My Beloved Partner

My Beloved Partner
141



Jaden sore ini pulang kerja lebih awal. Ia melihat Alex sedang bersama seorang gadis. "Alex," panggil ayahnya dengan suara beratnya ketika Alex dan Sandra sedang tertawa bersama. Kedua muda-mudi itu pun menoleh.


"Pa, kenalin ini Sandra teman aku." Sandra mengangguk sopan.


Jaden mengamati wajah Sandra seperti ia pernah melihatnya. "Mirip siapa ya?" Gumam Jaden.


"Ada apa, Pa?" Suara Bia membuyarkan lamunan Jaden.


"Ah, nggak. Masuk yuk!" Jaden mengajak istrinya masuk.


"Abang, gue bawain es krim nih," seru Kristal.


"Anak pintar, napa lama banget sih?" Protes Alex pada adiknya.


"Ya kan gue milih camilan lain juga. Oh ya Bang gue lupa kalau mesti bikin koreo buat tugas seni besok, gimana nih, Bang," rengek Kristal.


"Tenang, ada suhunya," kata Alex sambil melirik ke arah Sandra.


"Suhu, lo kira badan gue panas?" Cibir Sandra.


"Kak Sandra bisa bikin koreografi ya? Ajarin kak!" Kristal menarik-narik sweater yang dikenakan oleh Sandra.


"Nggak bisa dek, kakak nggak bisa nari," elak Sandra yang malu.


"Elah, boong banget sih, kemaren aja lo ditantangin Bella buat cheers di depan anak-anak bisa." Alex mendapatkan tatapan tajam dari Sandra.


"Kalau sekarang gue nggak bisa deh, dek." Ucapan Sandra membuat Kristal kecewa. "Tapi ntar malam gue kirimin elo video koreo yang gue buatin di rumah, gimana?" Senyum Kristal mengembang lebar. Reflek dia memeluk Sandra dengan antusias.


"Makasih calon kakak ipar," ucapnya dengan santai. Sandra menutup mulutnya tak percaya.


Pukul lima sore, Sandra pamit pulang. "Yakin lo nggak mau gue anter?" Tanya Alex yang merasa cemas.


"Nggak usah, makasih. Gue balik ya," pamit Sandra.


"Tunggu, nak Sandra. Ini tante habis beli kue di toko kue langganan tante, buat kamu." Bia menyodorkan sekotak kue pada Sandra.


"Terima kasih banyak tante. Aku malah ngrepotin," kata Sandra yang merasa tidak enak. Mamanya Alex begitu hangat dibanding dengan mamanya. "Andai mamaku sebaik tante Berlian," batin Sandra.


"Kamu nggak apa-apa nak?" Tanya Bia yang melihat Sandra melamun. "Eh maaf tante, kalau gitu saya permisi." Kali ini dia benar-benar pergi.


Sandra pulang naik ojek online. Ketika sampau di rumah ia pulang dengan mengendap-endap.


"Ehem," suara deheman itu menghentikan langkah Sandra.


"Darimana?" Tanya Vero Adhitama.


"Syukur deh, Sandra masuk ya, Yah," ucapnya lalu mengecup pipi sang ayah. Vero memang berbeda dengan Chloe dalam memperlakukan Sandra.


Vero seorang ayah yang hangat. Ia tak pernah sekalipun memarahi Sandra. Ia cenderung mendukung apa pun yang Sandra lakukan. Oleh sebab itu, Sandra sangat menyayangi ayahnya. Tapi itu tidak berarti dia membenci Chloe. Meskipun Chloe sering menyakiti Sandra, gadis itu berharap suatu hari sang ibu bisa merasakan cinta Sandra yang tulus pada ibunya.


Sesampainya di dalam kamar, Sandra ingat kalau ia harus membuatkan koreografi untuk Kristal. "Eh gue lupa minta nomornya Kristal. Gue telepon Alex aja deh," gumam Sandra.


Sandra pun mengambil ponselnya lalu menelepon kontak Alex. "Ada apa?" Tanya Alex melalui sambungan teleponnya.


"Gue lupa minta nomor telepon Kristal, kirimin ya," pinta Sandra.


Alex malah menjeda sambungan teleponnya. Namun, sesaat kemudian Sandra mendapat panggilan video dari Alex. Sandra pun mengangkatnya.


"Hai, kak Sandra," tampak Kristal yang melambaikan tangannya di layar hp.


"Hai,dek. Tadi kakak cuma mau minta nomor kamu keAlex," kata Sandra.


"Nanti kirim aja kak koreonya ke handphone kak Alex," kata Kristal.


"Enak aja, pake handphone lo sendiri," sahut Alex.


"Udah siapa aja boleh, jangan berantem, seru Sandra. Setelah itu ia mmatikan handphonenya.


Sandra mulai menyusun koreografi sambil merekamnya. Setelah tu mengirim ke ponsel Alex karena dia tidak juga menadapat nomor Kristal.


Alex mengerutkan kening ketika mendapat pesan video dari Sandra. Karena dia ingin tahu jadi ia pun membukanya. Alex mengulas senyum melihat gerakan Sandra yang lentur saat menari. "Elo emang paling bisa bikin hati gue berdebar," gumam Alex.


Lalu Alex mengirim video itu ke ponsel Kristal. "Noh balasan dari Sandra. Baik kan calon kakak ipar lo," tulis Alex dalam pesan singkatnya.


"Idih, dasar GR, emang kak Sandra mau sama situ?" ledek Krisatal smabil terkekeh.


Kristal pun meniru tarian dari Sandra dengan menyetel musik keras-keras. Bia merasa terganggu karena kamarnya bersebelahan dengankmaar sang putri. "Sayang musiknya di pelanin dikit," teriak Bia dari luar kamar putrinya.


Merasa tidak diindahkan perintahnya, Bia pun masuk ke kamar Kristal. Kristal, udah malam jangan berisik, papa mau istirahat," perintah Bia sekali lagi sambil meyembulkan wajahnya di ambang pintu.


"Kamu lagi apa sih?" Tanya Bia.


"Ini ma, besok aku ada tugas seni buat koreo, aku lagi mencontoh gerakan yang diperagakan kak Sandra," tunjuk Kristal ke layar handphonenya.


"Wah, jago juga ya Sandra, multitalent, nggak salah Alex milih dia," puji Bia setelah melihat video dari Sandra.


Akhirnya Bia menemani Kristal sampai selesai. Tapi siapa sangka keduanya malah tertidur di kamar Kristal.