
"Bi, ada undangan makan malam dari Dani nih," lapor Keyla saat mendapat telepon dari asisten Dani.
"Dalam rangka apa?" tanya Bia penasaran.
"Bahas kelanjutan kerjasama katanya," Keyla menyampaikan apa yang dibilang oleh asisten Dani tadi.
"Lah bukannya udah clear ya, proposal pengajuan kerjasama dengan hotel kak Jaden juga udah ditandangani sama suami gue, mau bahas apa lagi? Kalaupun ada yang di bahas kenapa gak besok aja sih?" Keyla hanya menggedikkan bahunya.
"Telepon balik, bilang aja gue udah ada janji sama klien lain," perintah Bia pada Keyla.
"Tapi gue udah bilang jadwal malam ini elo free,"Keyla merasa tidak enak.
"Keyla...." kesal Bia sehingga berteriak saat memanggil namanya.Ia mengepalkan tangannya seolah meremas sesuatu dan mengertakkan gigi saking kesalnya pada Keyla.
Setelah itu Bia mengatur nafas dan mencoba menetralkan kembali emosinya.Saat itulah ia berfikir untuk menghubungi suaminya untuk mengajak makan malam dengan Dani.
"Ya udah gue telepon kak Jaden dulu ngajakin makan bareng sekalian,kalau gue doang yang datang bisa perang dunia lagi nanti ceritanya." Bia pun mengambil ponselnya yanga da di atas meja kerja.
"Eh Gus nanti malam suamiku ada jadwal meeting apa gak?" tanya Bia pada Bagus.
"Ada nyonya, jam 7 malam kita akan bertemu dengan klien dari Jepang," ungkap Bagus dari ujung telepon.
"Hish, ini kan malam minggu kenapa gak ada kelonggaran sih?" teriak Bia lalu menutup teleponnya.
"Elo ko marah sama laki gue sih Bi?" protes Keyla.
Bia memberikan tatapan menghunus ke arah Keyla."Mau gaji elo bulan ini gue babat habis sekalian?" Bia menggerakkan tangannya sebelah seolah memotong lehernya sendiri.
Lalu Bia memiliki ide."Oh iya Key gimana kalau makan malamnya diganti di kafe nyokap lo?" usul Bia.
"Dengan gitu gue kan gak dikira pacaran sama Dani.Dan tugas lo hubungin kak Jaden supaya nyusul gue ke kafe nyokap lo," perintah Bia pada Keyla.
Setelah itu Keyla menyampaikan permintaan Bia untuk mengganti tempat ketemuan mereka di kafe milik orang tua Keyla.
Sesuai rencana Bia,Dani pun bersedia makan malam di kafe milik Lulu,ibunya Keyla.Ia datang mengenakan baju semi formal.Celana formal dan memakai atasan kemeja yang lengannya digulung sampai siku.Terlihat sangat maskulin.Berbeda dengan Bia,wanita itu masih memakai setelan baju kantor yang ia pakai tadi siang.Walaupun begitu riasan di wajahnya selalu on.Meski Bia selalu tampil flawless.
Bia datang lebih dulu ke kafe Lulu.Setelah itu Dani menyusul.Ia menghampiri Bia yang sedang menyeruput jus alpukat miliknya sambil menikmati penampilan di atas panggung.
Setiap malam minggu kafe Lulu selalu menampilkan penyanyi live yang membawakan lagu-lagu sampai jam sembilan malam.
"Kafenya asyik juga, kamu tahu kafe ini dari mana?" tanya Dani yang baru mendudukkan diri.
"Punya temen gue," jawab Bia ketus tanpa memandang Dani.
Lalu sesaat kemudian ia menoleh."Jadi apa yang akan kita bahas malam ini?" tanya Bia to the point.
"Santai Bi, kita nikmati aja makan malamnya,gue pesen makan dulu ya," Dani meminta izin.
"Hm,"
Setelah itu Jaden tiba-tiba datang.Sesuai permintaan Bia, Keyla menghubungi suami atasannya itu.Keyla mengatakan jika Bia sedang makan malam dengan Dani.Jaden pun mempercepat meetingnya lalu melaju ke kafe Lulu.
"Boleh aku gabung," suara berat itu membuat Dani dan Bia menoleh.