My Beloved Partner

My Beloved Partner
94



Teruntuk readers ku tercinta maaf part 93 banyak yang typo karena ditulis dalam keadaan mengantuk.Namun,othor sudah perbaiki ya, sekali lagi mohon maaf,🙏


...❤️❤️❤️...


Jaden bangun terlebih dulu.Ketika membuka mata, ia melihat wajah damai istrinya saat tertidur.Perlahan ia mengelus pipi istrinya dengan ibu jarinya secara lembut agar tidak membangunkan pemiliknya.


"Terima kasih sayang, akhirnya aku akan jadi ayah,aku berjanji akan menjagamu,"ucapnya kemudian mengecup kening sang istri.Bia hanya menggeliat kecil.


Jaden bangun dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur pulas istrinya.Ia menyambar handuk kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Sampai ia keluar dari kamar mandi,Bia belum juga terbangun.Jaden hanya menyunggingkan senyumnya.Setelah berganti pakaian, Jaden membuka horden jendela kamarnya.


Sinar matahari yang masuk ke dalam kamar mereka membuat Bia mengerjapkan matanya.Wajahnya silau terpapar sinar matahari dari luar.


"Selamat pagi sayang,"Jaden duduk di samping Bia.


"Sudah pagi ya?" tanya Bia sambil menguap.


"Hari ini kamu di rumah saja!" ucap Jaden dengan lembut."Aku akan meminta mama Ara untuk menemani kamu," Jaden mencolek hidung mancung istrinya.


Bia berhambur ke pelukan sang suami."Hati-hati ya berangkat kerjanya," pesan Bia pada suaminya."Iya," jawabnya singkat lalu mendaratkan kecupan singkat di pipi.


"Di situ doang?" protes Bia.


"Maunya dimana?" tanya Jaden.Bia langsung mengetuk bibirnya dengan ujung jarinya,memberikan kode pada Jaden agar menciumnya di bibir.


Tak butuh waktu lama Jaden pun mencium bibir ranum istrinya itu.Bia menyambut ciuman dari suaminya.Jaden menciumnya dengan lembut kemudian ciuman tersebut menjadi semakin panas.Jaden melepas pagutan mereka agar tidak sampai kebablasan.


"Teruskan nanti malam,"goda Jaden lalu meninggalkan istrinya.Bia terkekeh karena malu.


"Ma,tolong temani Berlian hari ini!" pintanya pada ibu mertuanya.


"Memangnya kenapa dengan putri mama? Apa dia sedang sakit hm?" tanya mama Ara terdengar panik melalui sambungan telepon.


"No ma, tapi Bia sedang hamil dokter menyuruhnya untuk banyak istirahat," kata Jaden.


"Oh ya? Baiklah, mama akan ke sana sekarang," kata mama Ara.


Setelah mematikan sambungan teleponnya,Jaden melaju dengan kecepatan tinggi.Kali ini dia mengendarai mobil sport warna merah miliknya.


Hanya butuh waktu kurang dari tiga puluh menit,Jaden sampai di kantor ojek online yang selama ini dikelola oleh istrinya.


Keyla yang melihat mobil suami atasannya itu kemudian segera menghampiri Jaden."Selamat pagi pak,apa ibu hari ini tidak bisa masuk?" tanya Keyla.


"Iya mulai hari ini saya akan menggantikan istri saya sementara,saya juga merupakan pemegang saham terbesar yang perusahaan ini," kata Jaden ada Keyla.


"Saya harap kamu bisa membantu saya dengan baik selama saya memimpin perusahaan ini.Oh iya kamu bisa bertukar informasi tentang saya pada Bagus," kata Jaden.


"Key tolong siapkan rapat dengan jajaran petinggi perusahaan karena saya akan mengumumkan kalau saya akan menggantikan posisinya sampai dia siap untuk kembali bekerja."


"Memangnya bu Berlian sakit apa pak?" tanya Keyla yang sedikit khawatir dengan keadaan sahabatnya itu.


"Dia tidak sakit hanya saja saya menyuruhnya untuk istirahat selama dia hamil," kata-kata Jaden sukses membuat Keyla tersenyum lebar.


"Selamat pak anda akan jadi ayah," kata Keyla dengan tulus.