinta lo?" Tanya Agung yang merapatkan kursinya. Alex mengangguk.
"Alhamdulillah," seru Amar, Andi, dan Agung.
"Gue yang jadian kok kalian yang seneng," Tanya Alex curiga.
"Lah gimana sih bos, kan kalau bos seneng kita juga seneng ya nggak men?" Tanya Andi pada kedua sahabatnya yang lain untuk meminta dukungan.
"Tul," Agung dan Amar mengacungkan jempol.
"Halah bokis banget," cibir Alex.
...***...
Seusai jam pelajaran selesai Alex mendekati Sandra. "Yang..." Sandra melotot saat mendengar Alex memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Ngga usah khawatir mereka udah tahu kok," kata Alex. "Bareng aku aja pulangnya mau nggak?" Tanya Alex.
"Nggak usah, aku naik ojek aja kaya biasanya," tolak Sandra. Sebenarnya ia ingin pulang bersama Alex hanya saja, ia tak mau seisi sekolah membicarakan dirinya apabila mereka tahu kalau Sandra sudah jadian dengan cowok most wanted di sekolahnya itu.
"Kenapa?" Alex menanyakan alasan Sandra yang tak mau diajak pulang bareng.
"Pengen aja," jawab Sandra dengan santainya. Alex yang merasa gemas mengacak rambut Sandra. Agung dan kedua temannya yang melihat kemesraan Sandra dan Alex menjadi baper sendiri.
"Jiwa jones gue meronta-ronta men," kata Agung.
"Gue biasa aja tapi gue juga pengen punya pacar, astaghfirullah," ucap Amar memegang dadanya.
"Alah sok alim lu," ledek Andi pada Amar.
Alex menggelengkan kepalanya ketika melihat ketiga sahabatnya berantem. "Kalian mau ikut nggak, gue mau ngajak Sandra makan, Ci elo ikut juga," perintah Alex.
"Asyiik, gue bawa mobil sendiri kok," kata Ciara.
"Gue bareng elo Ci," sahut Andi. "Biar gue yang bawa mobilnya entar," imbuhnya. Ciara pun memberikan kunci mobilnya pada Andi. Namun, tak sengaja Andi merasakan kulit Ciara yang begitu halus. Jantungnya tiba-tiba berdebar.